6 Manfaat Probiotik Bagi Tubuh

Probiotik adalah bakteri aktif dan menguntungkan yang hidup dalam tubuh manusia. Selain membantu menjaga kesehatan saluran cerna, ternyata manfaat probiotik bagi tubuh lainnya masih ada banyak. Berikut informasi penting yang Anda butuhkan.

Manfaat Probiotik bagi Tubuh

Faktanya, berat dari keseluruhan bakteri yang hidup di saluran cerna itu lebih dari 1,5 kg, dengan jumlah lebih dari 100 triliun. Dari 100 triliun bakteri yang ada, paling tidak terdapat lebih dari 500 spesies berbeda yang untungnya kebanyakan bersifat menguntungkan. Lantas apa saja manfaat probiotik bagi tubuh manusia?

  1. Membantu proses pencernaan
  2. Melawan infeksi
  3. Menurunkan kolesterol
  4. Mencegah kanker
  5. Mendongkrak sistem kekebalan tubuh
  6. Membantu penyerapan nutrisi

probiotik

Untuk penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut:

  1. Membantu proses pencernaan

Karena mampu mengurangi inflamasi pada saluran cerna, keberadaan koloni bakteri baik ini membuat proses pencernaan berjalan dengan baik. Selain itu, bakteri baik dalam tubuh juga bisa memperbaiki dinding usus yang rusak. Probiotik jenis lactobacillus dan bifidobacteria khususnya, dapat menyembuhkan diare pada bayi baru lahir, anak-anak, serta orang dewasa.

  1. Melawan infeksi

Sudah sejak lama, probiotik dimanfaatkan untuk merawat berbagai macam masalah kesehatan seperti intoleransi laktosa, diare, konstipasi, penyakit Crohn, radang usus, IBS atau iritasi usus besar, infeksi saluran kencing, artritis reumatoid, hingga infeksi jamur.

  1. Menurunkan kolesterol

Tak hanya ampuh mencegah peradangan, probiotik juga dapat menurunkan kolesterol dan mencegah penyakit akibat alergi seperti eksema, demam, serta pilek.

  1. Mencegah kanker

Uniknya lagi, sifat probiotik yang anti-infeksi juga dapat mencegah munculnya penyakit kanker khususnya di area kandung kemih dan usus.

  1. Mendongkrak sistem kekebalan tubuh

Sekitar 80% fungsi sistem imun berpusat di usus. Oleh karenanya, kesehatan pencernaan sangat erat kaitannya dengan kekebalan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Alasannya, bakteri probiotik dalam ususlah yang mengaktifkan komponen kekebalan tubuh seperti limfosit B dan T (sel imun yang penting untuk mencegah infeksi).

  1. Membantu penyerapan nutrisi

Probiotik bertanggung jawab mempersatukan nutrisi dalam saluran cerna seperti asam folat, niasin, riboflavin, vitamin B6 dan 12.

Bila tubuh kekurangan probiotik, entah karena kurang gizi, penyakit, stres, atau overdosis antibiotik, maka biasanya akan terjadi gangguan kesehatan. Sebab bakteri baik dapat tumbuh subur saat seseorang berada dalam kondisi sehat.

Seperti apa wujud probiotik?

Walau probiotik bisa ditemukan dengan mudah melalui suplemen berbentuk pil atau kapsul, namun alangkah baiknya bila Anda mendapatkannya melalui makanan. Menurut Kristi King dari Academy of Nutrition and Dietetics, probiotik dari makanan alami lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.

Meski demikian, probiotik memiliki sifat yang rapuh karena mudah dirusak oleh suhu panas dan lingkungan asam. Untuk itu, sumber probiotik harus disimpan dalam lemari es.

Beberapa sumber makanan yang mengandung probiotik antara lain seperti yogurt, kedelai, tempe, kimchi, miso sup, asinan/ acar kubis, keju tua, minyak zaitun, ganggang, sayuran yang diasinkan, hingga makanan yang mengalami proses fermentasi.

Anda juga bisa menambahkan makanan yang mengandung prebiotik (bahan alami dalam makanan yang merangsang pertumbuhan probiotik dalam tubuh) seperti bawang-bawangan, madu, asparagus, gandum, dan pisang. Baik probiotik maupun prebiotik, keduanya bagus untuk kesehatan pencernaan.

Aturan mengonsumsi probiotik

Menurut situs Enzyme Essentials, probiotik sebaiknya dikonsumsi sebelum tidur dan saat pagi hari. Alasannya, karena pada waktu ini, aktivitas dalam sistem pencernaan tidak terlalu berat sehingga pH dalam lambung relatif lebih rendah.

Bila jumlah asam lambung sedikit, maka bakteri memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh subur. Namun kalau Anda tidak bisa mengonsumsinya pada waktu yang disarankan, maka tak perlu khawatir. Anda dapat mengonsumsinya setiap hari sebanyak 2-3 kali/ hari, 30 menit sebelum makan.

Tak seperti obat-obatan lain, suplemen probiotik harus dikonsumsi rutin agar khasiatnya maksimal. Anda disarankan mengonsumsi rutin selama 30 hari untuk mengetahui apakah ada efek yang dihasilkan.

Setelah berhenti mengonsumsinya, maka manfaat probiotik akan berkurang dalam kurun waktu 2 minggu. Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk melanjutkannya dengan pola makan sehat yang melibatkan probiotik alami.

Efek samping probiotik

Menurut Cleveland Clinic, pada dasarnya probiotik aman untuk dikonsumsi. Namun saat awal, konsumen mungkin akan mengalami efek samping ringan seperti perut kembung, mual, hingga diare. Bila efek samping ini tetap berlanjut hingga lebih dari 2-3 hari, maka segera hentikan pemakaian dan berkonsultasilah dengan dokter.

Probiotik juga bisa membahayakan mereka yang alergi terhadap jenis bakteri tertentu seperti lactobacillus acidophilus, bifidobacterium atau Streptococcus thermophilus. Pada kondisi kesehatan tertentu, dampaknya bisa lebih buruk seperti infeksi.

Kapan harus berhenti mengonsumsi probiotik?

Jika Anda merasa kurang enak badan setelah mengonsumsi probiotik, maka sebaiknya konsumsinya dihentikan. Konsulitasikan lebih lanjut dengan dokter bila muncul gejala seperti gangguan lambung seperti mual-mual, kembung, dan mencret.

Sekian ulasan mengenai manfaat prebiotik bagi tubuh yang dapat kami bagikan kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua!

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer