Haid Lama dan Banyak Karena KB Spiral / IUD ?

Selamat pagi dok. Saya memakai alat KB IUD sudah hampir satu tahun. Di awal pemakaian tidak ada masalah dan keluhan apapun. Namun sudah 2 bulan ini haid saya lama, sekitar 3 minggu baru selesai haid. Padahal sebelum nya saya belum pernah mengalami keluhan seperti ini. Apakah ini ada pengaruhnya dengan pemakaian IUD sebagai alat kontrasepsinya dok? Jika berhubungan dengan IUD, berbahayakah dok? Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih dok.

Selamat pagi. Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi dokter online gratis di mediskus.com.

Siklus menstruasi normal pada setiap wanita berlangsung antara 2 – 7 hari dengan jumlah perdarahan sekitar 10 – 80 ml. Jika perdarahan saat menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari atau darah yang keluar terlalu deras (lebih dari 80ml) maka disebut menorhagia.

Penyebab Menorhagia

Menorhagia bisa dialami oleh wanita karena beberapa sebab seperti yang akan saya jelaskan di bawah ini, antara lain :

  • Ketidakseimbangan hormonal
  • Tumor jinak uterus (fibroid uterine)
  • Polip
  • Peradangan atau infeksi organ-organ pada rongga pelvis
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Penyakit darah. Kelainan koagulasi merupakan penyebab tersering timbulnya perdarahan yang berlebihan
  • Anemia
  • Obesitas
  • Ataupun bisa juga karena pemakaian kontrasepsi IUD. Efek samping lain yang muncul akibat pemasangan IUD juga bisa terjadi nyeri saat haid (dismenorea).

IUD
Untuk memastikan penyebab menorhagia sebaiknya anda memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang sehingga terapi yang diberikan juga sesuai dan optimal. Jika memang penyebabnya adalah karena pemasangan kontrasepsi IUD, maka memang sebaiknya kontrasepsi tersebut dilepas dan diganti dengan kontrasepsi lain yang kebih cocok dengan keadaan anda.

Sekian jawaban dari saya. Semoga dapat membantu.

dr. Dina

dr. Dina Tri Amalia

Interactive Medical Advisor, mediskus.com

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer