8 Fungsi Usus Besar Sesuai Bagian-Bagiannya

Setiap organ yang Tuhan tanamkan dalam tubuh manusia pasti memiliki tujuan dan tugasnya masing-masing. Salah satu organ tubuh yang memiliki peran besar khususnya dalam saluran cerna adalah kolon atau usus besar. Lantas apakah fungsi usus besar sebenarnya? Mari kita simak penjelasan berikut.

Mengenal Bagian-Bagian Usus Besar

Sebelum masuk ke bagian bahasan soal fungsi usus besar, ada baiknya kita mengenal lebih dulu bagian-bagian usus besar. Sesuai namanya, maka pastilah bentuk kolon lebih besar ketimbang usus lainnya. Akan tetapi, walau berukuran besar, namun dibanding usus lain, ukuran kolon sebenarnya jauh lebih pendek. Menurut Cleveland Clinic, usus kecil manusia memiliki panjang kurang lebih 6,7 meter, sementara kolon hanya 1,8 meter.

fungsi usus besar dan bagiannya

Usus besar sendiri sebenarnya terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  1. Caecum (Sekum)

Ini merupakan peralihan antara usus kecil dan usus besar. Di sekum ini terdapat pula umbai cacing atau usus  buntu. Selain berguna untuk menyerap sisa air dan garam, sekum juga memiliki katup yang tugasnya mengendalikan jumlah makanan yang masuk ke dalam kolon. Saat makanan masuk ke dalam sekum, maka ia akan meneruskannya ke usus besar.

  1. Kolon Asenden

Sesuai dengan namanya Kolon asenden berarti usus besar yang menanjak. Kolon asenden merupakan bagian paling besar dari usus besar. Letaknya berada di dasar perut kanan bawah dan ujungnya berakhir di samping hati. Berbeda dengan sekum, kolon asenden memiliki tugas lain yaitu menyerap air maupun nutrisi yang sebelumnya terlewatkan oleh usus halus.

  1. Kolon Transversum

Sesuai dengan namanya Kolon transversum berarti usus besar yang melintang horizontal dari kanan ke kiri. Bagian yang lokasinya membentang dari sisi kanan ke kiri perut ini masih terhubung langsung dengan kolon asenden. Kolon transversum juga merupakan bagian usus besar yang langsung menempel dengan perut karena direkatkan oleh jaringan omentum.

  1. Kolon Desenden

Sesuai dengan namanya Kolon desenden berarti usus besar yang menurun. Setelah makanan melewati kolon transversum, maka akan diteruskan ke kolon desenden yang letaknya di sisi perut sebelah kiri. Kolon ini bertugas menampung feses sementara sebelum diteruskan ke bagian rektum.

  1. Kolon Sigmoid

Terusan dari kolon desenden adalah kolon sigmoid yang bentuknya mirip huruf S. Dalam bagian usus besar yang berukuran pendek tersebut terjadi kontraksi yang kuat agar feses dari kolon desenden bisa dikeluarkan melalui anus.

  1. Rektum

Bagian ujung dari usus besar ini merupakan tempat penyimpanan akhir sebelum feses dikeluarkan lewat anus. Selain dilapisi mukosa dan pembuluh darah, rektum juga memiliki saraf yang berhubungan dengan otak sehingga seseorang bisa mengendalikan kontraksi saat buang air besar.

Memahami Fungsi Usus Besar

Menurut Cleveland Clinic, proses yang terjadi dalam usus besar biasanya disebut peristaltik dan membutuhkan waktu sekitar 36 jam untuk setiap prosesnya. Secara garis besar, yang terjadi dalam usus besar adalah sebagai berikut.

Cairan dan garam akan disisihkan dari sisa makanan selagi itu ‘berjalan’ melalui usus besar. Setelah itu, limbah makanan akan menuju kolon sigmoid, dan disimpan sementara di sana.

Berikut fungsi utama usus besar pada manusia:

  1. Menerima sisa makanan yang tidak diserap oleh usus halus
  2. Menyerap air
  3. Tempat tinggal bakteri baik penghasil vitamin B dan K
  4. Menurunkan tingkat keasaman dan mencegah infeksi
  5. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
  6. Daur ulang dari berbagai nutrisi
  7. Mengeluarkan K + dan Cl-
  8. Memadatkan feses

Untuk lebih detailnya, berikut kami jabarkan fungsi usus besar secara umum.

  1. Menerima sisa makanan yang tidak diserap oleh usus halus

Ketika makanan sudah masuk ke dalam usus besar, maka itu akan diproses agar bisa dibuang melalui anus. Untuk membantu proses tersebut, maka usus besar akan dibantu oleh beragam jenis bakteri baik.

Tugas bakteri baik itu tak hanya menghalangi bakteri jahat (yang datang bersama makanan) menempel di kolon, namun juga membantu mencerna sisa makanan yang ada sehingga tekstur feses lebih padat dan mudah dikeluarkan.

  1. Menyerap air

Agar feses lebih padat, maka di usus besar akan terjadi proses penyerapan air dari sisa makanan yang ada.

  1. Tempat tinggal bakteri baik penghasil vitamin B dan K

Di samping membantu mencerna sisa makanan, bakteri baik yang ada di usus besar juga dapat menghasilkan vitamin B serta K. Kedua vitamin ini nantinya akan diserap oleh tubuh. Dan kalau selama ini Anda selalu penasaran mengapa bisa terjadi buang angin, maka itu merupakan salah satu tanda bahwa bakteri baik sedang mencerna gula.

  1. Menurunkan tingkat keasaman dan mencegah infeksi

Fungsi usus besar berikutnya adalah mengurangi kadar keasaman sekaligus menyeimbangkan pH, yaitu dengan cara menghasilkan alkali. Oleh sebab itu tak heran usus besar dilapisi oleh mukosa yang berguna untuk menghambat keberadaan bakteri jahat pemicu infeksi.

  1. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Untuk fungsi usus besar yang satu ini, yang paling berperan adalah bagian usus buntu pada sekum. Hal ini dikarenakan sekum mampu menghasilkan suatu zat yang dapat memperkuat sistem kekebalan.

Cara Menjaga Usus Besar Tetap Sehat

Dr. Ajay Goel dari Baylor University Medical Center (Dallas, Texas) menganjurkan kita untuk rajin mengonsumsi makanan yang kaya kunyit dan omega-3. Alasannya, kedua bahan ini mampu mengurangi peradangan kronis. “Vitamin lain seperti B6 juga perlu bila ingin menghindari kanker usus besar,” imbau Dr. Sherry Ross, pakar kesehatan wanita dari Providence Saint John’s Health Center (Santa Monica, California).

Meski fungsi usus besar berkaitan erat dengan sistem pembuangan, namun tanpa keberadaannya, tubuh takkan mampu mengeluarkan sisa makanan yang ada. Oleh sebab itu, sayangi usus besar kita dengan mengadopsi pola makan yang kaya serat dan air. Jangan lupa pula jalani gaya hidup sehat dan berolahraga secara rutin.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer