Isprinol adalah obat yang mengandung methisoprinol untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menyembuhkan penyakit-penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Obat ini digunakan untuk mempercepat penyembuhan cacar air, gondongan, influenza, campak, herpes, hepatitis dan sebagainya.

Mengenal Obat Isprinol

Di apotek ada dua bentuk sediaan obat Isprinol, yaitu tablet dan sirup dengan komposisi sebagai berikut:

  • Isprinol Tablet  dalam setiap tablet mengandung Methisoprinol 500 mg.
  • Isprinol Sirup dalam setiap satu sendok takar (5 mL) mengandung Methisoprinol 250 mg.

isprinol

Methisoprinol atau Isoprinosine adalah kompleks sintetis inosin dan dimethylaminoisopropanol (sebagai p-acetamidobenzoate) dengan rasio molar 1:3. Berbentuk bubuk putih, sangat larut dan stabil dalam larutan fisiologis, dan sedikit rasanya sedikit pahit.>

Isoprinosine bekerja dengan dua cara:

  • Pertama: Salah satu pertahanan alami yang paling penting terhadap resiko penyakit virus. Tidak seperti vaksin bekerja untuk mencegah penyakit virus jika diberikan sebelum timbulnya penyakit. Tetapi Isprinol dapat bekerja sebagai terapi setelah onset penyakit dimulai.  Isoprinosine bekerja untuk meningkatkan respon kekebalan alami limfosit ketika diberikan setelah timbulnya penyakit virus.
  • Kedua: Virus yang menyerang tubuh manusia akan mengganggu sintesis protein dan asam nukleat pada sel tubuh untuk memaksa sel tersebut agar menghasilkan protein dan asam nukleat virus. Isoprinosine memiliki tindakan untuk mencegah hal ini di tingkat ribosom dan polyribosomes sehingga dapat menghambat perkembangbiakan virus.

Indikasi

Isprinol obat apa? Banyak yang menanyakan hal ini dan sekarang Anda menemukan jawabannya. Isprinol digunakan untuk mengobati infeksi virus-virus di bawah ini:

  • Cacar air
  • Gondongan (mumps)
  • Rhinovirus penyebab common cold
  • Influenza A
  • Campak
  • Ensefalitis akibat virus
  • Herpes zoster
  • Herpes simplex labialis
  • Herpes simplex genitalis
  • Hepatitis akut (A dan B akut)

Immunorestoration pada individu yang menderita pre-AIDS / persisten limfadenopati generalisata dan kompleks terkait AIDS, penyakit neoplastik (kanker), sebelum operasi besar, luka bakar yang parah.

Dosis Isprinol dan Cara Pemakaian

Dosis awal selama tahap puncak penyakit yaitu: 100 mg / kg berat badan setiap hari. Selanjutnya, 50 mg / kg berat badan setiap hari sebagai dosis pemeliharaan.

Adapun dosis Isprinol yang direkomendasikan adalah:

Dosis Isprinol Tablet:

  • Dewasa: 6-8 tablet sehari dalam dosis terbagi (3-4).
  • Anak-anak: 3-4 tablet dalam dosis terbagi (3-4).

Dosis Iprinol Syrup:

  • Dewasa: . 2 sdt, 6-8 kali sehari
  • Anak-anak> 7 tahun,> 21 kg: 1 sendok takar (5 ml), 6 kali sehari
  • 0-7 tahun, 14-21 kg: ¾ sendok takar (5 ml), 6 kali sehari
  • 1-3 tahun, 9-14 kg: ½ sendok takar (5 ml), 6 kali sehari
  • <1 tahun, <9 kg:  ¼ sendok takar (5 ml), 6 kali sehari

Dikonsumsi bersama dengan makanan.

Lamanya Pengobatan:

  • Untuk penyakit virus akut dengan penyembuhan singkat, pengobatan harus diteruskan 1-2 hari setelah gejala mereda, atau lebih lama, menurut penilaian dokter.
  • Untuk penyakit virus akut dengan penyembuhan lama, pengobatan harus diteruskan1-2 minggu setelah gejala mereda, atau lebih lama, menurut penilaian dokter. Hal ini untuk menghindari kambuh.

Efek Samping Isprinol

  • Peningkatan kadar asam urat serum.
  • Efek samping yang terkadang muncul berupa ruam atau gatal-gatal pada kulit, gangguan pencernaan seperti nyeri perut, mual, dan diare. Serta berpotensi menimbulkan kelelahan atau malaise.
  • Efek samping yang jarang muncul meliputi: sakit kepala, vertigo, arthralgia (nyeri sendi), sembelit dan poliuria (sering buang air kecil).
  • Rasio antara dosis terapi dan dosis toksik Isprinol adalah 1 : 100. Oleh sebab itu obat ini dapat digunakan dengan aman tanpa kekhawatiran yang berlebihan terhadap efek toksik. Kemungkinan akumulasi zat obat pada tubuh juga kecil, karena methisoprinol cepat dibuang bersama dengan metabolitnya melalui urin.

Perhatian Khusus

  • Isoprinosine harus digunakan dengan hati-hati pada orang dengan penyakit gout atau gangguan ginjal karena dapat meningkatkan konsentrasi asam urat.
  • Bagi orang dengan penyakit jantung perlu diawasi penggunaannya ketika digunakan bersama dengan obat digitalis.
  • Sebaiknya jangan menggunakan methisoprinol untuk pengobatan infeksi bakteri karena memang tidak memiliki efek antibakteri.
  • Penggunaan obat apapun dalam kehamilan, menyusui atau wanita usia subur mensyaratkan bahwa manfaat harus lebih ditimbang terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi. Begitu pula pada penggunaan obat Isprinol ini.