Ketricin adalah obat bermerek yang mengandung bahan aktif Triamcinolone. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala alergi, gangguan hormon, rematik, radang saluran cerna, kelainan darah, keganasan dan sebagainya. Ketricin hanya boleh digunakan atas rekomendasi dokter.

Mengenal Obat Ketricin

Ketricin tersedia dalam bentuk tablet, dalam setiap tablet mengandung Triamcinolone 4 mg.

obat ketricin

Triamcinolone adalah obat yang masuk dalam golongan steroid (glukokortikoid) yang  memiliki daya antiinflamasi yang kuat, efek hormonal dan metabolik seperti kortison. Sekilas mengenai aktifitas glukokortikoid:

  • Meningkatkan glukoneogenesis atau memproduksi glukosa ke dalam darah
  • Menurunkan penggunaan glukosa secara efektif di dalam jaringan.
  • Mempercepat katabolisme protein dan menurunkan sintesis protein.
  • Memiliki sifat meretensi garam
  • Sebagai terapi pengganti pada kondisi defisiensi adrenokortikal.

Adapun triamcinolone yang terkandung dalam Ketricin berbeda dengan glukokortikoid alami, karena memiliki efek antiinflamasi dan glukoneogenesis yang lebih besar dan hanya sedikit meretensi garam.

Indikasi dan Kegunaan

Ketricin obat apa? Dengan mekanisme kerja seperti itu, maka ketricin dapat digunakan pada kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Gangguan endokrin. Insufisiensi adrenokortikal primer atau sekunder, hiperplasia adrenal kongenital, tiroiditis nonsupuratif, dan hiperkalsemia yang disebabkan oleh kanker.
  • Gangguan rematik. Digunakan sebagai terapi tambahan yang singkat pada artritis psoriasis, artritis reumatoid, ankylosing spondylitis, bursitis akut dan subakut, tenosinovitis akut nonspesifik, gout atau radang sendi asam urat,  osteoarthritis atau pengapuran tulang sendi, sinovitis pada osteoartritis; dan epikondilitis.
  • Penyakit kolagen atau jaringan ikat. Penyakit lupus atau systemic lupus erythematosus dan reumatik karditis akut.
  • Penyakit dermatologi atau kulit. Pemfigus, bullous dermatitis herpetiformis, dermatitis eksfoliatif, erythema multiforme yang berat (sindrom Steven-Johnson), mycosis fungoides, dan psoriasis berat.
  • Keadaan alergi.  Rhinitis alergi, asma bronkial, dermatitis kontak, dermatitis atopik, serum sickness, angioedema dan urtikaria berat (biduran).
  • Penyakit mata. Alergi dan peradangan pada mata, seperti konjungtivitis alergi, keratitis, herpes zoster ophthalmicus, allergic corneal marginal ulcers, iritis dan iridocyclitis, choriorenitis, diffuse posterior uveitis, inflamasi segmen anterior, dan choroiditis, optic neuritis dan sympathetic ophthalmia.
  • Penyakit pernafasan. Sarkoidosis simtomatik, sindrom Loefflers yang tidak dapat ditangani dengan cara lain, beriliosis, tuberkulosis paru fulminan atau meyebar ketika secara bersamaan dilakukan kemoterapi antituberkulosis, dan lain-lain.
  • Gangguan hematologi.Trombositopenia sekunder pada orang dewasa, anemia hemolitik, anemia hipoplastik kongenital, dan lain-lain.
  • Penyakit neoplastik. Penatalaksanaan paliatif leukemia dan limfoma.
  • Penyakit gastrointestinal. Membantu meringankan masa kritis penyakit ulcerative colitis, dan sariawan yang sulit disembuhkan.
  • Lain-lain. 

Kontraindikasi

Jangan gunakan obat ini jika Anda:

  • Memiliki alergi atau hipersensitif terhadap triamcinolone atau komponen lain dari obat.
  • Memiliki infeksi jamur sistemik.
  • Penderita TB aktif/laten.
  • Penderita psikosis akut.

