Obat captopril begitu populer di kalangan masyarakat kita, terutama yang memiliki tekanan darah tinggi. Ya, ini merupakan obat darah tinggi yang sering diresepkan, mudah didapat dengan harga yang relatif murah. Namun beberapa mengeluhkan tidak cocok dengan obat ini karena salah satu efek samping captopril menimbulkan batuk.

Mengenal Captopril

Captopril adalah salah satu contoh obat darah tinggi golongan ACE inhibitor, obat ini bekerja dengan cara mengikat dan menghambat angiotensin-converting enzyme. Hal ini untuk mencegah konversi angiotensin I menjadi angiotensin II dan dengan demikian membantu untuk menurunkan tekanan darah.

obat captopril

Angiotensin I adalah peptida kecil, yang berisi hanya sepuluh asam amino. Dua asam amino lain kemudian dihapus oleh angiotensin-converting enzyme (ACE) untuk menghasilkan angiotensin II. Hormon ini menyebabkan otot-otot sekitar pembuluh darah berkontraksi sangat kuat sebagai akibatnya meningkatkan tekanan darah. Nahm proses inilah yang akan dicegah oleh Captopril (ACE Inhibitor).

Indikasi Captopril

Captopril digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal. Obat captopril juga digunakan untuk mengobati gagal jantung, melindungi ginjal dari bahaya akibat diabetes, dan untuk meningkatkan kelangsungan hidup setelah serangan jantung.

Captopril dapat digunakan sebagai kombinasi dengan obat darah tingg lainnya, seperti kombinasi dengan diuretik (pil kencing) contohnya hydrochlorothiazide, yakni ketika salah satu obat belum dapat mengontrol tekanan darah atau gagal jantung kongestif.

Dokter mungkin menyarankan obat captopril ini untuk mengobati penyakit lain selain yang tercantum dalam artikel ini.

Jangan memberikan obat ini kepada orang lain, bahkan jika mereka memiliki gejala yang sama seperti yang Anda alami. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan captopril.

Kontraindikasi

Obat kaptopril tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif atau alergi terhadapnya atau alergi terhadap obat ACE Inhibitor lainnya (misalnya, seorang pasien yang telah mengalami angioedema (bengkak pada wajah dan sesak nafas selama terapi dengan inhibitor ACE).

Alergi juga bisa ditandai dengan gatal-gatal pada kulit, mata bengkak, gatal ditenggorokan yang mencetuskan keluhan batuk-batuk.

Dosis Captopril dan Cara Penggunaan

Obat ini sebaiknya diminum pada saat perut kosong (minimal 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan) seperti yang dokter anjurkan, biasanya diminum sebanyak dua sampai tiga kali sehari.

Dosis catopril akan tergantung pada kondisi medis Anda seperti tingkat tekanan darah tinggi dan respon terhadap pengobatan yang diberikan. Umumnya tersedia dalam bentuk tablet captopril 12,5 mg, 25 mg, dan 50 mg ada yang generik dan adapula yang bermerek.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan efek maksimal. Agar Anda tidak lupa, minumlah secara teratur pada waktu yang sama setiap hari. Teruslah minum walaupun tekanan darah mulai turun dan kondisi mulai membaik.

Perlu diketahui bahwa untuk menurunkan tekanan darah tinggi, biasanya membutuhkan waktu hingga 2 minggu baru mendapatkan efek optimal. Untuk pengobatan gagal jantung, mungkin diperlukan waktu beberapa minggu atau bulan sebelum. Beritahu dokter jika kondisi tak kunjung membaik atau malah memburuk (misalnya tekanan darah tak juga turun).

Efek Samping Captopril

Efek samping yang tercantum di bawah tidak dialami oleh semua orang yang minum obat captopril. Efek samping berikut telah dilaporkan oleh setidaknya 1% dari orang yang memakai obat ini. Banyak dari efek samping ini dapat dikelola, dan beberapa mungkin hilang sendiri dari waktu ke waktu.

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping captopril yang parah atau mengganggu:

  • Batuk (kering, persisten)
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Mati rasa
  • Mual
  • Kelelahan yang tidak biasa

Periksa dokter secepat mungkin jika salah satu dari efek samping berikut terjadi:

  • Sakit perut dan kembung
  • Sakit dada
  • Pusing, kunang-kunag, atau pingsan (tanda-tanda tekanan darah rendah)
  • Demam, mual, atau muntah
  • Nyeri sendi
  • Ruam kulit (dengan atau tanpa gatal)

Tanda-tanda terlalu tingginya kadar kalium dalam tubuh sebagai efek samping captopril:

  • Kebingungan
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Gugup
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan, kaki, atau bibir
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Kelemahan atau berat di kaki

Berhenti minum obat dan mencari perhatian medis segera jika salah satu dari berikut terjadi:

  • Tiba-tiba kesulitan menelan atau bernapas
  • Demam dan menggigil
  • Suara serak
  • Tanda-tanda angioedema (misalnya, pembengkakan wajah, mulut, tangan, atau kaki)
  • Sakit perut, gatal-gatal pada kulit, atau mata kuning atau kulit

Informasi Keamanan

Sebelum Anda mulai menggunakan captopril, pastikan untuk memberitahu dokter mengenai kondisi medis atau alergi obat yang mungkin Anda miliki. Beritahu juga apakah Anda sedang hamil atau menyusui, dan apapun tentang kesehatan Anda. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi keamanan penggunaan obat ini.

Ibu Hamil: Wanita hamil tidak boleh menggunakan obat ACE inhibitor. Jika Anda baru tahu bahwa Anda sedang hamil, berhentilah minum captopril dan sekaligus berkonsultasi dengan dokter.

Ibu Menyusui: Sejumlah kecil  (1%) kaptopril yang diminum ibu akan diteruskan dari ibu ke bayi melalui ASI. Namun apakah berpengaruh bahaya atau tidak belum dapat dipastikan. Bicaralah dengan dokter Anda apakah boleh minum captopril saat menyusui.