Antasida adalah obat maag penetral asam lambung sehingga dapat digunakan untuk meringankan gejala maag seperti perih di ulu hati, rasa panas pada perut kiri atas, mulas, mual-mual dan kembung. Obat ini dapat dibeli bebas tanpa memerlukan resep dokter.

Ini merupakan salah satu obat yang banyak digunakan di tengah masyarakat kita, antasida doen mudah didapat di toko obat, ataupun apotek tanpa memerlukan resep dokter karena memang bebas penggunaannya. Namun Anda harus selalu memperhatikan aturan pakai, indikasi, kontraindikasi, dan juga efek samping antasida doen.

Berikut ini akan kami sajikan hal-hal penting yang berkaitan dengan obat antasida ini, yang meliputi: Komposisi, Indikasi dan Kotra, Cara Penggunaan (Dosis), dan Efek samping.

Komposisi

Terdapat 2 jenis sediaan, yaitu tablet dan syrup, dalam satu sendok takar (5 ml) atau satu tablet mengandung:

  • Alluminium Hidroksida : 200 mg
  • Magnesium Hidroksida : 200 mg
obat antasida doen

antasida doen tablet

Indikasi Antasida Doen

Mungkin banyak yang belum mengetahui apa kegunaan obat antasida doen? Sesuai dengan namanya, antasida (anta = anti, dan Sida = Acid/asam) secara kasar kita artikan sebagai anti asam, maksudnya adalah anti asam lambung, jadi antasida adalah obat penetral asam lambung.

Obat ini digunakan untuk mengobati gejala akibat tingginya kadar asam lambung seperti sakit perut (uluhati), mulas, dan gangguan pencernaan. Antasida doen juga digunakan untuk meredakan gejala gas yang berlebihan dalam saluran pencernaan seperti bersendawa, kembung, dan rasa penuh pada perut.

Juga sebagai obat yang digunakan untuk menurunkan asam lambung untuk membantu penyembuhan tukak lambung, ataupun tukak usus dua belas jari (duodenum).

Obat maag antasida yang mengandung Aluminium dan Magnesium ini bekerja dengan cepat menurunkan asam dalam lambung. Antasida cair (syrup) biasanya bekerja lebih cepat dan lebih baik daripada tablet atau kapsul.

Antasida hanya bekerja pada asam yang ada di lambung dan tidak memiliki peran mencegah produksi asam. Adapun obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung antara lain H2 blocker seperti cimetidine / ranitidin dan proton pump inhibitor seperti omeprazole. Inilah obat-obatan yang sering digunakan untuk mengobati sakit maag.

Bolehkah antasida untuk ibu hamil?

Antasida tergolong obat yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Masalah asam lambung pada ibu hamil bisa diatasi dengan aman menggunakan obat ini, baik yang berbentuk cair maupun tablet. Namun alangkah lebih baiknya jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Dosis dan Cara Penggunaan

Antasida diambil melalui mulut, untuk obat sediaan tablet dikunyah terlebih dahulu sebelum di telan, sedangkan antasida doen yang berbentuk cair, botol kemasan harus dikocok terlebih dahulu sebelum diminum.

Dosis: 

  • Dewasa : 3 – 4 kali sehari 1 – 2 tablet atau 1 – 2 sendok takar suspensi (sirup);
  • Anak 6 – 12 tahun : 3 – 4 kali sehari ½ – 1 tablet atau ½-1 sendok takar suspensi.

Waktu Minum:

  • Satu jam sebelum makan, atau dua jam setelah makan, dan sebelum tidur.
  • Hentikan apabila gejala sudah sembuh.

Antasida doen dapat bereaksi dengan obat lain (misalnya, digoxin, besi, antibiotik tetrasiklin, antibiotik kuinolon seperti ciprofloxacin), yakni mengurangi penyerapan obat-obat tersebut oleh tubuh. Bicarakan dengan dokter atau apoteker tentang cara menjadwalkan obat untuk mencegah masalah ini.

Perubahan gaya hidup seperti program pengurangan stres, berhenti merokok, membatasi alkohol, dan perubahan diet (misalnya, makan teratur, menghindari kafein, makanan berlemak, rempah-rempah tertentu) dapat meningkatkan efektivitas obat ini sehingga pengobatan sakit maag dapat berhasil.

Jika masalah asam lambung menetap atau memburuk setelah minum obat ini selama 1 minggu, atau Anda mengakhawatirkan kondisi Anda, maka hubungi dokter. Jika Anda menggunakan obat ini secara teratur setiap hari selama lebih dari 2 minggu, dan masalah Anda tak juga selesai, maka mungkin Anda memiliki masalah medis yang memerlukan perawatan yang berbeda.

Efek Samping Antasida

Jangan asal menggunakannya, obat ini tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki alergi terhadap komponen obat. Di samping itu, penggunaan antasida harus dipertimbangkan (tanya dokter), pada kondisi-kondisi dibawah ini:

  • Memiliki masalah pada ginjal
  • Sering minum alkohol
  • Dehidrasi (kekurangan Cairan)

Adapun efek samping antasida yang bisa muncul antara lain:

  • Magnesium dalam antasida dapat menyebabkan diare. Namun efek samping ini dapat diminimalisir dengan kandungan aluminium di dalamnya.
  • Aluminium dalam produk ini dapat menyebabkan sembelit. Untuk meminimalkan sembelit, minum banyak cairan dan olahraga.

Aluminium dalam obat ini dapat mengikat fosfat di dalam usus. Hal ini dapat menyebabkan kadar fosfat tubuh menjadi rendah, terutama jika menggunakan obat ini dalam dosis besar dan untuk waktu yang lama.

Konsultasikan dengan dokter segera, apabila Anda memiliki gejala kekurangan fosfat seperti tidak nafsu makan, kelelahan, dan lemah otot. Juga apabila mengalami gejala yang lebih serius seperti pusing atau pingsan.

Petunjuk Penyimpanan

Produk cair dapat disimpan dalam lemari es untuk meningkatkan rasa. Jangan dibekukan. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat ini dari jangkaun anak-anak dan hewan peliharaan.