Furosemid adalah obat yang termasuk dalam golongan loop diuretik. obat yang dijual dengan salah satu merek dagang Lasix ini biasanya diresepkan oleh dokter sebagai bagian dari obat penatalakasanaan penderita gagal ginjal atau penderita gagal jantung. Di sini akan lebih dijelaskan furosemid obat apa secara lebih rinci.

Mengenal Obat Furosemid

Obat furosemide adalah obat yang dibuat dari turunan asam antranilat. Obat Furosemid bekerja pada glomerulus ginjal untuk menghambat penyerapan kembali zat natrium oleh sel tubulus ginjal. Furosemid akan meningkatkan pengeluaran air, natrium, klorida, dan kalium tanpa mempengaruhi tekanan darah normal. Setelah pemakaian oral furosemid akan diabsorpsi sebagian secara cepat dengan awal kerja obat terjadi dalam ½ sampai 1 jam, dengan lama kerja yang pendek berkisar 6 sampai 8 jam, kemudian akan diekskresikan bersama dengan urin dan feses. Dengan cara kerjanya tersebut obat furosemid dapat digunakan untuk membuang cairan yang berlebihan dari di dalam tubuh.

furosemid

Indikasi

Obat furosemid dapat digunakan pada keadaan berikut :

  • Sebagai obat lini pertama pada keadaan edema yang disebabkan oleh penyakit gagal jantung kongestif, penyakit sirosis hati, dan penyakit ginjal serta sindrom nefrotik.
  • Sebagai terapi tambahan pada keadaan edema serebral atau edema paru yang memerlukan diuresis cepat termasuk juga pengobatan hiperkalsemia.
  • Sebagai terapi hipertensi dapat digunakan secara tunggal maupun kombinasi dengan diuretik lain seperti spironolakton

Kontraindikasi

Obat furosemid tidak boleh digunakan pada keaadan berikut :

  • Penderita yang diketahui memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap furosemid.
  • Penderita yang sedang mengalami anuria atau tidak bisa buang air kecil
  • Pederita yang sedang hamil karena dapat memberikan efek buruk pada janin

Dosis

Obat furosemide tersedia dalam bentuk furosemide 40 mg tablet dan furosemide 20 mg injeksi. Adapun dosis furosemid yang dianjurkan adalah sebagai berikut

  • Dosis dewasa yang digunakan untuk pengobatan edema gagal jantung kongestif, gagal ginjal, asites, hipertensi, oliguria nonobstruktif, dan edema paru adalah furosemid tablet dengan dosis awal 20 mg hingga 80 mg, untuk dosis pemeliharaan dapat ditingkatkan secara bertahap 20 hingga 40 mg per dosis setiap 6 hingga 8 jam dengan dosis maksimum sehari 600 mg
  • Untuk pengobatan secara suntikan Intravena atau intramuskular dosis yang digunakan adalah furosemid injeksi 10 mg hingga 20 mg yang dapat diulangi dalam waktu 2 jam apabila respon diuresis tidak memadai.
  • Untuk pegobatan secara infus Intravena dosis yang digunakan adalah 0.1 mg per kg berat badan sebagai dosis awal, kemudian tingkatkan dua kali lipat setiap 2 jam sekali sampai dosis maksimal 0.4 mg per kg per jam.
  • Untuk pengobatan hiperkalsemia dosis yang digunakan adalah furosemid tablet 10 mg hingga 40 mg yang diberikan sebanyak 4 kali dalam sehari dan furosemid Intravena dengan dosis 20 mg hingga 100 mg setiap 1 sampai 2 jam

Efek Samping Furosemid

Obat furosemide dapat menimbulkan beberapa efek samping berikut :

  • Sama seperti loop diuretik lain furosemide dapat menyebabkan hipokalemia, hal ini dapat diatasi dengan mengkombinasikan obat dengan produk kalium.
  • Furosemide juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar asam urat dan kadar gula darah
  • pada saluran pencernaan dapat menimbulkan mual, muntah, nafsu makan menurun, iritasi pada mulut dan lambung, dan diare.
  • Efek samping lainnya yang juga dapat timbul antara lain gangguan pendengaran, sakit kepala, pusing dan penglihatan kabur.
  • Efek samping yang berat antara lain anemia aplastik, anemia hemolitik, trombositopenia, leukopenia, agranulositosis,dan eosinofilia.

Informasi Keamanan

  • Hati – hati penggunaan pada pasien yang mempunyai riwayat alergi terhadap sulfonamid ada kemungkinan alergi terhadap furosemid
  • Hati – hati penggunaan pada sirosis hati karena dapat menyebabkan perubahan pada keseimbangan cairan dan elektrolit secara tiba –tiba yang dapat memicu koma hepatik.
  • Hati – hati penggunaan pada lansia karena dapat menyebabkan dehidrasi dan ganggguan elektrolit
  • Hati – hati penggunaan pada ibu menyusui karena dapat keluar melalui air susu ibu (ASI).
  • Pemberian furosemide pada bayi prematur atau anak di bawah 4 tahun, harus dipertimbangkan dengan sangat masak karena obat ini bisa menyebabkan nefrokalsinosis / nefrolitiasis. Jika obat ini harus diberikan fungsi ginjal harus dipantau dengan seksama.
  • Hati – hati penggunaan pada penderita penyakit asam urat dan penderita diabetes karena efek samping yang dapat meingkatkan asam urat dan gula darah
  • Tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi furosemid pada malam hari karena obat ini menyebabkan anda sering buang air kecil sehigga akan mengganggu waktu tidur
  • Obat ini dapat menimbulkan interaksi dengan NSAID, Lithium, antibiotik aminoglikosida, asam ethacrynic, salisilat, cephalosproin, ACE inhibitor, sukralfat, fenitoin, dan indometasin oleh karena itu sebaiknya tidak dikombinasikan dengan obat tersebut