Tahukah Anda bahwa obat diare tidak selalu dibutuhkan, karena biasanya penyakit ini akan sembuh sendiri tanpa pengobatan setelah beberapa hari, terutama jika itu disebabkan oleh infeksi virus.

Diare pada anak umumnya akan berhenti dalam waktu lima sampai tujuh hari dan jarang berlangsung sampai lebih dari dua minggu. Sedangkan pada orang dewasa, umumnya akan membaik dalam waktu dua sampai empat hari, meskipun beberapa infeksi dapat bertahan seminggu atau lebih.

pengobatan diare dengan obat

Sambil menunggu penyembuhan diare secara alami, Anda dapat meringankan gejala yang muncul dengan mengikuti saran pengobatan diare yang diuraikan di bawah ini.

Banyak Minum Cairan

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa efek paling berbahaya dari diare adalah dehidrasi akibat banyaknya cairan yang hilang dari tubuh, baik melalui mencret ataupun gejala muntah yang menyertai. Oleh sebab itu hal terpenting dalam penanganan diare adalah rehidrasi dengan banyak mengonsumsi cairan, bukan obat diare.

Idealnya, orang dewasa harus minum banyak cairan yang mengandung air, garam, dan gula. Contohnya adalah air yang dicampur dengan jus dan sup kaldu. Memang sulit menentukan seberapa banyak kita harus minum, tapi untungnya ada cara mudah mengetahui apakah minum kita sudah cukup atau masih kurang, yaitu dengan memperhatikan frekuensi buang air kecil dan warna urin. Jika minum cukup, maka akan sering buang air kecil dengan cairan urin berwarna jernih. Namun sebaliknya apabila masih kurang minum, maka TIDAK atau jarang buang air kecil, sekalinya kencing keluarlah warna urine kuning kecoklatan dan pekat.

Pada anak-anak memang agak sulit dalam mengupayakan agar mereka terhidrasi dengan baik. Berilah bayi dan anak-anak minum sedikit demi sedikit, lebih baik meningkatkan frekuensi daripada memberinya minum sekaligus banyak namun lebih jarang. Bagi bayi yang masih mennyusu, maka lanjutkan memberikan ASI karena ASI merupakan sumber cairan dan nutrisi yang baik, untuk anak-anak yang lebih besar menggunakan oralit. Jus buah atau minuman bersoda sebaiknya dihindari karena dapat membuat diare lebih buruk pada anak-anak.

Gunakan Cairan Rehidrasi Oral

Dokter atau apoteker mungkin menyarankan menggunakan cairan rehidrasi oral (oralit) untuk mencegah dehidrasi terutama bagi yang berisiko – misalnya, jika Anda lemah atau pada manula. Oralit juga dapat digunakan untuk mengobati dehidrasi yang telah terjadi.

Oralit biasanya tersedia dalam bentuk serbuk yang dikemas dalam sachet dan bisa Anda dapatkan di Apotek tanpa resep dokter. Serbuk oralit dilarutkan kedalam air sesuai takaran yang dianjurkan. Oralit akan mengganti garam, gula, dan mineral penting lainnya yang hilang jika Anda mengalami dehidrasi. Selengkapnya baca di sini: Cara Membuat Oralit Sendiri dan Menggunakannya

Untuk anak-anak harus diperhatikan takaran minumnya, umumnya mereka dianjurkan minum oralit setiap sehabis buang air besar encer, jumlahnya disesuaikan dengan jumlah feses yang keluar dan juga memperhatikan berat badan dan usia. Petunjuk dosis ada dalam kemasan.

Konsumsi Makanan yang Tepat

Ketika diare, sistem pencernaan mengalami gangguan, maka kita harus cerdik dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi selama diare. Sebagian besar ahli setuju bahwa selama diare harus makan makanan yang lunak dan mudah dicerna terlebih dahulu baru kemudian mengonsumsi makanan padat segera setelah merasa mampu. Jika diare baru saja mulai makanlah akanan kecil, makanan ringan dan menghindari makanan berlemak atau pedas.

Contoh makanan yang baik ketika diare adalah kentang, nasi, pisang, sup, dan sayuran rebus. Selain itu makanan asin juga sangat membantu. Jika Anda tidak nafsu makan, maka tidak perlu memaksakan diri akan tetapi Anda harus terus minum cairan dan makan segera setelah Anda merasa mampu.

