Ambroxol hydrochloride (HCl) adalah obat batuk yang sering digunakan oleh dokter untuk mengobati batuk berdahak, terkhusus pada kasus dahak kental yang sering menyumbat saluran pernafasan seperti pada bronkitis, bronkiektasis, asma, dan kondisi serupa lainnya.

Daftar Isi:

Mengenal Ambroxol

Ambroxol adalah agen mukolitik atau pengencer dahak yang terbukti secara klinis. Ketika diberikan secara oral onset terjadi setelah sekitar 30 menit. Obat ini bekerja dengan cara memecah serat mukopolisakarida pada dahak sehingga membuatnya lebih longgar dan encer sehingga dahak akan lebih mudah dihilangkan dengan batuk.

Ambroxol meningkatkan produksi surfaktan, zat yang mempromosikan mekanisme clearance untuk membersihkan kuman atau patogen lainnya, yang membantu untuk mencegah dan mengatasi infeksi pada bronkus. Obat ini juga memperkuat silia (rambut rambut halus pada bronchus), yang kemudian dapat mengusir dahak abnormal dengan lebih baik.

Bagusnya lagi, ambroxol tidak menekan batuk sehingga tidak mengganggu respon batuk alami tubuh. Hal ini penting, karena batuk masih diperlukan untuk mengeluarkan dahak yang berlebihan dari saluran nafas. Dengan demikian, maka dahak akan lebih encer dan mudah dikeluarkan.

Indikasi Ambroxol

Sebagai obat batuk berdahak (terapi sekretolitik) pada penyakit bronkopulmonal akut dan kronis yang berhubungan dengan dahak atau lendir berlebihan dan gangguan transportasi lendir.

Ambroxol digunakan untuk mengobati tracheobronchitis, emfisema bronkitis pneumokoniosis, radang paru kronis, bronkiektasis, bronkitis dengan bronkospasme asma. Dikombinasikan dengan antibiotik pada bronkitis eksaserbasi akut  yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Ambroxol tidak boleh digunakan pada pasien yang diketahui hipersensitif terhadap komponen kompenen obat.
  • Hati hati penggunaan pada pasien dengan ulkus lambung atau penyakit maag.

Dosis Ambroxol

Ada dua sediaan utama, yaitu ambroxol tablet dan sirup, setiap tablet mengandung ambroxol 30 mg; pada kemasan sirup, setiap 5 ml sirup mengandung ambroxol 15 mg. Contoh merek dagang: MucopectMucopect Drop

obat ambroxol hcl

ilustrasi: obat Ambroxol HCl

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagi berikut:

  • Dewasa: dosis harian ambroxol 30 mg (satu tablet ambroxol) sampai 120 mg (4 tablet) diambil dalam 2 sampai 3 dosis terbagi
  • Anak-anak sampai 2 tahun: setengah sendok teh sirup ambroxol dua kali sehari
  • Anak-anak 2-5 tahun: setengah sendok teh sirup 3 kali sehari
  • Anak-anak lebih dari 5 tahun: Satu sendok teh sirup 2-3 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis ambroxol pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Ambroxol

Ambroxol hidroklorida (HCl) umumnya ditoleransi dengan baik. Ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Reaksi ringan gastro-intestinal, seperti nyeri ulu hati, dispepsia, dan kadang-kadang mual, dan muntahl.
  • Reaksi alergi jarang terjadi, terutama ruam kulit. Ada laporan kasus yang sangat jarang, yaitu reaksi anafilaksis akut tipe berat, tapi hubungannya dengan ambroxol tidak pasti.

Informasi Keamanan

  • Pada studi praklinis serta pengalaman klinis yang luas penggunaan ambroxol pada kehamilan minggu ke-28 ke atas menunjukkan tidak ada bukti efek buruk selama kehamilan. Meskipun demikian, dianjurkan untuk menghindari penggunaan selama trimester pertama kehamilan.
  • Obat ini memasuki ASI, tetapi tidak berpegaruh buruk terhadap bayi ketika dosis yang diterapkan adalah dosis terapi sesuai aturan.
  • Penggunaan ambroxol bersama-sama dengan antibiotik (amoxicilline, cefuroxime, eritromisin, doksisiklin) menyebabkan konsentrasi antibiotik yang lebih tinggi dalam jaringan paru-paru. Sehingga diperlukan pengaturan dosis agar sesuai.
  • Konsultasikan dengan dokter untuk dosis yang tepat terutama untuk anak-anak.
  • Harap digunakan dengan hati-hati bagi orang yang memiliki ulkus atau tukak lambung.
  • Apabila terjadi reaksi alergi, seperti gatal-gatal, ruam kemerahan, bengkak, dan sebagainya, maka segeralah temui dokter.
  • Apabila terjadi overdosis ambroxol yang ditandai dengan munculnya efek samping berlebihan, segera temui dokter.