Belajar Golongan Darah

Golongan Darah, sepertinya tidak asing bagi kita mendengar istilah itu. Betapa tidak, golongan darah sudah menjadi bagian dari identitas seseorang sehingga sering kali kita jumpai tertera tulisan golongan darah pada KTP SIM dan kartu identitas lainnya. Itu artinya Setiap orang diharuskan mengetahui golongan darahnya,  Apakah golongan darah A, B, AB, atau O serta Rh positif atau negatif.

Mengetahui golongan darah dan mencantumkannya dalam kartu identitas itu memiliki manfaat yang tidak bisa di anggap remeh. Sebagai contoh ketika seseorang berada dalam perjalanan tiba-tiba terjadi kecelakaan, mengalami luka yang parah sehingga banyak darah yang keluar, sesampainya di rumah sakit korban ternyata membutuhkan tambahan darah untuk menyelamatkan nyawanya. Nah, untuk menambah darah (transfusi darah) harus diketahui terlebih dahulu golongan darah si korban. Sampai disini sudah bisa ditangkap ya. Itu salah satu manfaatnya, masih banyak manfaat lainnya seperti melacak garis keturunan, menentukan pasangan (suami-istri), diet golongan darah, dan tentunya menghilangkan rasa penasaran keingintahuan golongan darahnya, hehe.

Terlepas dari itu semua, mungkin masih banyak diantara kita yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang golongan darah. Dalam tulisan yang singkat ini saya akan membahas tentang golongan darah yang populer yaitu ABO dan Rh.

Golongan darah merupakan pengelompokan (klasifikasi) yang didasarkan pada ada tidaknya antigen pada permukaan membran sel darah merah dan antibodi yang terdapat dalam plasma darah.

Sistem Penggolongan Darah ABO
Pada sistem penggolongan darah ABO, Golongan darah terbagi menjadi 4 golongan yaitu Golongan Darah A, B, AB, dan O.

  • Golongan darah A memiliki antigen A (aglutinogen A) pada sel-sel darah merah dengan antibodi anti-B (aglutinin B) dalam plasma.
  • Golongan darah B memiliki antigen B (aglutinogen B) dengan antibodi anti-A dalam plasma.
  • Golongan darah O tidak memiliki antigen (aglutinogen) tetapi memiliki antibodi (aglutinin) anti-A dan anti-B dalam plasma.
  • Golongan darah AB memiliki kedua antigen A dan Antigen B tetapi tidak memiliki antibodi (aglutinin).

golongan darah

Golongan darah ini sangat penting diketahui terutama ketika akan dilakukan transfusi darah dari donor ke penerima (resipen). Dimana dalam ilmu imunologi apabila antigen bertemu dengan antibodi maka akan terjadi reaksi antigen-antibodi, antigen akan dihancurkan oleh antibodi. Sebagai contoh Antibodi A (Golongan Darah B) jika bertemu dengan Antigen A (Golongan darah A) akan terjadi reaksi antigen-Antibodi yang dapat membahayakan nyawa penerima donor. Jadi, Golongan darah donor harus sama dengan penerima. Akan tetapi tidak cukup hanya dilihat dari Golongan darah ABO, karena harus diperhatikan juga golongan Rhesusnya (Rh).

Sistem Penggolongan Darah Rhesus (Rh).
Selain golongan darah ABO, Perlu diperhatikan juga golongan Rhesusnya atau faktor Rh. Nama Rhesus ini ditemukan oleh Karl Landsteiner pada tahun 1940 dia menemukan Faktor ini pada darah monyet jenis Rhesus. Penggolongan darah rhesus ada dua yaitu Rhesus positif (Rh+) dan Rhesus negatif (Rh-).

  • Rhesus positif (Rh+) = memiliki faktor Rhesus pada permukaan sel darah merahnya.
  • Rhesus negatif (Rh-) = tidak memiliki faktor Rhesus pada permukaan sel darah merahnya.

golongan darah rhesus

Dalam penulisan, jenis penggolongan Rhesus ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Seperti Seseorang yang memiliki Golongan Darah O dan Rhesus positif ditulis sebagai O+ atau O Pos atau O psitif. Golongan darah O+ adalah yang paling banyak dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.

Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan darah akan berakibat fatal. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh- dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh yang mengakibatkan pecahnya sel-sel darah merah (hemolisis). Contoh lain : Suami Rh+, istri Rh- maka anaknya akan bergolongan Rh+, anak pertama biasanya selamat. Namun akibat proses kelahiran anak pertama, ada darah bayi yang masuk ke peredaran darah ibu, maka ibu akan membentuk antibodi Rh (antirhesus). Sehingga apabila istri hamil lagi anak ke dua dan seterusnya akan terancam jiwa bayinya akibat proses yang disebut sebagai eritroblastosis fetalis atau pecahnya sel darah merah sesaat setelah lahir. Hal ini merupakan kondisi yang mengancam keselamatan bayi karena dapat menyebabkan pecahnya sel-sel darah merah, menyebabkan anemia dan ikterus (bayi kuning).

Itulah sisitem penggolongan darah ABO dan Rhesus, sebenarnya masih banyak yang lainnya silahkan kunjungi wikipedia.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer