Analsik adalah obat antiinflamasi non steroid (OAINS) yang terdiri dari kombinasi dua macam zat aktif yaitu Metampiron dan Diazepam. Obat ini digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri dan kram organ dalam (spasme organ viseral) pada saat yang bersamaan. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Analsik obat apa berserta informasi lainnya secara rinci.

Mengenal Obat Analsik

Metampiron adalah obat analgesik- antipiretik. Obat ini merupakan derivat metasulfonat dari amidopirin yang memiliki sifat mudah larut dalam air sehingga akan dapat diserap dengan cepat ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan. Obat yang sering disebut juga sebagai antalgin ini mempunyai waktu paruh 1 – 4 jam. Obat ini mempunyai efek mengurangi rasa nyeri sedang – berat dengan cara bekerja secara sentral pada otak, yakni dengan memengaruhi hipotalamus dalam menurunkan sensitifitas rasa sakit dan termostat yang mengatur suhu tubuh sehingga dapat menurunkan demam.

analsik obat apa

Diazepam adalah obat golongan benzodiazepine yang memengaruhi sistem saraf otak Diazepam mempunyai kerja sebagai obat antiansietas, hipnotik, yang juga memiliki sifat relaksasi otot rangka. Diazepam dimetabolisme terutama di dalam hati dan terikat pada reseptornya yang terdapat di daerah spinal cord, serebelum, sistem limbik dan korteks serebral. Konsentrasi plasma puncak obat akan dicapai setelah 15-19 menit. Waktu paruh obat ini bervariasi antara 20 – 70 jam, sedangkan metabolit aktifnya yaitu desmetil diazepam mempunyai waktu paruh 30 – 100 jam. Waktu paruh tersebut biasanya dapat mengalami peningkatan pada neonatus, usia lanjut dan penderita yang mengalami gangguan fungsi hati yang berat.

Indikasi Analsik

Obat Analsik dapat digunakan pada beberapa keadaan berikut :

  • Pengobatan sakit kepala terutama yang diakibat psikis murni
  • Pengobatan neuralgia atau nyeri pada saraf
  • Pengobatan sakit pinggang
  • Pengobatan rematik dan nyeri pada otot dan tulang sendi
  • Pengobatan kolik ginjal dan kolik bilier
  • Pengobatan dan nyeri setelah operasi dimana diperlukan kombinasi dengan tranquilizer

Kontraindikasi

Obat Analsik tidak dapat digunakan pada beberapa keadaan berikut :

  • Penderita yang diketahui mempunyai riwayat alergi atau hipersensitif terhadap Analsik atau hipersensitif terhadap komponen obat baik metampiron atau pun diazepam
  • Penderita yang mempunyai  tekanan darah sistolik lebih rendah dari 100 mmHg.
  • Penderita yang mempunyai glaukoma sudut sempit.
  • Penderita yang mengalami depresi pernapasan.
  • Penderita yang mengalami gangguan pulmoner akut.
  • Bayi dengan usia kurang dari 1 bulan atau dengan berat badan di bawah 5 Kg.
  • wanita yang sedang hamil dan ibu yang menyusui.

Dosis

Obat Analsik di apotik tersedia dalam bentuk kaplet dengan masing – masing kaplet mengandung Metampiron 500 mg dan Diazepam 2 mg. Adapun dosis Analsik yang dianjurkan adalah satu kaplet, apabila nyeri belum hilang pemberian dapat diulangi satu kaplet setiap 6 – 8 jam, dengan dosis maksimal 4 kaplet sehari.

Efek Samping Analsik

Efek samping Analsik yang pernah dilaporkan terjadi yaitu :

  • Efek samping sering perasaan mengantuk, pusing, dan lelah yang berlebihan. depresi, diplopia. Hipotensi, perubahan libido, tremor, retensi urin, konstipasi
  • Efek samping jarang reaksi hipersensitivitas terutama reaksi pada kulit, dan agranulositosis sel darah putih

Informasi Keamanan

  • Hindari penggunaan Analsik jangka lama karena dapat menimbulkan kelemahan otot dan ketergantungan fisik dan psikis
  • Hati – hati penggunaan Analsik pada penderita  yang pernah mengalami gangguan pembentukan darah / kelainan darah, perlu dilakukan pemeriksaan darah
  • Hati – hati penggunaan Analsik pada penderita dengan gangguan fungsi hati atau ginjal. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan fungsi hati dan ginjal
  • Meskipun jarang menimbulkan agranulositosis, sebaiknya analsik tidak digunakan dalam terapi jangka panjang, karena dapat berakibat fatal
  • Hindari mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin selama mengkonsumsi obat
  • Hati – hati penggunaan obat pada penderita depresi berat atau penderita yang mempunyai kecenderungan untuk bunuh diri
  • Segera hentikan pengobatan apabila terjadi reaksi – reaksi paradoksial seperti keadaan-keaaaan hipereksitasi akut, ansietas, halusinasi dan gangguan tidur.
  • Penggunaan analsik bersamaan dengan obat – obat depresan SSP ataupun alkohol dapat meningkatkan efek depresan.eri