Detak Jantung Normal

Detak jantung dikenal juga sebagai denyut jantug, kita harus mengetahui normalnya berapa kali jantung kita berdetak setiap menitnya. Untuk itu kita juga harus bisa menghitungnya dan membandingkannya dengan nilai normal sebagai langkah sederhana untuk mengetahui kondisi kesehatan kita.

Jumlah detak jantung normal permenit akan bervariasi setiap individu karena akan tergantung pada usia, ukuran tubuh, kondisi jantung, apakah sedang duduk atau bergerak, penggunaan obat dan bahkan suhu udara. Bahkan emosi dapat mempengaruhi denyut jantung. Misalnya, semakin bersemangat atau rasa takut akan meningkatkan detak jantung.

Apa perbedaan antara denyut jantung dan denyut nadi?

Denyut nadi adalah berapa kali arteri kita berdenyut permenit yang sebagai dampak dari berdenyutnya jantung.

Frekuensi denyut nadi akan sama persis dengan detak jantung, tekanannya juga akan menggambarkan tingkat kontraksi jantung, karena kontraksi jantung ini menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut nadi di arteri.

Bagaimana Cara Mengukur Detak Jantung dan Denyut Nadi?

Arteri yang berjalan dekat di bawah kulit pada pergelangan tangan dan leher, akan mudah kita raba dan merasakan denyutannya.

Sederhananya, gunakan dua jari (telunjuk dan jari tengah) untuk meraba nadi di pergelangan tangan sampai merasakan denyutannya lalu hitunglah jumlah denyut nadi selama satu menit, atau bisa juga dengan cara menghitung per 15 detik lalu dikalikan dengan empat.

detak jantung nadi

Kita juga dapat menemukan denyut nadi di leher, yaitu dengan menempatkan dua jari dan menekan lembut di sudut antara leher dan rahang bawah kanan atau kiri.

Berapa Jumlah Detak Jantung Normal?

Detak jantung normal saat istirahat

Sudah disebutkan bahwa detak frekuensi detak jantung akan dipengaruhi oleh faktor usis dan aktivitas fisik, oleh karena jumlah detak jantung normal untuk orang dewasa, akan berbeda dengan anak-anak dan pada saat istirahat akan berbeda dengan saat aktivitas fisik.

Berikut daftar detak jantung normal permenit saat istirahat:

  • Janin, baca: Detak jantung janin normal
  • Usia 1 bulan: 70-190
  • Usia 1 – 11 bulan: 80-160
  • Usia 1 – 2 tahun: 80-130
  • Usia 3 – 4 tahun: 80-120
  • Usia 5 – 6 tahun: 75-115
  • Usia 7 – 9 tahun: 70-110
  • Dewasa (di atas 10 tahun): 60 – 100 detak jantung per menit.

Bagi atlet yang telah melakukan banyak olah raga mungkin detak jantung saat istirahat bisa lebih sedikit dari 60 kali per menit, mungkin bisa hanya 40 denyut per menit.

Denyut jantung normal juga akan bervariasi, yakni akan meningkat pada saat olahraga, suhu tubuh naik, posisi tubuh (seperti untuk sementara waktu setelah berdiri dengan cepat), dan emosi (seperti kecemasan dan bergairah).

Detak Jantung Tidak Normal

Sejumlah kondisi dapat mempengaruhi detak jantung menjadi tidak normal. Gangguan pada detak jantung tidak normal disebut aritmia yang menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau dengan irama yang tidak teratur, sebagai berikut:

  • Takikardia berarti jantung berdetak terlalu cepat pada saat istirahat (biasanya lebih dari 100 kali per menit). Jika denyut jantung mendekati 150 permenit atau lebih tinggi, maka disebut sebagai takikardia supraventricular (SVT). Dalam SVT, terjadi masalah pada sistem listrik jantung. Hal ini biasanya membutuhkan perhatian medis segera.
  • Bradikardia adalah detak jantung yang terlalu lambat (biasanya di bawah 60 kali per menit). Hal ini dapat disebabkan oleh masalah pada nodus sinoatrial (bagain dari kelistrikan jantung), yang bertindak sebagai alat pacu jantung, atau kerusakan jantung akibat serangan jantung atau penyakit kardiovaskular.

Tekanan Darah Tinggi vs Detak Jantung Tinggi

Beberapa orang mungkin bingung antara tekanan darah tinggi dengan detak jantung yang tinggi. Tekanan darah adalah pengukuran tekanan darah terhadap dinding arteri, sementara denyut nadi adalah berapa kali jantung berdetak per menit.

Tidak ada korelasi langsung antara keduanya, dan tekanan darah tinggi tidak selalu meningkatkan denyut jantung atau nadi. Detak jantung meningkat selama aktivitas berat, tapi aktivitas berat mungkin hanya sedikit meningkatkan tekanan darah.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer