Obat Antalgin adalah salah satu obat penghilang rasa sakit (analgetik), dikenal juga dengan sebutan metampiron atau dipiron. Di masyarakat kita, banyak yang menggunakan obat ini dan membelinya dengan bebas di apotek atau toko obat, padahal penggunaan obat ini harus dengan resep dokter. Mengapa demikian? pelajari lebih lanjut.. indikasi, kontrainidkasi, dosis, dan efek samping Antalgin.

Antalgin termasuk derivat metasulfonat dari amidopirin yang memiliki sifat mudah larut dalam air sehingga akan cepat diserap kedalam tubuh melalui saluran pencernaan.

Obat ini memiliki efek menghilangkan atau mengurangi rasa sakit dengan cara bekerja secara sentral pada otak, yakni dengan memengaruhi hipotalamus dalam menurunkan sensitifitas rasa sakit dan termostat yang mengatur suhu tubuh sehingga dapat menurunkan demam.

Indikasi Antalgin

Antalgin (metampiron) sering digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang ringan hingga sedang, seperti misalnya sakit kolik abdomen, nyeri haid, sakit kepala, sakit gigi, sakit akibat kecelakaan, peradangan atau inflamasi, hingga manajemen nyeri setelah operasi.

Pada artikel sebelumnya, ini saya sebut Antalgin sebagai Obat Sakit Gigi Paling Ampuh.

Kontraindikasi

Antalgin tidak boleh diberikan kepada individu dengan kondisi sebagai berikut:

  1. Orang yang memiliki alergi terhadap derivat pirazolon.
  2. Menmiliki kelainan  bawaan berupa defisiensi enzim glukosa-6-fosfat-dehidrogenase (G6PD).
  3. Penderita yang hipersensitif atau yang juga memiliki riwayat alergi terhadap obat-obat golongan NSAID lain seperti aspirin, parasetamol, dan sebagainya.
  4. Bayi yang berusia dibawah 4 bulan atau bayi yang memiliki berat badan di bawah 5 kg.
  5. Ibu hamil terutama 3 bulan pertama dan  6 minggu terakhir.
  6. Bagi yang memiliki tekanan darah rendah di bawah 100 mmHg. Karena metampiron memiliki efek menurunkan tekanan darah.
obat antlagin

Gambar contoh: Antalgin generik

Dosis Metampiron

Umumnya tersedia dalam bentuk tablet antalgin 500mg, adapaun penggunaan dosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

Dosis pada dewasa untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri adalah 500 mg sekali minum, dan dapat diminum setiap 8 jam artinya 3 kali sehari. Pada anak-anak yang memiliki berat badan setengah dari berat badan dewasa (20-30 kg) dapat menggunakan antalgin dengan dosis setengah dari dosis dewasa di atas, yaitu 3×250 mg sehari tiga kali.

Jangan menggunakan obat ini dalam jangka waktu yang panjang, karena dapat menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan. Jadi, apabila rasa sakit tak kunjung reda atau hilang timbul, maka sebaiknya periksakan kondisi Anda ke dokter.

Efek Samping Antalgin

Obat antalgin ini dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama apabila diminum secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang. Beberapa efek samping antalgin antara lain:

  • Radang lambung rasa perih atau sakit pada uluhati (gastritis) alias sakit maag
  • Hiperhidrosis keringat berlebih
  • Retensi cairan dan garam dalam tubuh
  • Reaksi alergi bagi mereka yang rentan atau sensitif, berupa gatal pada kulit, kemerahan atau edema angioneurotik.

Pada pemakaian antlagin dalam jangka waktu panjang secara teratur, metampiron dapat menimbulkan kasus agranulositosis. Untuk mendeteksi masalah ini, diperlukan pemeriksaan darah secara teratur. Jika hal ini terjadi, maka penggunaan obat ini harus segera dihentikan.

Perhatikan juga bahwa walaupun antalgin adalah obat pereda nyeri, namun obat ini tidak untuk mengobati rasa nyeri otot pada gejala-gejala flu dan tidak untuk mengobati kondisi rematik, lumbago, sakit punggung, bursitis, dan sindroma bahu-lengan.

Pada pemakaian dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan sindrom neuropathy, namun untungnya dapat berangsur menghilang apabila pengobatan dihentikan.

Harus hati-hati menggunakan antalgin pada penderita yang pernah mengalami masalah pada pembentukan darah ataupun kelainan pada darah, juga hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal.

Apabila metampiron ini digunakan dalam jangka waktu yang panjang, maka perlu dilakukan pemeriksaan fungsi hati dan darah untuk deteksi dini masalah efek samping yang mungkin berbahaya.