Aspar-K adalah merek obat yang mengandung kalium l-aspatate, digunakan untuk suplementasi kalium pada kondisi kekurangan ataupun penyakit-penyakit yang menyebabkan kalium rendah. Penyakit hati, jantung, kelelahan fisik, masa penyembuhan, dan muntah-muntah merupakan beberapa kondisi yang bisa diindikasikan penggunaan Aspar-K.

Mengenal Obat Aspar-K

Di apotek, Aspar-K tersedia dalam bentuk tablet oral dengan komposisi sebagai berikut.

  • Asprak-K 300 mg mengandung kalium L-aspatate 300 mg untuk setiap tabletnya. Konposisi ini mengandung ion kalium 1,8 mEq.

aspar-K

Kalium adalah salah satu elektrolit utama dalam sel, berperan dalam menginduksi aksi potensial pada membran sel, transmisi impuls pada saraf, menjaga keseimbangan osmotik, mengontrol keseimbangan asam-basa dan berbagai reaksi kimia dalam tubuh.

Ketika sel darah merah digunakan sebagai sampel untuk meneliti transportasi kalium ke dalam jaringan, Kalium L-aspartat membuktikan penyerapan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kalium klorida (sumber kalium biasa).

Indikasi

Aspar-K obat apa? Secara umum obat ini digunakan untuk membantu meningkatkan kadar ion kalium dalam darah pada orang yang kekurangan kalium / hipokalemia.

Aspar-K digunakan pada penyakit-penyakit dan gejala berikut ini, karena kondisi tersebut sering kali disertai dengan ketidakseimbangan elektrolit, terutama kalium:

  • Penyakit jantung, seperti jantung koroner, CHF, dan lain-lain.
  • Penyakit hati (liver)
  • Tetraplegia periodik atau lumpuh anggota gerak karena hipokalemia, baca juga: Paralisis
  • Hipokalemia karena penggunaan obat diuretik anti-hipertensi, steroid, digitalis dan insulin dalam jangka waktu yang panjang.
  • Gangguan metabolisme kalium lainnya, misalnya pada pasien sebelum dan setelah operasi, pasien diare dan muntah.

Kekurangan kalium dapat diamati tanda-tandanya seperti kelemahan otot, lesu, pusing, dan disorientasi. Kekurangan kalium parah menyebabkan denyut jantung tidak teratur dan sembelit.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat Aspar-K, kondisi-kondisi dibawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Pasien dengan penyakit Addison yang tidak diobati.
  • Pasien dengan hiperkalemia atau kelebihan kalium.
  • Pasien dengan hipersensitivitas atau alergi terhadap komponen obat.

( ! ) Aspar-K tergolong obat keras, penggunaannya harus berdasarkan rekomendasi dokter.

Dosis Aspar-K

Dosis harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 1 sampai 3 tablet tiga kali sehari.  Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi pasien.

Hendaknya obat ini dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau segera setelah makan. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal gunakan interval yang sama antar dosis, hal ini bisa dicapai dengan mengonsumsi obat pada jam yang sama setiap harinya.

Efek Samping Aspar-K

Seperti halnya obat-obatan lain, Aspar-K juga berpotensi menimbulkan efek samping. Efek samping yang biasa ditemui biasanya terkait dengan gangguan -pencernaan dan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), seperti:

  • Mual-mual
  • Nafsu makan turun
  • Diare
  • Rasa tidak nyaman pada daerah dada sebelah kiri (daerah jantung)
  • Gejala-gejala kelebihan kalium (hiperkalemia)
  • Ruam kemerahan pada kulit.

Informasi Keamanan Obat

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, perhatikanlah beberapa aspek keamanan obat berikut ini:

  • Anda harus selalu berkonsultasi dengan profesional medis sebelum menggunakan suplemen atau obat apapun. Jangan menggunakan kalium l-aspartat (Aspar-K) jika Anda sedang menjadi pengobatan untuk tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif, penyakit ginjal, atau diuretik.
  • Perlu pengawasan yang ketat dari dokter, apabila digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kadar elektrolit pada darah dan urin sebelum dan selama menggunakan Aspar-K.
  • Hati-hati apabila digunakan bersamaan dengan obat-obatan golongan antialdosteron, amiloride, triamterene, oxybutynin, spironolakton. Interaksi yang terjadi dengan obat-obatan tersebut adalah potensi menyebabkan hiperkalemia atau meningkatnya kadar kalium darah yang berlebihan sehingga bisa berbahaya.