Nilai Normal Leukosit pada Dewasa dan Anak

Leukosit atau sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Fungsi utama leukosit adalah memberikan perlindungan bagi tubuh dengan melawan kuman penyebab infeksi atau penyakit atau infeksi, sel tumor maupun zat asing lainnya yang berbahaya. Leukosit dihasilkan oleh sistem hematopoietik dan beredar di dalam tubuh sebagai bagian dari komponen darah. Artikel kali ini akan membahas mengenai leukosit, jumlah leukosit normal dan hitung jenis leukosit serta kepentingan klinisnya.

Leukosit Normal atau Tidak, Anda Harus Tahu

Agar dapat berfungsi dengan optimal sebagaimana mestinya, maka komponen apapun dalam tubuh kita harus berada dalam ambang yang normal, termasuk leukosit ini. Ada beberapa jenis penilaian yang digunakan untuk menyatakan normal tidaknya leukosit.

leukosit normal

Jumlah Leukosit Normal

Berikut ini beberapa nilai normal leukosit sesuai dengan umur dan kondisi tertentu :

  • Leukosit normal neonatus adalah 9000 – 30000 sel/mm3
  • Leukosit normal bayi sampai balita adalah 5700-18000 sel/mm3
  • Leukosit normal pada anak 10 tahun adalah 4500-13500/mm3
  • Leukosit normal pada orang dewasa adalah 4500-10000 sel/mm3
  • Leukosit normal pada ibu hamil adalah 6000-17000 sel/mm3
  • Leukosit normal ibu setelah melahirkan 9700-25700 sel/mm3

Peningkatan jumlah leukosit disebut sebagai Leukositosis. Leukosit yang meningkat menandakan adanya suatu proses infeksi atau reaksi radang akut, seperti pada keadaan pneumonia atau radang paru-paru, meningitis atau radang selaput otak, apendiksitis atau radang usus buntu, tonsilitis, tuberkulosis (TBC), dan peradangan lainnya. Pada keadaan tertentu peningkatan juga dapat disebabkan oleh peggunaan sejumlah obat – obatan seperti aspirin, prokain, alopurinol, dan antibiotik terutama golongan ampisilin, eritromisin, streptomisin, dan kanamisin.

Lebih lanjut, baca: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis)

Penurunan jumlah Leukosit disebut sebagai Leukopeni. Leukosit yang menurun dapat terjadi pada infeksi tertentu terutama yang disebabkan oleh virus dan parasit malaria. Selain itu penurunan juga dapat disebabkan oleh penggunaan alkohol dan sejumlah obat – obatan seperti asetaminofen atau parasetamol, obat kemoterapi kanker, obat antidiabetika oral, dan antibiotik terutama golongan penisillin, cephalosporin, kloramfenikol, dan sulfonamid.

Lebih lanjut, baca: Leukopenia

Hitung Jenis Leukosit

Ini merupakan salah satu aspek untuk menilai normal tidaknya leukosit seseorang. Hitung jenis leukosit atau differential count yang biasa disingkat diff. Count adalah penghitungan terhadap jumlah dari jenis – jenis leukosit yang terdapat di dalam dalam darah. Hitung jenis leukosit yang dinyatakan dalam persentase yang perhitungannya dilakukan berdasarkan proporsi dari tiap jenis leukosit tersebut yang dibandingkan dengan seluruh jumlah leukosit dalam darah.

Berikut ini beberapa presentase normal hitung jenis leukosit :

  • Basofil memiliki presentase 0-1%, peningkatannya disebut sebagai Basofilia
  • Eosinofil memiliki presentase 1-3%, peningkatannya disebut sebagai Eosinofilia
  • Netrofil batang memiliki presentase 3-5% ,peningkatannya disebut sebagai Netrofilia
  • Netrofil segmen memiliki prestase 50-70%, peningkatannya disebut sebagai Netrofilia
  • Limfosit memiliki presentase 25-35%, peningkatannya disebut sebagai limfositosis
  • Monosit memiliki presentase 4-6%, peningkatannya disebut sebagai monositosis

Peningkatan jumlah netrofil yang relatif terhadap limfosit dan monosit disebut sebagai hitung jenis leukosit shift to the left. Hal ini biasa terjadi pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan parasit malaria. Selain infeksi beberapa kondisi noninfeksi juga dapat menyebabkan shift to the left seperti pada asma dan penyakit alergi lainnya, keadaan luka bakar, keracunan merkuri (raksa), anemia pernisiosa, dan polisitemia vera.

Peningkatan jumlah limfosit dan monosit yang terhadap netrofil disebut sebagai hitung jenis leukosit shift to the right. Hal ini biasa terjadi pada infeksi yang disebabkan oleh virus. Selain infeksi beberapa kondisi noninfeksi juga dapat menyebabkan shift to the right seperti keracunan timbal, aspirin , dan fenitoin.

Penilaian hitung jenis leukosit secara tunggal jarang sekali dapat memberikan nilai diagnostik, kecuali pada beberapa penyakit alergi di mana kadar eosinofil yang sering ditemukan mengalami peningkatan. Namun apabila digunakan bersamaan Hasil pemeriksaan jumlah leukosit dan hitung jenis leukosit, tidak hanya menunjukkan nilai normal, tetapi jauh daripada itu dapat memberikan gambaran yang spesifik mengenai kejadian dan proses penyakit yang terjadi di dalam tubuh terutama pada penyakit infeksi.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer