Obat aspirin atau asetosal merupakan obat golongan Antiiflamasi non-steroid yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit (analgesik), mengatasi demam (antipiretik) dan mengatasi peradangan (antiinflamasi). Pada dosis rendah aspirin dapat digunakan untuk mengatasi trombosis (antitrombotik) sehingga dapat juga digunakan untuk mencegah serangan jantung.

Daftar Isi:

Mengenal Aspirin

Aspirin adalah obat antiinflamasi yang menghambat pembentukan prostaglandin. Aspirin bekerja dengan cara menghambat enzim COX (siklooksigenase). Sistem enzim COX merupakan enzim yang berperan dalam pembentukan prostaglandin, dengan kerja penghambatan ini maka Aspirin dapat menghasilkan efek analgesik, antipiretik, antiinflamasi, dan antitrombotik.

aspirin

contoh: Aspirin

Setelah pemakaian oral sebagian Aspirin akan diabsorpsi dengan cepat di lambung, sementara sebagian lagi diabsorpsi di usus halus. Efek obat maksimal dapat dicapai kira – kira pada 2 jam setelah pemakaian. Setelah diabsorpsi obat segera menyebar ke seluruh tubuh, sekitar 80% akan terikat pada albumin kemudian dihidrolisis di hati menjadi asam salisilat dan dieksresi melalui ginjal, keringat dan empedu.

Indikasi Aspirin

Fungsi aspirin adalah sebagai obat analgesik, antipiretik, antiinflamasi, dan antitrombotik, oleh karena itu kegunaan aspirin adalah untuk mengatasi rasa sakit, untuk mengatasi demam, untuk mengatasi peradangan tulang dan sendi, untuk mengatasi serangan jantung dan stroke. Selain kegunaan tersebut manfaat aspirin lainya adalah aspirin untuk jerawat karena aspirin memiliki kandungan aktif asam salisilat yang dapat digunakan untuk mengecilkan pori –pori pada wajah serta mengatasi peradangan dan penggumpalan darah pada jerawat.

Kontraindikasi

Aspirin tidak boleh diberikan pada penderita yang diketahui :

  • mempunyai riwayat alergi terhadap aspirin atau komponen salisilat
  • mempunyai riwayat asma
  • mempunyai riwayat sakit maag dan tukak lambung
  • mempunyai kelainan perdarahan
  • mempunyai gangguan fungsi hati
  • mempunyai gangguan fungsi ginjal
  • mempunyai gagal jantung
  • ibu hamil dan menyusui

Dosis Aspirin

Aspirin tersedia dalam bentuk tablet, dengan dosis aspirin yang tersedia adalah aspirin 80 mg, aspirin 320 mg, dan aspirin 500 mg. Adapun dosis aspirin yang sering digunakan untuk pasien dewasa antara lain :

  • Bagi penderita nyeri dan demam dosis yang dianjurkan adalah 320 mg sampai 500 mg yang diberikan sebanyak 3 sampai 4 kali sehari
  • Bagi penderita radang tulang dan sendi dosis yang dianjurkan adalah 1000 mg yang diberikan sebanyak 3 kali sehari
  • Bagi penderita serangan jantung dosis yang dianjurkan adalah 160 mg sampai 320 mg yang diberikan sebanyak 1 kali sehari (pada saat serangan) dan 80 mg yang diberikan sebanyak 1 kali sehari (sebagai rumatan)
  • Bagi penderita penyakit stroke dosis yang dianjurkan adalah 160 mg sampai 320 mg yang diberikan sebanyak 1 kali sehari (dalam waktu 48 jam setelah serangan) dan 80 mg yang diberikan sebanyak 1 kali sehari (sebagai rumatan)

Dosis aspirin yang dapat digunakan pada pasien anak – anak yaitu :

  • Bagi penderita penyakit Kawasaki dosis yang dianjurkan adalah 20 -25 mg/Kg berat badan yang diberikan sebanyak 4 kali sehari selama 14 hari (pada saat demam) dan 3 -6 mg/Kg berat badan yang diberikan sebanyak 1 kali sehari (sebagai rumatan)
  • Dosis obat yang merupakan ambang batas terjadinya keracunan adalah 200 mg/Kg berat badan

Efek Samping Aspirin

Efek samping aspirin yang dapat terjadi antara lain :

  • Alergi berupa biduran hingga sindrom StevenJohnsons
  • Serangan asma dan sesak napas
  • Rasa tidak nyaman pada lambung
  • Perdarahan spontan dan perdarahan saluran cerna
  • Gangguang fungsi hati
  • Gangguang fungsi ginjal

Informasi Keamanan

  • Obat Aspirin sebaiknya diminum setelah makan, bersamaan dengan makanan, atau bersmaan dengan obat antasida untuk meminimalkan iritasi lambung
  • Obat ini sebaiknya tidak diminum bersama alkohol karena berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya pendarahan
  • Sebaiknya tidak digunakan oleh anak – anak dan remaja karena berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya sindrom Reye, kecuali pada penyakit Kawasaki
  • Tidak baik digunakan oleh ibu hamil karena dapat menembus plasenta yang dapat menimbulkan efek berbahaya terhadap janin
  • Aspirin sebaiknya tidak digunakan oleh ibu menyusui karena dapat menembus kelenjar susu yang dapat menimbulkan efek berbahaya terhadap bayi