Kandidiasis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh ragi yang termasuk dalam genus Candida. Terdapat lebih dari 20 spesies Candida yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia, dan yang paling sering adalah Candida albicans.

Berdasarkan daerah infeksi kandidiasis dapat menyerang beberapa daerah berikut:

  1. Candida yang berkembang di daerah mulut atau tenggorokan yang disebut dengan Kandidiasis orofaringeal.
  2. Candida yang berkembang di daerah vagina dan vulva yang disebut dengan Kandidiasis vulvovaginal
  3. Candida yang memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh yang disebut dengan Kandidiasis invasif

Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai Kandidiasis, mulai dari gejala, penyebab dan, pengobatannya.

Apa Gejala Kandidiasis?

Candida biasanya hidup di kulit dan membran mukosa tanpa menyebabkan infeksi. Namun pertumbuhannya yang berlebihan dapat menyebabkan berkembangnya gejala penyakit. Kandidiasis dapat menimbulkan gejala yang bervariasi tergantung pada daerah tubuh yang terinfeksi.

  • Kandidiasis orofaringeal menimbulkan gejala berupa bercak putih atau plak di lidah dan selaput lendir mulut. Gejala tersebut dapat disertai kemerahan, nyeri, sulit menelan, dan cracking di sudut mulut (cheilitis angular).

kandidiasis pada mulut

  • Kandidiasis vulvovaginal menimbulkan gejala berupa rasa gatal dan terbakar di sekitar alat vital, serta keputihan berupa gumpalan putih dan terkadang bewarna seperti keju. Kandidiasis genital juga bisa menyerang pria dan menimbulkan gejala gatal dan kemerahan di sekitar miss P.

kandidiasis vulvovagina

  • Kandidiasis invasif menimbulkan gejala berupa demam dan menggigil, yang tidak membaik setelah pengobatan dengan antibiotik. Gejala yang spesifik bisa berkembang ketika infeksi telah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti jantung, otak, mata, tulang, atau sendi.

Apa Penyebab Kandidiasis?

Kandidiasis orofaringeal sangat jarang terjadi pada orang dewasa sehat, sering kali terjadi pada bayi yang berusia kurang dari satu bulan, orang tua, dan kelompok orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Faktor lain yang juga bisa menjadi penyebab antara lain :

  • HIV / AIDS,
  • perawatan Kanker
  • transplantasi organ
  • Diabetes Mellitus
  • penggunaan obat kortikosteroid
  • penggunaan antibiotik spektrum luas

Kandidiasis vulvovaginal terjadi cukup sering, dimana hampir 75% wanita dewasa mengalami setidaknya satu kali infeksi ini dalam hidup mereka, dan terjadi lebih sering serta lebih parah pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Kondisi lain yang juga bisa menjadi penyebab meliputi:

  • Kehamilan
  • Diabetes Mellitus
  • penggunaan obat kortikosteroid
  • penggunaan antibiotik spektrum luas

Kandidiasis invasif terjadi ketika Candida memasuki aliran darah dan menyebabkan infeksi. Orang yang berisiko tinggi untuk mengalami kondisi ini meliputi:

  • Pasien yang menggunakan kateter vena sentral
  • Pasien yang mengalami perawatan di unit perawatan intensif (ICU)
  • Pasien yang memiliki gagal ginjal atau menjalani terapi hemodialisis
  • Pasien yang telah menjalani operasi, terutama operasi gastrointestinal
  • Orang yang memiliki neutrofil (sejenis sel darah putih) yang sangat rendah

Mengingat pada kondisi normal Candida dapat hidup pada kulit tanpa menimbulkan infeksi, maka apabila gejala kandidiasis ini muncul atau dengan kata lain telah terjadi infeksi Candida, mungkin sebenarnya anda sedang mengalami kondisi medis yang serius. Oleh karena itu sebaiknya segera periksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter anda, agar setiap gejala maupun kondisi medis yang menjadi penyebabnya dapat segera diatasi.

Bagaimana Pengobatan Kandidiasis?

Karena ini merupakan infeksi jamur, maka kita gunakan obat anti jamur, baik lokal ataupun sistemik. Di samping itu diperlukan juga obat-obatan yang bersifat simtomatik untuk meringankan gejala, seperti gatal, nyeri, dan demam.

Kandidiasis orofaringeal dapat dicegah dengan praktik kebersihan mulut yang baik. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa obat kumur klorheksidin (CHX) dapat membantu mencegah kandidiasis oral pada orang yang menjalani pengobatan kanker.  Kandidiasis orofaringeal harus diobati dengan obat anti jamur dan biasanya memberikan respon yang baik terhadap pengobatan dengan clotrimazole dan nistatin topikal. Obat anti jamur sistemik seperti flukonazol atau itrakonazol mungkin diperlukan pada Kandidiasis orofaringeal yang tidak merespon pengobatan topikal. Namun pada kasus yang resisten terhadap azol diperlukan pengobatan dengan amfoterisin B.

Kandidiasis vulvovaginal yang berulang dapat dikurangi dengan cara mengenakan pakaian katun. beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa probiotik oral atau intravaginal juga dapat membantu mencegah infeksi berulang. Infeksi jamur kandida pada vulva dan vagina ini umumnya diobati dengan obat anti jamur supositoria vagina atau krim. Durasi program perawatan dapat berkisar dari satu hari hingga tujuh hari terapi.

Kandidiasis invasif diobati menggunakan obat anti jamur dengan jenis dan dosis tertentu biasanya tergantung pada usia pasien, status kekebalan, lokasi dan keparahan infeksi. Bagi kebanyakan orang dewasa, pengobatan awal antijamur yang direkomendasikan adalah menggunakan echinocandin (Caspofungin, Micafungin, atau Anidulafungin) yang diberikan melalui vena (intravena atau IV). Obat Flukonazol, Amfoterisin B, dan obat antijamur lainnya juga mungkin tepat diberikan dalam situasi tertentu. Durasi pengobatan candidemia harus dilanjutkan selama 2 minggu setelah tanda – tanda dan gejala telah menghilang serta Candida sudah tidak lagi ditemukan di dalam aliran darah. Sedangkan untuk pengobatan bentuk lain dari kandidiasis invasif, seperti infeksi pada tulang, sendi, jantung, atau sistem saraf pusat, biasanya akan memerlukan perawatan untuk jangka waktu yang lama.