Obat Batuk Tradisional Terbukti Ampuh

Hi, sobat mediskus.com, Maukah anda saya beri tahu obat batuk tradisional yang terbukti ampuh secara ilmiah? obat batuk yang tidak pahit bahkan terasa manis dan enak? obat batuk tradisional yang aman untuk bayi, balita,  ibu hamil, dan menyusui? Jawabannya adalah MADU.

Madu terbukti secara ilmiah sebagai obat batuk tradisional yang ampuh, sebagaimana penelitian terkini menyimpulkan bahwa madu lebih efektif dibandingkan plasebo dalam mengendalikan (meredakan) batuk malam hari pada anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Penilitian yang membuktikan madu sebagai obat batuk tradisional yang efektif tersebut dilakukan dengan metode acak buta ganda terkontrol yang hasilnya telah dipublikasikan pada tanggal 06 Agustus di jurnal Pediatrics. organisasi kesehatan dunia, WHO, pun juga merekomendasikan penggunaan madu sebagai pengobatan batuk terutama pada anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Pada penelitian tersebut disimpulkan bahwa madu sebagai obat batuk tradisional atau pengobatan alternatif yang dapat diberikan untuk anak usia diatas 1 tahun. Ingat, Bayi usia dibawah satu tahun tidak boleh diberi madu, karena sistem pertahanan tubuh yang belum sempurna sehingga berisiko terhadap botulisme karena spora botulisme yang ditemukan di beberapa madu.

Bahkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Shadkam MN dkk menunjukkan bahwa madu lebih efektif dibandingkan obat batuk kering dekstrometorphan (DMP) dan difenhidramin yang biasa dipakai oleh para dokter untuk mengatasi batuk. Hasil studi itu menunjukkan bahwa minum madu dengan dosis 2,5-5ml sebelum tidur malam hari memberikan efek meredakan batuk yang lebih baik dibanding dekstrometorphan (DMP) dan difenhidramin dengan jumlah dosis yang sama.

Bagaimana Cara Kerja Madu sehingga Dapat Meredakan Batuk?

Setidaknya selama 2700 tahun, madu telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit melalui aplikasi topikal (penggunaan luar), tetapi baru-baru ini diketahui senyawa kimia madu memiliki sifat antiseptik dan antibakteri. Sebagai agen antimikroba madu mungkin memiliki potensi untuk mengobati berbagai penyakit. Seorang peneliti Selandia Baru mengatakan madu berguna dalam mengobati infeksi bakteri. Sifat antibakteri madu dihasilkan oleh sifat osmosis, hidrogen peroksida, dan keasaman yang tinggi. Madu juga dapat digunakan untuk mengurangi sakit tenggorokan, dengan mencampur dengan jus lemon. Madu akan melapisi tenggorokan sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan.

obat batuk tradisional

madu murni sebagai obat batuk tradisional

Sebenarnya mekanisme kerja madu dalam meringankan batuk belum diketahui secara pasti. Para penulis penelitian mencatat pada tahun 2012 madu mengandung lebih dari 181 bahan alami yang berbeda diantaranya mengandung antioksidan dan zat yang memiliki sifat antimikroba (penelitian lain telah menunjukkan beberapa jenis madu dapat menghentikan infeksi bakteri pada luka ) setidaknya hal itu dapat menjelaskan mengapa madu dapat membantu meringankan batuk terutama pada anak-anak.

Sekarang, Bagaimana Cara Menggunakan Madu Sebagai Obat Batuk?

  • Untuk anak-anak usia 2 tahun ke atas yang menderita batuk akibat infeksi saluran pernapasan atas diberikan sampai 1-2 sendok teh (10 ml) madu pada waktu malam hari sebelum tidur. Madu tampaknya dapat mengurangi batuk malam hari dan membuat tidur nyenyak.
  • Untuk anak usia diatas 6 tahun dan dewasa dapat menggunakan dosis 2-4 sendok teh madu murni per hari.

Selain efektif untuk anak-anak dan balita madu juga aman digunakan sebagai obat batuk tradisional untuk ibu hamil, menyusui, dan lansia, mengingat madu ini tidak menimbulkan efek samping bagi siapa yang mengonsumsinya kecuali bayi di bawah satu tahun.

Dengan demikian, Anda tak perlu susah-susah mencari obat batuk tradisional yang terbukti ampuh secara ilmiah karena madu sangat mudah kita temukan, tapi harus pilih yang asli ya..

11 Komentar

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer