BAB Keras Hingga Keluar Darah Saat BAB

Dear Dokter yang terhormat, mohon sarannya atas masalah yang saya alami. Sudah hampir 2 minggu saya susah BAB. BAB keras sekali sampai berdarah sekitar 3x dalam 2 minggu. Feses keras seperti batu. Saya sudah sampai dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Tidak ada tindakan dan jawaban yang memuaskan dari dokter sebelumnya. Sekarang apa yang harus saya lakukan dokter? Gejala ini apakah termasuk wasir ? Karena tidak ada benjolan disekitar anus. Saya sudah tidak nyaman dan ketakutan dokter. Saya sudah makan 1/2 buah pepaya setiap hari tetapi feses masih keras. Saya sudah 2x coba pakai obat dari dubur, tapi sudah tidak berani lagi. Mohon bantuan dokter. Terima kasih.

Selamat pagi. Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi dokter online gratis di mediskus.com.

Berdasarkan keluhan yang anda sampaikan saya menduga anda terkena ambeien atau wasir, yang dalam istilah kedokteran disebut hemorrhoid. Gejala hemorrhoid tidak selalu keluar benjolan dari dalam anus. Untuk hemorrhoid atau wasir yang masih tahap awal maka keluhan yang biasa muncul adalah keluar darah saat buang air besar.

Apa Hemorrhoid itu?

Hemorrhoid merupakan pelebaran pembuluh darah vena yang terletak di bawah rektum dan anus. Pembuluh darah vena ini membesar karena terjadinya peningkatan tekanan pada pembuluh darah tersebut.

wasir-ambeien

Penyebab Hemorrhoid atau Ambeien

Hal ini biasanya terjadi pada:

  • Orang yang mengalami konstipasi atau susah BAB sehingga mengedan terlalu kuat
  • Orang yang mengalami diare yang terus menerus
  • Sering pula terjadi pada ibu hamil. Hal ini akibat peningkatan tekanan dalam perutnya.
  • Usia tua juga meningkatkan resiko terjadinya ambeien
  • Bisa juga terjadi pada orang yang mengalami penyakit hati kronis, karena adanya peningkatan tekanan vena termasuk vena di sekitar rektum maupun anus sehingga terjadi hemorrhoid.

Gejala Klinis Hemorroid atau Wasir

Gejala yang muncul antara lain:

  • Keluar darah saat Buang Air Besar. Pada tahap awal hemorrhoid biasanya hanya ditemukan gejala ini saja.
  • Nyeri saat BAB. Dapat disertai rasa gatal pada dubur atau anus
  • Keluar benjolan dari dalam anus. Benjolan dapat masuk dengan sendirinya, atau dengan dapat masuk kembali dengan bantuan tangan anda, atau tidak bisa masuk kembali walaupun dibantu dimasukkan dengan tangan.

Pengobatan Hemorrhoid atau Ambeien

Tidak semua hemorrhoid atau wasir harus dilakukan tindakan operatif. Jika hemorrhoid masih dalam tahap awal atau ringan maka dapat diberikan pengobatan dengan obat – obatan, baik obat minum, oles, ataupun supossitoria (lewat anus). Namun jika hemorrhoid sudah fase lanjut dimana benjolan tidak bisa kembali spontan dan harus dibantu dengan tangan atau malah benjolan tersebut tidak bisa dimasukkan kembali walaupun dengan bantuan, maka tindakan operatif adalah jalan keluar untuk mengatasinya.

Jika BAB sangat keras maka dapat diberi obat pelembut feses seperti gliserin atau minyak mineral untuk membantu melembutkan feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan dan tidak perlu mengedan serta tidak menimbulkan rasa nyeri saat pengeluarannya.

Dapat pula diberikan obat penghilang nyeri jika pasien mengalami keluhan nyeri. Atau jika ada rasa gatal maka dapat diberi antihistamin untuk mengurangi keluhan tersebut.

Namun untuk mendapatkan semua pengobatan ini sebaiknya perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui dalam fase apa hemorrhoid yang dialami sehingga dapat diberikan terapi yang paling sesuai dengan kondisi anda.

Pencegahan Hemorrhoid

Pencegahan dilakukan agar keluhan ini tidak berulang atau tidak memperberat kondisi yang sedang dialami sekarang. Hal – hal yang bisa dilakukan  pada prinsipnya adalah harus memperbaiki pola hidup, yaitu dengan cara :

  • Meningkatkan konsumsi serat lewat buah dan sayuran atau gandum, dan sebagainya.
  • Meningkatkan asupan cairan terutama air putih untuk membantu melunakkan feses
  • Perbanyak aktifitas fisik
  • Kurangi berdiri atau duduk terlalu lama ketika hemorrhoid sedang muncul agar tidak mengiritasi. Jika duduk, bisa menggunakan bantal untuk alasnya
  • Kurangi mengangkat beban berat
  • Gunakan pakaian longgar dan jangan terlalu ketat agar pergerakan lebih bebas dan mengurangi tekanan pada daerah anus.

dr. Dina

dr. Dina Tri Amalia

Interactive Medical Advisor, mediskus.com

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer