Kaltrofen adalah merek obat yang mengandung bahan aktif ketoprofen. Obat ini digunakan pada orang dewasa untuk meredakan rasa sakit, peradangan, dan menurunkan demam yang bisa didapatkan melalui resep dokter.

Mengenal Obat Kaltrofen

Obat yang diproduksi oleh kalbe farma ini tersedia dalam bentuk Kaltrofen tablet, kapsul OD, supositoria, dan Gel. Berikut komposisi dari masing-masing sediaan obat tersebut:

  • Kaltrofen 50 mg dan 100 mg tablet salut enterik masing-masing mengandung ketoprofen 50 mg dan 100 mg.
  • Kaltrofen kapsul OD (pellet lepas lambat) mengandung ketoprofen 200 mg
  • Kaltrofen supositoria mengandung bahan aktif ketoprofen 100 mg
  • Kaltrofen gel mengandung bahan aktif ketoprofen 0,75 g di dalam kemasan gel 30 g.
kaltrofen ketoprofen

gambar Kaltrofen (sumber: www.kalbemed.com)

Berhubung ini merupakan merek obat, maka akan kita bahas lebih lanjut mengenai bahan aktifnya, mulai dari mekanisme kerja, indikasi, kontraindikasi, efek samping, dan informasi keamanan dalam penggunaanya.

Ketoprofen adalah obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) yang memiliki efek analgesik, anti peradangan dan penurun panas (antipiretik). Efek-efek ini diperantarai oleh penghambatan produksi prostaglandin yang merupakan zat penyebab munculnya reaksi peradangan, nyeri, dan demam. Terbentuknya prostaglandin diperantarai oleh enzim cyclo-oxygenase (COX), enzim inilah yang secara langsung dihambat oleh ketoprofen.

Sifat obat berdasarkan bentuk sediaan:

  • Ketoprofen tablet memiliki keunggulan cepat diserap melalui saluran cerna tanpa dipengaruhi oleh makanan atau minuman. Adanya makanan dalam saluran cerna hanya memperlambat tercapainya kadar puncak (t-maks, normal ½ sampai 2 jam) tanpa mempengaruhi jumlah total dalam darah.
  • Ketoprofen OD Kapsul dibuat khusus agar obat ini hanya dilepaskan pada usus kecil secara perlahan-lahan. Oleh sebab itu, sediaan ini tidak cocok untuk mengatasi nyeri akut. Berbeda jauh dengan sediaan tablet, t-maks  sediaan OD dicapai dalam waktu 6-7 jam.
  • Sediaan supositoria bertujuan untuk mengatasi nyeri sepanjang malam, sehingga sediaan ini digunakan pada malam hari sebelum tidur.

Indikasi atau Kegunaan

Jika masih penasaran Kaltrofen obat apa, maka berikut kami informasikan kondisi-kondisi yang bisa diatasi dengan obat ini:

  • Meredakan rasa sakit dan peradangan yang disebabkan oleh rematik, seperti asam urat dan arthritis.
  • Meringankan rasa sakit akibat spondilitis ankilosa dan osteoartritis atau pengapuran tulang.
  • Meredakan nyeri akibat penegangan otot dan keseleo. Baca juga: Cara Benar Mengobati Keseleo (Terkilir)
  • Manajemen nyeri pasca operasi
  • Meringankan nyeri haid pada wanita.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan Kaltrofen, obat ini tidak boleh digunakan pada orang dengan kondisi sebagai berikut:

  • Memiliki alergi terhadap ketoprofen, aspirin dan OAINS lainnya.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyempitan saluran nafas (bronkospasme) berat atau asma bronkial.
  • Pasien yang memiliki masalah pada fungsi ginjal dan liver yang berat.
  • Penderita tukak lambung (ulkus peptikum) atau peradangan akut pada saluran pencernaan.
  • Kaltrofen supositoria tidak dianjurkan pada penderita yang memiliki masalah peradangan dan pendarahan pada anus seperti pada kasus proktitis dan hemoroid.

Dosis dan Cara Penggunaan

Dosis kaltrofen bisa berbeda antara satu pasien dengan pasien lainnya, hal ini dipengaruhi oleh kondisi kesehatan pasien secara umum dan penyakit yang hendak diobati. Dokter akan memberikan petunjuk dosis yang tepat untuk Anda.

Secara umum, berikut dosis yang lazim digunakan untuk masing-masing sediaan:

  • Kaltrofen tablet 50 mg: Digunakan 1 tablet sekali minum sebanyak 3-4 kali sehari. Untuk tablet 100 mg digunakan 1 tablet sekali minum sebanyak 2-3 kali sehari.
  • Kaltrofen OD 200 mg (kapsul): Diminum sebanyak 1 kali sehari karena ini merupakan obat lepas lambat.
  • Kaltrofen supositoria : Dosis standarnya adalah 1 supositoria 2 kali sehari. Namun apabila dikombinasikan dengan preparat oral, maka cukup digunakan 1 1 supositoria 1 kali sehari.

Cara Penggunaan:

  • Untuk sediaan oral, sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau susu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir efek samping pada saluran cerna.
  • Bentuk sediaan OD yang merupakan kapsul lepas lambat tidak dianjurkan untuk mengatasi nyeri akut.
  • Gunakanlah interval yang sama antar dosis, atau gunakan jadwal minum pada jam yang sama setiap harinya.
  • Obat tidak harus habis, apabila keluhan sudah hilang boleh menghentikan pemakaian.
  • Dosis di atas dapat berubah sesuai petunjuk dokter.

Efek Samping Kaltrofen

Seperti halnya obat-obat lain, Kaltrofen juga bisa menimbulkan beberapa efek samping. Berikut efek samping yang bisa terjadi sesuai bentuk sediaan obat yang digunakan:

  • Tablet : Gangguan lambung, mual-mual sampai muntah, rasa sakit atau tak nyaman pada perut, sakit kepala, pusing, telinga berdengung, penglihatan terganggu, ruam pada kulit dan gangguan fungsi ginjal.
  • Supositoria : Bisa mengubah konsistensi feses menjadi lebih lunak atau encer.

Informasi Keamanan

  • Penggunaan pada pasien yang memiliki masalah pada fungsi ginjal harus diwaspadai dengan memonitor secara ketat. Umumnya digunakan dosis yang rendah.
  • Begitu pula pada penderita gangguan fungsi hati, penggunaan Kaltrofen harus hati-hati sesuai arahan dokter.
  • Harap waspada jika digunakan untuk penderita gangguan asam lambung yang ditandai dengan nyeri perut, mual-mual, sering bersendawa, dan sebagainya.
  • Ketoprofen tidak dianjurkan penggunaannya pada anak yang berusia kurang dari 18 tahun dan Lansia yang berusia lebih dari 65 tahun.
  • Bagi ibu hamil disarankan jangan mengonsumsi obat ini, kecuali diresepkan oleh dokter dengan memperhatikan keuntungan dan kerugiannya.
  • Ibu menyusui tidak boleh menggunakan Kaltrofen.