Dosis Ketricin dan Cara Penggunaan

Tanyakan kepada dokter mengenai dosis ketricin yang tepat beserta aturan pakainya. Adapun dosis lazim yang dianjurkan adalah:

  • Dosis Ketricin untuk dewasa umumnya bervariasi antara 4 – 48 mg/hari tergantung berat ringan kondisi. Dosis awal harus ditentukan dengan tepat hingga didapatkan efek maksimal.
  • Dosis anak-anak akan disesuaikan dengan penyakit yang diobati dan berat badan (konsultasikan dengan dokter).
  • Dosis terapi pengganti: Triamcinolone 4 mg dapat digunakan sebagai terapi pengganti dari kortison 25 mg, hidrokortison 20 mg, prednison 5 mg, prednisolon 5 mg, methylprednisolone 4 mg, dexamethasone 0,75 mg, betamethasone 0,6 mg dan paramethasone 2 mg. Diperlukan penyesuaian dosis berdasarkan respon individu.

Ketricin tablet sebaiknya diminum bersamaan dengan makanan.

 

Efek Samping Ketricin

Seperti halnya obat-obatan lain, Ketricin juga berpotensi menimbulkan efek samping.

  • Gangguan cairan dan elektrolit berupa retensi natrium, retensi cairan, kehilangan kalium, dan hipertensi serta gagal jantung kongestif pada pasien yang rentan.
  • Gangguan Muskuloskeletal atau anggota gerak berupa kelemahan otot, kehilangan massa otot, osteoporosis, fraktur patologis.
  • Gangguan Gastrointestinal atau saluran cerna berupa tukak lambung, pankreatitis, distensi abdomen dan ulcerative esophagitis.
  • Gangguan Dermatologi atau kulit berupa gangguan penyembuhan luka, kulit tipis, ptechiae dan ekimosis, wajah kemerahan, keringat berlebihan, hiperpigmentasi, hirsutisme, erupsi jerawat, dan sebagainya.
  • Gangguan Neurologis berupa kejang, peningkatan tekanan intrakranial dengan papiledema, vertigo, sakit kepala dan memburuknya kondisi psikiatrik yang sudah ada.
  • Endokrin berupa menstruasi tak teratur, pertumbuhan anak terhambat, penurunan toleransi karbohidrat, memperparah diabetes melitus.
  • Mata berupa katarak, peningkatan tekanan intraokular, glaukoma dan exophthalmos.
  • Metabolik berupa hiperglikemia, glikosuria, dan keseimbangan nitrogen negatif akibat katabolisme protein.
  • Lain-lain seperti memburuknya infeksi atau menutupi gejala infeksi, necrotizing angitis, tromboembolisme, tromboflebitis, insomnia, episode sinkop dan reaksi anafilaktoid.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan Ketricin, perhatikanlah beberapa aspek keamanan obat berikut ini:

  • Harus menggunakan dosis terendah yang bisa mengontrol gejala atau kondisi yang sedang diobati. Jika memungkinkan dilakukan pengurangan dosis secara bertahap.
  • Hati-hati penggunaan Ketricin pada orang dengan hipotiroidisme, sirosis hati, hipotrombinemia, herpes simpleks pada mata, varisela, eksantema, divertikulitis, tukak lambung aktif maupun laten, gangguan fungsi ginjal, nefritis kronik, glomerulonefritis akut, HTN,  sindroma Cushing, osteoporosis, penyakit infeksi, diabetes, gagal jantung,  penderita yang berisiko terjadi tromboembolisme, tromboflebitis, penyakit saraf dengan gejala kejang, miastenia gravis, dan kanker yang menyebar.
  • Hati-hati apabila hendak menggunakan obat Ketricin ini untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Harus dipertimbangkan matang-matang oleh dokter ahli.
  • Tidak boleh menghentikan penggunaan ketricin secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.