Jika anak Anda mengalami dehidrasi, jangan memberi mereka makanan padat sampai mereka telah minum cukup cairan. Begitu mereka telah berhenti menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, mereka dapat mulai makan makanan yang biasa dimakan. Jika anak-anak menolak untuk makan, terus memberi mereka cairan dan menunggu sampai nafsu makannya kembali.

Menggunakan Obat Diare

Obat antidiare

Obat antidiare dapat membantu mengurangi diare dan sedikit memperpendek durasi. Namun, perlu diingat bahwa obat diare biasanya tidak diperlukan.

Loperamide adalah salah satu contoh obat antidiare yang paling banyak digunakan, karena telah terbukti efektif menghentikan diare meskipun bisa menyebabkan beberapa efek samping. Loperamide (Imodium) memperlambat gerakan otot di dalam usus sehingga dapat mengurangi pergerakan usus yang berlebihan pada diare. Air dalam feses akan lebih banyak diserap kembali oleh tubuh sehingga feses lebih padat dan frekuensi BAB menjadi lebih jarang.

Ada juga alternatif obat diare selain loperamide yaitu Racecadotril, yang bekerja dengan mengurangi jumlah air yang dihasilkan oleh usus kecil. Bukti menunjukkan obat ini bisa sama efektifnya dengan loperamide untuk mengobati diare.

Beberapa obat diare dapat dibeli di apotek tanpa resep. Namun Anda harus berhati-hati sebelum menggunakannya, bacalah dosis dan aturan pakai yang terdapat dalam label.

Jangan menggunakan obat diare jika ada darah atau lendir dalam tinja atau memiliki suhu tinggi (demam). Sebaliknya, Anda segera menghubungi dokter.

Kebanyakan obat antidiare tidak boleh diberikan kepada anak-anak. Racecadotril dapat digunakan pada anak-anak berusia lebih dari tiga bulan jika itu dikombinasikan dengan cairan rehidrasi oral dan langkah-langkah lain yang disebutkan di atas, meskipun tidak semua dokter merekomendasikan hal ini.

Obat penghilang rasa sakit

Obat penghilang rasa sakit tidak untuk menghentikan diare, namun parasetamol atau ibuprofen dapat membantu meringankan gejala penyerta seperti demam dan sakit kepala. Jika perlu, Anda dapat memberikan sirup parasetamol atau ibuprofen untuk anak-anak.

Selalu baca dengan cermat informasi yang tedapat pada kemasan, perhatikan apakah itu cocok untuk Anda atau anak Anda dan gunakanlah sesuai dosis yang dianjurkan.

Anak-anak di bawah 16 tahun tidak boleh diberikan aspirin.

Obat Antibiotik

Pengobatan diare dengan antibiotik tidak dianjurkan untuk diare jika penyebabnya tidak diketahui. Hal ini karena antibiotik:

  • tidak akan bekerja jika diare disebabkan oleh virus
  • dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan
  • dapat menjadi kurang efektif untuk mengobati kondisi yang lebih serius jika sudah berulang kali digunakan untuk mengobati kondisi ringan

Antibiotik disarankan jika Anda memiliki diare berat dan disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu. Terlebih ketika seseorang memiliki masalah kesehatan berupa sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca lebih lanjut untuk memahami:

Perawatan rumah sakit

Terkadang, perawatan rumah sakit diperlukan bagi yang mengalami dehidrasi serius. Pengobatan akan melibatkan pemberian cairan dan nutrisi langsung ke pembuluh darah (intravena) melalui infus.

Mengobati Penyakit Penyebab

Jika Anda telah didiagnosis dengan kondisi tertentu yang menyebabkan diare, maka mengobati penyakit tersebut adalah pilihan tepat untuk mengatasi diare dengan tuntas.

Sebagai contoh:

  • Sindrom iritasi usus sindrom (IBS)  dapat diobati dengan perubahan diet dan obat
  • Penyakit radang usus dapat diobati dengan obat yang membantu mengurangi peradangan di usus.
  • Penyakit celiac dapat diobati dengan menghindari makanan yang mengandung gluten.
  • Malabsorbsi asam empedu dapat diobati dengan obat-obatan yang membantu menghentikan produksi empedu dalam sistem pencernaan.

Ingat! obat diare tidak selalu dibutuhkan bahkan pada penanganan awal yang terpenting adalah cairan dan menjaga pola makan seperti telah dijelaskan di atas.