Perlu diketahui ada banyak jenis penyakit kista ovarium pada wanita, penyebab kista akan sesuai dengan jenisnya itu, secara garis besar berikut dua jenis kategori kista:

  • Kista Fungsional. Ini merupakan jenis kista yang paling banyak dan sering terjadi untungnya ini tidak berbahaya dan merupakan bagian dari siklus menstruasi, bisa sembuh sendiri.
  • Kista Patologis. Ini merupakan tumor pada ovarium atau indung telur, ada yang jinak (tidak berbahaya) dan ada pula yang ganas (kanker).

Secara umum penyebab penyakit kista adalah disebabkan oleh beberapa faktor risiko berikut ini:

  • Riwayat kista ovarium sebelumnya
  • Siklus haid tidak teratur
  • Peningkatan distribusi lemak tubuh bagian atas
  • Pertama menstruasi lebih awal atau muda (usia 11 tahun atau lebih muda)
  • Infertilitas (kemandulan)
  • Pengobatan infertilitas dengan obat gonadotropin
  • Hypothyroidism
  • Terapi Tamoxifen untuk kemoterapi kanker payudara
  • Merokok juga meningkatkan risiko kista ovarium fungsional.

Baca juga: Penyebab Penyakit Kista

Penyebab Kista Fungsional

Kista fungsional ini disebabkan oleh masalah hormonal atau efek dari obat yang digunakan untuk membantu merangsang ovulasi.

Kista folikel

Kista folikel merupakan jenis penyakit kista yang paling sering terjadi. Ovarium merupakan sepasang organ kecil yang merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita, bertugas melepaskan sel telur setiap bulan. Telur bergerak ke rahim, untuk dibuahi oleh sperma laki-laki.

Sebelmu telur matang dan dikeluarkan, ia dibentuk terlebih dahulu dalam struktur kecil di dalam ovarium yang disebut folikel 9semacam kantung). Folikel ini berisi cairan untuk melindungi sel telur dan mendukung pertumbuhan sel telur sampai matang setelah matang baru dikeluarkan.

Suatu ketika, terkadang, folikel tidak melepaskan telur, atau tidak mengeluarkan cairan sehingga tidak menyusut. Jika ini terjadi, folikel bisa berukuran lebih besar karena membengkak dengan banyak cairan di dalamnya. Folikel yang membesar inilah yang kemudian menjadi kista ovarium tipe folikuler.

Untungnya, biasanya kist ini akan hilang tanpa pengobatan setelah beberapa minggu.

Kista Luteal

Ini merupakan jenis kista yang lebih jarang. Terbentuk ketika folikel seperti dijelaskan di atas berhasil mengeluarkan sel telur, folikel yang berhasil mengeluarkan sel telur ini disebut korpus luteum, normalnya ia akan mengempis atau menyusut, namun suatu ketika corpus luteum itu terisi dengan darah, akibatnya ukurannya menjadi membesar dan terjadilah kista ovarium tipe luteal.

Kista luteal biasanya juga hilang sendiri dalam beberapa bulan, tapi kadang-kadang bisa pecah (split), menyebabkan perdarahan internal dan nyeri mendadak.

gejala kista

Penyebab Kista Patologis

Pada wanita di bawah usia 30 tahun, kista dermoid adalah jenis yang paling umum dari golongan kista patologis. Setelah usia 40 tahun, tumor ovarium yang disebut kistadenoma yang lebih sering terjadi.

Kista dermoid

Kista dermoid (juga dikenal sebagai teratoma kistik matang) dapat berisi berbagai jaringan, seperti rambut, kulit atau gigi, karena mereka terbentuk dari sel-sel yang membuat telur. Penanganan kista dermoid biasanya memerlukan operasi.

Kistadenoma

Kistadenoma berkembang dari sel-sel yang menutupi bagian luar ovarium. Ada berbagai jenis. Beberapa diisi dengan cairan yang encer sebagian berisi zat lendir yang kental.

Kistadenoma sering tumbuh pada ovarium bagian tangkai daripada tumbuh di dalam ovarium itu sendiri. Itu artinya kista ini dapat tumbuh sampai berukuran besar. Ini biasanya jinak dan bukan kanker, namun dalam hal penanganan bisanya memerlukan pembedahan atau operasi.

Endometrioma

Kista ini berkembang sebagai akibat dari endometriosis, suatu kondisi di mana sel-sel endometrium rahim tumbuh di luar rahim. Sebagian sel rahim itu tumbuh pada ovarium dan membentuk kista.

Dengan mengetahui berbagai faktor resiko dan penyebab kista, semoga menjadi lebih berhati-hati dan terhindar dari kista.