Ibuprofen adalah obat penghilang rasa sakit (analgetik), yang dapat Anda peroleh di toko obat atau apotek tanpa menggunakan resep dokter, seperti halnya parasetamol.

Ibuprofen adalah salah satu dari kelompok obat penghilang rasa sakit yang disebut dengan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), Jika Anda pergi ke apotek, ada banyak pilihan merek dagang yang memiliki kandungan (komposisi) Ibuprofen. Di samping itu ada berbegai bentuk sediaan obat seperti: tablet atau kaplet, gel, semprotan, cairan (sirup).

ibuprofen tablet

contoh ibuprofen 200mg

Mekanisme Kerja Ibuprofen

Ibuprofen bekerja sebagai obat penghilang rasa sakit dengan mempengaruhi bahan kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah zat yang diproduksi tubuh ketika menanggapi penyakit atau cedera. Prostaglandin menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan (inflamasi). Prostaglandin yang dilepaskan dalam otak dapat menyebabkan suhu tinggi (demam).

Efek penghilang rasa sakit dari ibuprofen dimulai segera setelah dikonsumsi, tetapi memiliki efek anti-inflamasi yang lemah dan akan memakan waktu lebih lama untuk memulai. Kadang-kadang dapat memakan waktu hingga tiga minggu untuk mendapatkan hasil terbaik, oleh karena itu ibuprofen tidak tepat untuk mengobati kondisi yang terutama terkait dengan peradangan.

Indikasi Ibuprofen

Ibuprofen umumnya digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan rasa sakit seperti:

  • Rasa sakit ringan hingga sedang: sakit gigi, migrain dan nyeri haid
  • Menurunkan demam: misalnya, ketika seseorang mengalami flu (influenza), baca juga: Ibuprofen Sebagai Obat Demam
  • Rasa sakit dan peradangan (kemerahan dan bengkak) yang disebabkan oleh penyakit rematik atau anggota gerak lainnya
  • Meringankan rasa sakit dan pembengkakan akibat keseleo, seperti cedera olahraga

Kontra Indikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini begitu saja, oleh karena selalu perhatikan kontraindikasi yang Ada pada label:

  • Tidak boleh pada seseorang yang alergi terhadap ibuprofen atau obat NSAID lainnya.
  • Ibuprofen tidak boleh digunakan oleh orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti saat ini atau baru-baru ini mengalami ulkus lambung (tukak lambung), atau riwayat reaksi buruk terhadap NSAID.
  • Hati-hati penggunaan orang-orang tua, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk asma atau penyakit ginjal atau gangguan fungsi hati.
  • Sebaiknya, wanita hamil tidak mengonsumsi ibuprofen kecuali direkomendasikan oleh dokter. Tapi ibuprofen tidak menyebabkan kerugian apapun untuk bayi saat Anda sedang menyusui. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Parasetamol dianjurkan sebagai alternatif untuk meringankan rasa sakit jangka pendek atau mengurangi demam pada kodisi di atas.

Dosis

Dosis ibuprofen akan berbeda untuk pasien yang berbeda hal ini akan tergantung pada berat ringannya penyakit, usia, dan berat badan. Ikutilah petunjuk dokter atau petunjuk pada label dengan cermat.

Ibuprofen dan Anak-anak

Ibuprofen dapat diberikan kepada anak-anak yang berusia minimal tiga bulan dengan berat badan setidaknya 5kg, digunakan untuk mengobati:

  • Rasa sakit atau nyeri
  • Peradangan
  • Demam atau badan panas

Dalam kasus tertentu, dokter atau profesional kesehatan lain mungkin merekomendasikan ibuprofen untuk anak-anak yang usianya di bawah tiga bulan. Misalnya:

  • Bayi yang berusia dua sampai tiga bulan dapat diberikan ibuprofen untuk mengendalikan demam setelah vaksinasi, jika parasetamol tidak cocok.
  • Ibuprofen juga dapat diberikan kepada anak-anak dengan kondisi rematik, seperti arthritis juvenile idiopathic.
  • Suntikan ibuprofen dapat diberikan kepada bayi prematur (lahir sebelum minggu ke-37 kehamilan) untuk mengobati ductus arteriosus paten (ketika pembuluh darah di jantung tidak menutup normal setelah kelahiran).
  • Ketika ibuprofen diberikan kepada bayi atau anak-anak, dosis yang tepat akan tergantung pada usia, berat badan bayi, dan kekuatan ibuprofen, yang biasanya dalam mg (miligram).

Efek Samping Ibuprofen

Efek samping yang umum dari penggunaan ibuprofen meliputi:

  • Mual (rasa ingin muntah)
  • Muntah
  • Diare (buang air besar encer)
  • Gastritis (sakit maag)
  • Sakit perut

Menggunakan ibuprofen, terutama pada dosis tinggi selama jangka waktu yang lama, dapat meningkatkan risiko:

  • Stroke – ketika pasokan darah ke otak terganggu
  • Serangan jantung – ketika pasokan darah ke jantung tersumbat

Pada wanita, penggunaan ibuprofen dalam jangka waktu yang panjang mungkin terkait dengan berkurangnya kesuburan. Hal ini biasanya reversibel atau dapat kembali pulih ketika penggunaan obat dihentikan.