Sebagian besar penyakit bronkitis tidak memerlukan pengobatan oleh dokter, karena setiap gejala yang muncul dapat dengan mudah dikelola di rumah. Bahkan tidak ada obat bronkitis yang secara tunggal dapat menyembuhkan, tetapi juga harus diiringi dengan gaya hidup sehat seperti menjauhi asap rokok.

Bagaimana Mengobati Bronkitis di rumah?

Bagi yang mengidap penyakit bronkitis ikutilah tips sederhana berikut agar penyembuhan lebih cepat:

  • Banyak beristirahat – Hal ini penting agar tubuh memiliki tenaga yang benar-benar digunakan untuk melawan penyakit.
  • Banyak minum cairan  –  ini akan membantu mencegah dehidrasi dan mengencerkan lendir dan dahak di paru-paru, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan ketika batuk.
  • Minum obat bronkitis untuk meringankan gejala seperti sakit kepala, demam, dan pegal-pegal dengan parasetamol atau  ibuprofen  –  meskipun ibuprofen tidak dianjurkan jika Anda memiliki asma.

Ada sedikit bukti bahwa obat batuk dapat digunakan untuk meringankan gejala batuk pada bronkitis. Tapi ingat harus hati-hati dalam penggunaannya, dan pada anak-anak obat ini tidak dianjurkan.

Lebih lanjut silahkan baca beberapa artikel berikut:

Sebagai obat batuk alternatif cobalah ramuan alami yang terdiri dari madu dan lemon, yang dapat membantu menenangkan  sakit tenggorokan dan juga batuk-batuk.

Berhenti merokok

obat bronkitis dengan berhenti merokok

Jika Anda merokok, Anda harus berhenti segera. Merokok akan memperburuk bronkitis dan meningkatkan risiko semakin bertambah panjangnya penyakit ini (menjadi bronkitis kronis). Ini adalah kesempatan yang baik untuk memulai berhenti merokok.

Minum Antibiotik

Meskipun pengobatan dari dokter umum jarang diperlukan, mungkin ada saat-saat ketika Anda harus pergi ke dokter, yaitu ketika:

  • Batuk sangat berat atau berlangsung lebih dari tiga minggu
  • Mengalami demam konstan (suhu 38 ° C  atau lebih) selama lebih dari tiga hari  –  ini mungkin merupakan tanda dari flu atau kondisi yang lebih serius, seperti pneumonia
  • Batuk lendir bernoda darah, baca batuk berdarah
  • Napas cepat (lebih dari 30 napas permenit) atau nyeri dada
  • Menjadi mengantuk atau bingung
  • Serangan bronchitis berulang.

Dokter tidak akan secara rutin meresepkan antibiotik , bronkitis hampir selalu disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak berpengaruh pada virus, dan apabila memaksakan menggunakan antibiotik padahal tidak perlu, dari waktu ke waktu, bisa membuat bakteri lebih tahan terhadap pengobatan antibiotik sehingga menjadi resisten.

Dokter hanya akan meresepkan antibiotik jika Anda memiliki peningkatan risiko mengembangkan komplikasi, seperti pneumonia. Antibiotik dapat direkomendasikan untuk:

  • bayi prematur
  • orang tua di atas usia 80 tahun
  • orang dengan riwayat penyakit jantung, paru-paru, ginjal atau penyakit hati
  • orang dengan sistem kekebalan yang lemah, yang bisa menjadi hasil dari kondisi yang mendasarinya atau efek samping dari pengobatan seperti obat steroid

Jika Anda diresepkan antibiotik sebagai obat bronkitis, maka biasanya memerlukan waktu selama lima hari dengan antibiotik amoksisilin, oxytetracycline atau doxycycline. Kemungkinan efek samping dari obat-obatan ini termasuk mual, muntah dan diare, tetapi mereka jarang.

Obat Bronkitis kronis

Bronkitis kronis diperlakukan dengan cara yang sama seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Sebagai contoh:

  • jenis obat yang disebut mukolitik dapat digunakan untuk membuat dahak menjadi lebih encer sehingga mudah untuk dikeluarkan saat batuk. Contoh obatnya ambroxol.
  • Program latihan yang dikenal sebagai rehabilitasi paru di bagian fisioterapi dapat membantu mengatasi gejala agar lebih membaik.

Berhenti merokok juga sangat penting jika Anda telah didiagnosis dengan bronchitis kronis atau PPOK karena rokok adalah penyebab utama dari penyakit ini.