Azithromycin adalah obat antibiotik golongan makrolida yang diresepkan dokter untuk mengobati penyakit infeksi akibat bakteri, seperti infeksi saluran nafas (bronkitis dan pneumonia), sinusitis, radang tenggorokan, amandel, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan kelamin.

Mengenal Obat Azithromycin

Azithromycin (baca: Azitromisin) merupakan antibiotik yang dapat mencegah bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cara mengganggu sintesis protein bakteri. Azithromycin mengikat subunit 50S ribosom bakteri, sehingga menghambat terjemahan dari mRNA.

azithromycin

Seperti antibiotik lainnya, untuk mencegah penyebaran infeksi yang resistan terhadap obat, Food and Drug Administration (FDA) sangat menyarankan dokter untuk meresepkan obat ini hanya ketika ada bukti, atau dugaan kuat, bahwa infeksi disebabkan oleh bakteri dan bakteri teersebut masih sensitif terhadap azitromisin.

Di apotek, obat Azithromycin tersedia dalam sediaan tablet, kapsul, syrup, dan cairan injeksi dengan nama generik dan juga beberapa merek dagang.

Indikasi atau Kegunaan

Azithromycin digunakan untuk mengobati berbagai penyakit infeksi bakteri, termasuk:

  • Pencegahan dan pengobatan eksaserbasi akut dari penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) akibat H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae . Manfaat profilaksis jangka panjang harus ditimbang sesuai dengan kondisi pasien terhadap risiko efek samping kardiovaskular dan lainnya.
  • Sinusitis bakteri akut karena H. influenzae , M. catarrhalis , atau S. pneumoniae.
  • Community-acquired pneumonia akibat C. pneumoniae , H. influenzae , M. pneumoniae , atau S. pneumoniae.
  • Otitis media akut yang disebabkan oleh H. influenzae , M. catarrhalis atau S. pneumoniae. Azitromisin bukanlah obat lini pertama untuk kondisi ini. Amoksisilin atau antibiotik beta laktam lainnya umumnya lebih dipilih.
  • Faringitis atau tonsilitis yang disebabkan oleh S. pyogenes sebagai alternatif lini pertama terapi pada individu yang tidak dapat menggunakan terapi lini pertama.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi akibat S. aureus , S. pyogenes , atau S. agalactiae
  • Uretritis dan servisitis karena C. trachomatis atau N. gonorrhoeae
  • Penyakit kelamin ulkus (chancroid) atau sifilis pada pria karena H. ducreyi
  • Dalam kombinasi dengan ceftriaxone, Azithromycin adalah bagian dari pengobatan gonore atau ‘raja singa’. Azitromisin aktif sebagai monoterapi dalam banyak kasus, tetapi kombinasi dengan ceftriaxone atau cefixime direkomendasikan berdasarkan penghalang yang relatif rendah untuk pengembangan resistensi bakteri penyebab.

Kontraindikasi

Penggunaan azithromycin merupakan kontraindikasi (tidak  boleh) pada pasien dengan hipersensitivitas atau alergi terhadap azitromisin, eritromisin, atau obat golongan makrolida lain atau terhadap komponen lain dari obat.

Dosis azithromycin dan Cara Pemakaian

Dosis Dewasa

Pada kasus uretritis dan servisitis oleh Chlamydia trachomatis dosis yang dianjurkan adalah 1000 mg sebagai dosis tunggal.

Untuk semua indikasi lain dosisnya adalah 1500 mg, diberikan 500 mg per hari selama tiga hari berturut-turut. Sebagai alternatif dosis total yang sama (1500 mg) juga dapat diberikan selama jangka waktu lima hari dengan 500 mg pada hari pertama dan 250 mg pada hari kedua sampai kelima.

Dosis azithromycin untuk anak-anak

Azitromisin tablet seharusnya hanya diberikan kepada anak-anak dengan berat lebih dari 45 kg seperti halnya dosis dewasa. Untuk anak di bawah 45 kg dapat digunakan bentuk sediaan obat azitromisin lainnya, misalnya suspensi. Dosis anak- anak 10 mg/ kg BB/ hari, sekali sehari selama 3 hari atau sesuai petunjuk dokter.

Pada pasien dengan gangguan ginjal

Tidak diperlukan penyesuaian dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal ringan hingga sedang (GFR 10-80 ml / min).

Pada pasien dengan gangguan hati

Tidak diperlukan penyesuaian dosis untuk pasien dengan gangguan fungsi hati ringan hingga sedang.

Efek Samping Azithromycin

Seperti halnya obat-obatan lain, azithromycin juga berpotensi menimbulkan efek samping. Adapun efek samping yang umum adalah diare (5%), mual (3%), nyeri perut (3%), dan muntah. Kurang dari 1% dari orang berhenti minum obat karena efek samping.

Dapatkan bantuan medis darurat segera jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • Sakit dada
  • Kejang
  • Pembengkakan kaki atau pergelangan kaki
  • Radang usus besar (gejala termasuk sakit perut, diare berat, kelelahan)
  • Tertimbunnya cairan antara paru-paru dan dinding dada (gejala termasuk nyeri dada atau berat, atau kesulitan bernapas)
  • Sel darah putih rendah (ini biasanya ditemukan pada pemeriksaan darah, gejala yang dapat diamati termasuk kelemahan, kelelahan, sesak napas, atau infeksi yang tak kunjung sembuh).

Peringatan dan Perhatian

  • Azithromycin dapat menyebabkan perubahan abnormal pada aktivitas listrik jantung, yang dapat menyebabkan ritme jantung tak teratur. Oleh sebab itu beritahu dokter jika Anda memiliki masalah irama jantung atau detak jantung tak teratur sebelum menggunakan obat ini.
  • Alkohol dapat meningkatkan atau memperburuk efek samping yang disebabkan oleh azitromisin, seperti pusing dan sakit perut.
  • Azithromycin umumnya aman untuk ibu hamil. Namun Anda harus memberitahu dokter jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil sebelum menggunakan obat ini.
  • Apakah azitromisin ditemukan dalam ASI masih belum diketahui. Oleh sebab itu konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menyusui sebelum menggunakan obat ini.
  • Hati-hati dengan interaksi obat, beritahu dokter atau apoteker jika Anda sedang menggunakan obat lainnya.