Celestamine adalah obat merek yang mengandung betametason dan dexchlorphenamine maleat, tersedia dalam bentuk sirup dan tablet. Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala-gejala alergi dan peradangan seperti rhinitis alergi, dermatitis (eksim) atopik, dermatitis kontak, alergi obat, asma, dan lain-lain.

Mengenal Obat Celestamine

Celemstamine merupakan kombinasi obat anti-inflamasi dan anti-alergi. Betametason adalah kortikosteroid sementara dexchlorphenamine maleat adalah obat antihistamin. Kombinasi kedua obat ini bekerja dengan menekan reaksi sistem kekebalan tubuh dan menghambat kerja histamin yang berperan dalam mekanisme alergi dan peradangan.

celestamine

Ketika histamin dihasilkan, maka tubuh akan mengalami gejala-gejala berupa gatal, pelebaran pembuluh darah, kemerahan dan bengkak pada bagian tubuh yang terlibat, penyempitan saluran nafas (bronkus), mata berair, bersin-bersin, dan sebagainya.

Celsetamine tersedia dalam bentuk tablet untuk dewasa dan sirup untuk dewasa dan anak- anak. Adapun komposisi dari masing-masing kemasan tersebut adalah sebagai berikut:

Celsetamine tablet terdiri dari:

  • Betametason – 250 mcg per tablet
  • Dexchlorphenamine maleat – 2 mg per tablet

Celestamine sirup, dalam setiap 5 ml (satu sendok takar) sirup mengandung:

  • Betamethasone 0.25 mg
  • dexchlorpheniramine maleate 2 mg

Indikasi 

Obat Celestamine diberikan untuk pengobatan dan pengendalian berbagai kondisi kesehatan yang disebabkan oleh alergi dan peradangan, terutama pada saluran pernapasan, kulit, dan mata.

Secara lebih rinci berikut kondisi-kondisi yang dimaksud:

( ! ) Penggunaan Celestamine harus berdasarkan rekomendasi dokter (resep).

Kontraindikasi

Betametason dan dexchlorphenamine maleat yang terkandung dalam Celestamine tidak boleh digunakan (kontraindikasi) pada pasien dengan infeksi jamur sistemik, bayi baru lahir dan prematur, pasien yang menerima terapi MAO inhibitor dan pada mereka yang telah menunjukkan hipersensitivitas atau idiosinkrasi terhadap komponen produk ini atau obat-obatan dari struktur kimia yang mirip.

Dosis Celsetamine dan Cara Penggunaan

Dokter dapat menyarankan dosis tergantung pada riwayat kesehatan dan kondisi medis lainnya, kesehatan fisik secara umum serta obat-obatan yang digunakan saat ini. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari obat ini, aturlah jadwal rutin untuk minum obat. Pastikan bahwa Anda menngonsumsi obat ini pada waktu yang sama setiap harinya.

Dosis Celestamine Tablet:

Dosis umum yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 2-6 tablet setiap hari terbagi dalam 3 dosis atau setara dengan 1-2 tablet sehari 3 kali.

Sesuai dengan perbaikan gejala, dosis harus dikurangi secara bertahap ke tingkat minimum yang diperlukan. Obat harus dihentikan jika memungkin sesuai anjuran dokter.

Dosis Celelestamine Syrup:

  • Dewasa : 3-4 kali sehari 5-10 mL. Dosis maksimal : 40 mL/hari.
  • Anak 6-12 tahun : 3 kali sehari 2.5 mL (setengah sendok takar). Dosis maksimal : 20 mL/hari.
  • Anak 2-6 tahun : 3 kali sehari 1.25-2.5 mL. Dosis maksimal : 15 mL/hari.

Efek Samping Celestamine

Di bawah ini adalah beberapa  efek samping yang dilaporkan dapat terjadi dari penggunaan obat Celestamine:

  • Sedasi dan mengantuk
  • Gangguan cairan dan elektrolit dalam tubuh
  • Tukak lambung, sakit perut, mual, muntah
  • Vertigo, sakit kepala
  • Berkeringat berlebihan, urtikaria
  • Resiko gagal jantung kongestif pada pasien yang rentan
  • Kelemahan otot, kehilangan massa otot, ruptur tendon
  • Osteoporosis, fraktur patologis
  • Gangguan penyembuhan luka
  • Perubahan warna kulit
  • Kulit tipis dan rapuh
  • Distensi abdomen
  • Ketidakteraturan menstruasi
  • Euphoria, perubahan suasana hati, depresi.

Jika Anda mengalami efek samping ini, segera beritahu dokter. Daftar ini bukanlah daftar lengkap dari semua efek samping Celestamine. Konsultasikan dengan dokter segera jika Anda mengembangkan kondisi medis lainnya saat menggunakan obat ini.

Informasi Keamanan

Sebelum dan selama menggunakan obat ini perhatikan beberapa aspek kemanan berikut ini:

  • Obat ini tidak cocok untuk bayi. Gunakan pada anak minimal usia 2 tahun atau atas petunjuk dokter.
  • Sebaiknya tidak menggunakan Celestamine untuk jangka waktu yang lama.
  • Penggunaan jangka panjang dapat mengubah motilitas sperma dan mempengaruhi kesuburan pada pria.
  • Jangan minum obat ini jika Anda memiliki tukak lambung, sirosis, insufisiensi ginjal dan TBC.
  • Tidak disarankan jika Anda memiliki hipertensi dan osteoporosis.
  • Kandungan kortikosteroid dalam Celestamine dapat menekan respon antibodi dan fungsi sistem kekebalan tubuh.
  • Selalu mengambil obat dalam dosis yang diresepkan yang tepat oleh dokter yang berkualitas.
  • Jika Anda hamil, berkonsultasilah terlebih dahulu apabila ingin menggunakan obat ini.
  • Tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui.
  • Peggunaan bersama dengan obat phenobarbital, rifampisin, fenitoin, efedrin dapat menimbulkan efek mempercepat metabolisme kortikosteroid.
  • Peggunaan bersama dengan obat diuretik dapat menurunkan kadar kalium sehingga memicu hipokalemia.
  • Hati-hati dapat berinteraksi dengan obat amfoterisin B, Glikosida jantung, kumarin, salisilat, obat anti inflamasi, MAOI, alkohol, depresan SSP
  • Simpanlah obat Celestamine dalam suhu kamar dan menghindari kontak dengan sinar matahari langsung.