Domperidone adalah obat golongan anti-emetik atau antimuntah yang biasa diresepkan dokter untuk mengatasi mual dan muntah, gangguan pengosongan lambung yang ditandai dengan rasa begah atau penuh pada perut serta refluks asam lambung pada penyakit GERD.

Mengenal Obat Domperidone

Domperidone merupakan obat anti-emetik kuat yang bekerja dengan cara meningkatkan pergerakan atau kontraksi dari lambung dan usus. Dengan demikian maka proses pencernaan makanan menjadi lebih cepat. Makanan yang singgah di lambung tidak perlu berlama-lama karena lebih cepat didorong ke dalam usus.

obat domperidone

Di samping itu efek anti muntah juga diperantai cara kerja domperidone yang bertindak sebagai antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor “triggerzone” yang mempengaruhi reflek muntah.

Dengan mekanisme kerja seperti ini, maka domperidone bisa mengurangi rasa penuh (begah) pada perut akibat gangguan maag (Dispepsia dismotil) sehingga bisa mencegah muntah. Namun demikian, harus digunakan secara hati-hati terutama pada orang-orang yang berusia lanjut, karena obat ini berisiko mengganggu detak jantung.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup dengan merek dagang yang bermacam-macam, seperti Vometa, Omedom, Vesperum, dan lain-lain. Sediaan tablet 10 mg dan sirup 5 mg/5ml (satu sendok takar).

Kegunaan atau Indikasi

Secara umum domperidone digunakan untuk mengobati mual dan muntah, keluhan perut yang terjadi akibat pengosongan lambung yang tertunda. Hal ini dapat mengakibatkan gejala seperti perasaan penuh (selama atau setelah makan), kembung, bersendawa, mual, mulas dan sakit perut.

Lebih khusus obat ini digunakan untuk:

  • Mengatasi mual dan muntah yang disebabkan oleh efek samping obat, misalnya levodopa dan bromokriptin.
  • Mengatasi gejala dispepsia fungsional dalam jangka waktu yang pendek.
  • Obat ini tidak dianjurkan sebagai pencegahan rutin pada muntah setelah operasi.
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan lebih dari 12 minggu.

Baca juga: Ingin Tahu Obat Perut Kembung yang Ampuh?

Kontraindikasi

Tidak semua orang bisa menggunakan obat ini, beberapa kondisi yang tidak boleh menggunakan domperidone meliputi:

  • Orang yang alergi terhadap domperidone atau kandungan lain dari obat.
  • Penggunaan pada anak-anak tidak dianjurkan, kecuali untuk mengatasi mual muntah ketika menjalani kemoterapi kanker dan radioterapi.
  • Orang yang memiliki gangguan pada hipofisis di otak, berupa prolaktinoma yang memproduksi hormon prolaktin.
  • Memiliki masalah usus serius seperti perdarahan internal (menjadi lebih berdarah), atau obstruksi atau perforasi lambung atau usus. Ketika dipaksakan akan menimbulkan kram perut yang parah.

Dosis Domperidone dan Cara Penggunaan

Dosis obat ini bisa berbeda untuk pasien yang berbeda. Oleh sebab itu, ikutilah petunjuk dokter atau petunjuk pada label. Informasi berikut hanya mencakup dosis rata-rata domperidone. Jika Anda dapati dosis berbeda, jangan mengubahnya kecuali dokter atas persetujuan dokter.

Dosis obat akan disesuaikan dengan masalah medis yang akan diatasi, sebagai berikut:

Pengobatan dispepsia fungsional atau gangguan motilitas gastrointestinal:
  • Digunakan domperidone tablet 10 miligram (mg) untuk dewasa, diminum tiga sampai empat kali sehari. Beberapa pasien mungkin memerlukan dosis yang lebih tinggi hingga 20 mg tiga atau empat kali sehari (satu kali sebelum tidur).
Mual dan muntah (termasuk yang disebabkan oleh levodopa dan bromokriptin) :
  • Dewasa (termasuk usia lanjut) : 10–20 mg, sebanyak 3 atau 4 kali sehari.
  • Anak-anak (sehubungan kemoterapi kanker dan radioterapi) : 0,2–0,4 mg/Kg BB sehari, sebanyak 3 atau 4 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan: 

  • Sebaiknya domperidone diminum 15–30 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam jika digunakan sebanyak 4 kali sehari.
  • Tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang panjang melebihi 12 minggu.
  • Atur jadwal minum obat dalam interval waktu yang sama. Untuk memudahkan hal ini, maka minumlah pada jam yang sama setiap harinya.
  • Jika ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat segera minum, asalkan jarak dengan jadwal sebelumnya tidak kurang dari 4 jam. Jika jadwal minum selanjutnya sudah dekat, maka tak perlu minum lagi. Jangan menggandakan dosis.
  • Hentikan penggunaan ketika gejala sudah teratasi, obat tidak perlu dihabiskan.
  • Segera hentikan penggunaan obat ketika mengalami gejala overdosis.

Gejala overdosis domperidone meliputi rasa kantuk, pusing, kebingungan, berkedut, kekakuan otot, dan detak jantung tidak teratur.

Efek Samping Domperidone

Seperti halnya obat-obatan lain, domperidone juga bisa menimbulkan efek samping.

Jika salah satu dari efek samping berikut terjadi, STOP penggunaan obat dan memberitahu dokter segera atau pergi ke rumah sakit terdekat karena mungkin merupakan reaksi alergi:

  • Bengkak pada tangan, kaki, pergelangan kaki, wajah, bibir atau tenggorokan
  • Saluran nafas menyempit
  • Ruam kulit kemerahan atau gatal-gatal

Jika Anda mengalami salah satu gejala efek samping berikut, STOP penggunaan domperidone dan segera temui dokter:

  • Kejang-kejang
  • Gerakan tubuh yang tidak terkendali, termasuk gerakan bola mata yang tidak teratur, gerakan lidah yang tidak biasa, atau gemetar dan kekakuan otot. Reaksi ini mungkin lebih mungkin terjadi pada anak-anak.
  • Gangguan irama jantung yang menjadi cepat atau lambat.

Dalam kasus yang jarang terjadi, domperidone dapat menimbulkan efek samping berikut:

  • Keluarnya air susu berlebihan dari payudara.
  • Mengganggu aliran darah menstruasi.
  • Menyebabkan pertumbuhan payudara pada pria.

Informasi Keamanan

  • Harus hati-hati ketika digunakan pada orang yang memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal sehingga perlu pengawasan dari dokter.
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan pada wanita hamil, atau berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui sebaiknya jangan menggunakan obat ini karena akan memperbanyak produksi ASI yang tak sehat.
  • Harus hati-hati jika digunakan untuk penderita masalah jantung karena obat ini dapat mempengaruhi detak jantung. Risiko ini akan lebih besar jika digunakan oleh orang yang berusia 60 tahun ke atas atau jika digunakan dengan dosis lebih dari 30mg / hari.
  • Harap informasikan kepada dokter atau apoteker jika Anda menggunakan obat-obatan lain, seperti: analgesik opioid (anti nyeri), ketoconazole (anti jamur), ritonavir (obat HIV), eritromisin (antibiotik), antimuscarinics (obat gangguan kandung kemih atau pendernaan), amantadine (anti virus) karena bisa berinteraksi dengan domperidone.