Baik yang akut ataupun yang kronis, tanda-tanda dan gejala bronkitis relatif sama. Hanya saja ada sedikit perbedaan, di mana bronkitis akut berlangsung singkat dalam hitungan minggu dengan diiringi gejala yang lebih berat. Sedangkan pada bronkitis kronis, penyakit berlangsung berbulan-bulan dan dengan gejala yang lebih ringan namun pasti menimbulkan kerusakan.

Penjelasan Mengenai Gejala Bronkitis Akut dan Kronis

gejala bronkitis akut dan kronis

Batuk Berdahak

Ini adalah gejala utama bronkitis, pada awalnya batuk tidak berdahak lama kelamaan muncul lendir-lendir dan dahak bisa berwarna jernih atau putih pada awalnya, seiring perkembangan penyakit dahak bisa berubah warna menjadi kuning lalu kehijauan. Pada kasus yang lebih berat dahak bisa disertai dengan bercak darah. Baca: Batuk Berdahak: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Sesak Nafas

Peradangan yang disebabkan oleh infeksi akan menyebabkan penyempitan saluran nafas akibat peradangan dan akumulasi dahak untuk mengusir bakteri, semua ini dapat menyebabkan sesak napas selama serangan bronkitis. Baca: Berbagai Penyebab Sesak Nafas

Kelelahan

Karena bronkitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi, maka sebagian besar dari energi tubuh dan nutrisi digunakan untuk melawan infeksi, sehingga menguras cadangan energi sampai-sampai menyebabkan kelelahan. Kekurangan oksigen yang dihasilkan dari peradangan dan penurunan fungsi paru-paru selama bronkitis juga memberikan kontribusi membuat Anda lelah, lesu dan lemah.

Demam dan Menggigil

Infeksi dan demam tinggi biasa terjadi ketika seseorang terserang flu. Sedangkan pada bronkitis, demam yang terjadi sedikit lebih tinggi dan terkadang bisa sampai menggigil, namun demam yang sangat tinggi tidak selalu menunjukkan adanya bronkitis namun bisa jadi masalah lain yang lebih serius. Faktor pembeda utama antara bronchitis dan flu adalah demam tinggi ini.

Ketidaknyamanan dan Nyeri Dada

Infeksi, peradangan, susah bernafas dan terhalangnya saluran nafas berarti akan membuat Anda harus bekerja lebih keras untuk memindahkan udara keluar masuk paru-paru. Ini sering mengakibatkan ketidaknyamanan, ketegangan atau nyeri di dada, otot-otot perut atau otot antara tulang rusuk yang membantu dalam mengeluarkan udara. Selain itu, radang paru-paru dan kelenjar getah bening itu sendiri dapat membuat nyeri atau sakit saat ada sentuhan pada daerah tersebut. Baca: Kenali Penyebab Nyeri Dada yang Anda Alami

Jika Anda memiliki bronkitis akut, maka gejala batuk akan begitu mengganggu yang tetap ada selama beberapa minggu setelah peradangan menyembuh. Sedangkan pada bronkitis kronis batuk berdahak berlangsung setidaknya tiga bulan, dengan serangan berulang terjadi selama sedikitnya dua tahun berturut-turut.

Jika Anda memiliki bronkitis kronis, Anda mungkin akan mengalami periode dimana tanda-tanda dan gejala menjadi lebih buruk. Pada saat itu, Anda mungkin mengalami bronkitis akut di atas bronkitis kronis, kondisi ini disebut dengan bronkitis kronis eksaserbasi akut.

Kapan harus ke dokter?

Temui dokter Anda jika batuk:

  • Berlangsung lebih dari tiga minggu
  • Menganggu tidur
  • Disertai dengan demam tinggi dari 100,4 F (38 C)
  • Menghasilkan dahak yang berubah warna menjadi kuning atau kehijauan
  • Adanya darah dalam dahak
  • Menyebabkan mengi atau sesak napas.

Pengobatan Bronkitis Akut sebagian besar ditujukan untuk mengurangi gejala dan ketidaknyamanan ketika tubuh melawan infeksi virus. Obat Antiinflamasi Non-steroid dan obat penghilang rasa sakit akan digunakan untuk membantu Anda merasa lebih baik sementara tubuh menyembuhkan dirinya.

Lebih baik untuk segera memeriksakan diri guna mendapatkan perawatan cepat guna mendapatkan kesembuhan sesegera mungkin.