Obat Cefadroxil adalah antibiotik yang termasuk dalam golongan cephalosporin generasi pertama. Obat ini biasa diresepkan oleh dokter untuk mengatasi infeksi bakteri yang terjadi pada saluran pernapasan, dan pada saluran kemih dan kelamin. Artikel ini akan mejelaskan secara ringkas mengenai cefadroxil obat apa, beserta hal – hal lainnya yang penting.

Daftar Isi:

obat cefadroxil

Mengenal Cefadroxil

Cefadroxil (baca: sefadroksil) merupakan antibotik yang merupakan turunan dari cefalexin. Antibiotik ini memiliki mekanisme kerja menghambat pembentukan protein yang terjadi pada dinding sel bakteri. Melalui mekanisme kerja tersebut cefadroxil memiliki efek bakterisidal berpektrum luas yang dapat memastikan bakteri bakteri gram positif maupun gram negatif.

Setelah diminum secara oral, obat Cefadroxil akan dengan baik diabsorpsi oleh tubuh. Absorpsi obat ini tidak dipengaruhi oleh makanan maupun asam lambung, dan konsentrasi maksimal di dalam darah sudah dapat tercapai dalam waktu kisaran 1,5 jam setelah pemberian dosis tunggal 500 mg dan dalam waktu kisaran 2 jam setelah pemberian dosis tunggal 1 gram.

Indikasi Cefadorxil

Cefadroxil diindikasikan untuk pengobatan pasien dengan infeksi yang disebabkan oleh strain akteri yang rentan terhadap antibiotik, seperti [ada:

  • Infeksi saluran kemih  yang disebabkan oleh E. coli ; P. mirabilis, dan Klebsiella spesies.
  • Infeksi Kulit dan struktur kulit seperti impetigo yang disebabkan oleh stafilokokus dan / atau streptokokus.
  • Faringitis (radang tenggorokan) dan / atau tonsilitis (radang amandel) yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes (Group A beta-hemolytic streptococci).

Untuk mengurangi berkembangnya bakteri yang resisten dan menjaga efektivitas cefadroxil sebagai antibiotik, maka penggunaan obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Habiskan semua dosis yang diberikan sesuai aturan pakai. Jangan sembarangan membeli obat ini tanpa menggunakan resep dokter.

Kontraindikasi

Tidak semua orang bisa menggunakan obat ini, bagi yang memiliki kondisi di bawah ini dilarang menggunakannya :

  • Penderita penyakit infeksi yang mempunyai riwayat alergi terhadap cefadroxil atau komponen obatnya
  • Penderita penyakit infeksi yang mempunyai riwayat alergi terhadap antibiotik lain yang termasuk golongan betalaktam dan cephalosporin, seperti cefalexin, amoksisilin, penisilin, dan sebagainya.

( ! ) Jangan gunakan cefadroxil untuk mengobati peyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu, batuk pilek, demam yang belum jelas penyebabnya, dan sebagainya.

Dosis 

Di apotik, obat cefadroxil tersedia dalam bentuk tablet untuk dewasa dan sirup untuk anak-anak. Masing-masing memiliki komposisi pada obat tablet yaitu cefadroxil 500 mg dan cefadroxil 1 gram. Sementara pada sediaan sirup tersedia dalam komposisi cefadroxil 125 mg untuk setiap 5 ml.

Adapun dosis cefadroxil yang dianjurkan antara lain:

  • Obat infeksi pada saluran pernapasan atas: dosis dewasa yang dianjurkan adalah tablet 500 mg yang diberikan sebanyak dua kali sehari atau tablet 1 gram yang diberikan sebanyak satu kali sehari selama 7 sampai 10 hari berturut-turut.
  • Mengobati infeksi pada tenggorokan dosis dewasa yang dianjurkan adalah tablet 500 mg yang diberikan sebanyak dua kali sehari atau tablet 1 gram yang diberikan sebanyak satu kali sehari selama 10 hari berturut
  • Obat infeksi pada kulit dan jaringan lunak dosis dewasa yang dianjurkan adalah tablet 500 mg yang diberikan sebanyak dua kali sehari atau tablet 1 gr yang diberikan sebanyak satu kali sehari.
  • Antibiotik infeksi saluran kemih dan kelamin dosis dewasa yang dianjurkan adalah tablet 1 gr yang diberikan sebanyak dua kali dalam sehari atau 2 tablet 1 gr yang diberikan sebanyak satu kali dalam sehari.
  • Obat penyakit infeksi pada anak dosis anak – anak yang dianjurkan adalah cefadroxil sirup 30 mg/kg berat badan/hari yang pemberiannya dibagi dalam dua dosis.

Efek Samping Cefadroxil

Seperti halnya obat-obatan yang lain, cefadroxil juga memiliki beberapa efek samping, meskipun tidak selalu muncul. Efek samping dapat berupa:

  • Gangguan gastrointestinal. Gejala pencernaan berupa kolitis pseudomembran bisa terjadi selama atau setelah penggunaan antibiotik. Gejala dispepsia, berupa mual dan muntah bisa terjadi meskipun jarang. Di samping itu, diare juga terjadi.
  • Hipersensitivitas atau Alergi. Alergi dalam bentuk ruam, urtikaria, angioedema, dan pruritus bisa terjadi. Reaksi-reaksi ini biasanya mereda setelah penghentian obat. Pada kasus yang parah bisa timbul reaksi anafilaksis dan juga syok anafilaktik.
  • Efek samping lainnya. Kaku pada otot, nyeri pada sendi, sesak napas, demam, menggigil, nyeri seluruh tubuh, perdarahan yang tidak biasa atau memar, diare berdarah, urine berwarna gelap, kulit dan mata menguning.

 

Informasi Keamanan

  • Sebelum menggunakan sefadroksil, beritahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi terhadap penisilin atau sefalosporin lainnya; atau jika Anda memiliki alergi terhadap apapun.
  • Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan aktif, yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lainnya. Bicaralah dengan apoteker untuk informasi lebih detil.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda, terutama pada kasus penyakit ginjal, penyakit usus (kolitis).
  • Harus diberikan secara hati – hati pada penderita yang mengalami gangguan fungsi hati maupun gangguan fungsi ginjal. Oleh sebab itu hati-hati penggunaan obat ini pada Lansia.
  • Gunakan dengan hati – hati pada penderita yang sedang hamil karena data mengenai keamanan yang belum pasti.
  • Obat cefadroxil harus diberikan secara hati – hati pada ibu menyusui karena komponen obat ini dapat ikut keluar bersama ASI. Dikhawatirkan terjadi efek buruk pada kesehatan bayi.
  • Pada pasien diabetes penggunaan obat ini dapat menyebabkan hasil beberapa pemeriksaan glukosa urine menjadi salah. Tanyakan kepada dokter sebelum Anda mengubah diet atau dosis obat diabetes.
  • Cefadroxil dapat mengganggu hasil tes laboratorium tertentu. Pastikan dokter dan petugas laboratorium mengetahui bahwa Anda sedang menggunakan sefadroksil.
  • Gunakan cefadroxil dengan sangat hati-hati pada anak-anak di bawah 10 tahun yang memiliki diare atau infeksi pada lambung atau usus.