Pada lebih dari 50% kasus, penyebab epilepsi tidak dapat ditemukan atau diketahui secara pasti. Seperti telah disebutkan sebelumnya, penyebab yang diketahui biasanya pada epilepsi yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada otak.

Otak sendiri terdiri dari campuran sel-sel saraf halus, impuls listrik dan bahan kimia, yang dikenal sebagai neurotransmitter. Setiap kerusakan pada penyusun otak tersebut berpotensi mengganggu kerja otak dan menyebabkan kejang sebagai gejala dari epilepsi.

penyebab epilepsi

Untuk lebih mudah memahami, kita kelompokkan epilepsi ke dalam dua kategori utama, yaitu:

  • Epilepsi idiopathic (epilepsi primer) – Adalah epilepsi dengan penyebab yang tidak jelas atau tidak diketahui, tapi telah diketahui bahwa hal ini berkaitan dengan adanya riwayat keluarga, artinyea itu menunjukkan bahwa kondisi ini diwariskan
  • Epilepsi Simtomatik (Epilepsi Skunder) – adalah jenis epilepsi yang diketahui penyebabnya.

Mari kita bahas satu persatu.

Epilepsi Idiopatik

Ini merupakan jenis epilepsi yang paling banyak, dimana penyebab epilepsi ini tidak diketahui secara pasti. Hal ini mungkin karena peralatan medis belum cukup maju untuk melihat beberapa jenis kerusakan pada tubuh, atau karena epilepsi memiliki penyebab genetik.

Banyak peneliti telah menjelaskan bahwa perubahan genetik kecil pada otak bisa menjadi penyebab epilepsi. Namun hal ini masih dalam penelitian, dan belum bisa dipastikan.

Epilepsi Simtomatik

Penyebab epilepsi simtomatik meliputi:

  • Penyakit serebrovaskular (pmebuluh darah otak) – contohnya stroke atau perdarahan subarachnoid
  • Tumor otak
  • Cedera Kepala Berat
  • Penyalahgunaan narkoba dan Alkohol
  • Infeksi yang dapat merusak otak, contohnya meningitis dan ensefalitis
  • Masalah selama persalinan yang menyebabkan bayi kekurangan oksigen. Hal ini dapat terjadi pada kasus tali pusat terlilit atau tertekan selama persalinan.
  • Bagian otak tertentu tidak berkembang dengan baik.
  • Kadar natrium dan gula darah yang abnormal

Meskipun beberapa dari masalah ini dapat menyebabkan epilepsi pada anak, Tapi epilepsi simtomatik ini ebih sering terjadi pada orang yang lebih tua terutama yang berusia di atas 60 tahun.

Pemicu Kejang

Sebagian besar kejang pada epilepsi dapat terjadi tanpa pemicu yang jelas. Namun, kondisi tertentu atau penggunaan zat tertentu kadang-kadang bisa menjadi pemicu kejang, seperti:

  • Stress, banyak beban pikiran
  • Kurang tidur
  • Minum alkohol berlebihan
  • Salah menggunakan obat dan obat-obatan terlarang
  • Menstruasi pada wanita
  • Lampu yang berkedip-kedip (pemicu kejang yang mempengaruhi hanya 5% dari orang-orang dengan epilepsi, dan dikenal sebagai epilepsi fotosensitif)

Dengan memperhatikan pencetus kejang epilepsi pada seseorang dan mencatatnya akan sangat membantu mengurangi angka kekambuhan di kemudian hari.

Semoga informasi mengenai penyebab epilepsi dan faktor pencetus kejang ini bermanfaat.