Obat imodium atau loperamide HCl merupakan obat yang termasuk golongan antimotilitas. Obat ini biasa diresepkan dokter dan juga sudah umum digunakan oleh masyarakat pada pengobatan diare. Pada Artikel ini akan dijelaskan mengenai imodium obat apa beserta imformasi imodium lainnya.

Daftar Isi:

obat imodium

Mengenal Imodium

Imodium merupakan obat anti spasmodik yang memiliki loperamide Hcl sebagai bahan aktifnya. Loperamide merupakan obat turunan difenoksilat dan haloperidol. Loperamdie bekerja dengan cara cara mengurangi peristaltik usus dengan harapan obat ini akan memperpanjang lama kontak dan penyerapan air di usus. Loperamide juga mampu menormalkan kembali keseimbangan sekresi dan resorpsi sel – sel mukosa usus dengan cara memulihkan kembali sel – sel yang mengalami hipersekresi menjadi resorpsi sehingga dicapai keseimbangan kembali. Dengan cara kerjanya tersebut Loperamide dapat menurunkan volume feses, meningkatkan kembali viskositas dan kepadatan feses serta menghentikan hilangnya cairan dan elektrolit.

Obat loperamide dapat bekerja lebih cepat dan lama kerja bertahan lebih lama dibanding difenoksilat dan kodein. Obat ini juga memiliki efek obstipasi yag lebih kuat 2 sampai 3 kali lipat, dan obat ini juga tidak dapat menembus sawar darah otak sehingga tidak memberikan efek terhadap saraf pusat.

Indikasi imodium

Sebagai obat anti spasmodik fungsi obat imodium adalah untuk :

  • mengatasi diare akut yang sebabnya tidak diketahui
  • mengatasi diare kroni

Kontraindikasi

imodium tidak dianjurkan untuk digunakan oleh penderita yang diketahui :

  • mempunyai riwayat hipersensitif atau alergi terhadap imodium dan komposisi obat.
  • mempunyai kolitis akut karena berpotensi untuk menyebabkan megacolon toksik
  • tidak boleh mengalami konstipasi
  • mempunyai usia kurang dari 12 tahun.

Dosis Imodium

imodium obat diare di apotik tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis obat imodium 2 mg. Adapun dosis imodium yang dianjurkan untuk digunakan adalah :

  • Pada penderita diare akut nonspesifik dosis awal obat Imodium yang dianjurkan adalah 4 mg, kemudian diikuti 2 mg setiap mengalami buang air besar, dan dosis imoidum yang digunakan tidak boleh lebih dari 16 mg sehari.
  • Pada pederita diare kronik dosis awal obat Imodium yang dianjurkan adalah 4 mg, kemudian diikuti 2 mg setiap mengalami buang air besar dan dosis imodium yang digunakan tidak boleh melebihi 16 mg sehari.
  • Pemberian obat imodium harus dihentikan apabila tidak terjadi perbaikan klinis setelah 48 jam pemberian

Efek Samping 

Obat imodium dapat memberikan beberapa efek samping berikut ini :

  • mengalami flatulen atau sering buang angin
  • mengalami konstipasi, mual muntah da nyeri perut.
  • mengalami reaksi alergi berupa kemerahan pada kulit.
  • mengalami perasaan pusng, mengantuk dan letih
  • mengalami megakolon toksik.

Informasi Keamanan

  • Obat imodium tidak boleh digunakan pada hari pertama diare karena kotoran hari pertama harus dikeluarkan.
  • Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat menyebabkan terjadinya konstipasi.
  • Hindari penggunaan pada diare yang diikuti demam tinggi atau pada tinja yang mengandung darah
  • Obat imodium tidak boleh digunakan pada keadaan diare akut yang disebabkan oleh infeksi Salmonella, Shigella dan Eschericia Coli
  • Obat imodium sebaiknya digunakan secara hati – hati pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan penyakit hati
  • Gunakan obat loperamide ini secara hati – hati pada wanita hamil dan menyusui.
  • Obat ini harus dijauhkan agar tidak terjangkau anak – anak.
  • Obat naloksoon dapat diberikan sebagai antidotum apabila terjadi overdosis imodium.