Bahaya Kucing Bagi Ibu Hamil

Selamat sore dokter. Saya lagi hamil baru 10 minggu ini dok. Apakah benar dok saat hamil berdekatan dengan kucing itu bahaya dok ? Saya memang tidak memiliki binatang peliharaan apapun dok. Hanya saja kucing tetangga sering main ke rumah saya. Saya tidak pernah memeluk kucing itu. Hanya sesekali saya usap usap badan nya dan hanya memberi makan saja dok. Saya juga tidak pernah  tidur dengan kucing atau makan dekat kucing. Apakah itu bahaya untuk janin saya dok? Terima kasih dok.

Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi dokter online gratis di mediskus.com.

Sebenarnya tidak bermasalah jika wanita hamil bermain- main atau berdekatan atau berada di sekitar kucing, namun tetap harus waspada terutama terhadapa kotoran atau tinja kucing. Kenapa dengan kotoran kucing? Hal ini dikarenakan pada kotoran kucing (dan juga tanah tempat tinja kucing berada) seringkali terkandung parasit yang dapat menyebabkan infeksi yang disebut sebagai toksoplasmosis.

Apa Bahaya Toksoplasmosis bagi Ibu Hamil?

Ibu hamil (atau beberapa bulan sebelum kehamilan) yang menderita toksoplasmosis dapat menyebabkan gangguan atau cacat pada bayi yang dikandungnya, seperti kerusakan otak, mata, dan lainnya.

Bagaimana Penularan Toksoplasmosis?

Toksoplasmosis menular dengan cara fekal – oral. Maksudnya parasit ini dapat ditularkan saat kita makan makanan yang mengandung parasit atau ketika tangan kita yang terkontaminasi dengan parasit masuk ke dalam mulut. Misal, kucing mengeluarkan tinja yang terkontaminasi dengan toksoplasma. Tinja tidak sengaja masih tersisa pada bagian tubuh kucing (karena kucing yang tidak bersih, atau tidak mendapat perawatan dengan baik). Jadi saat tangan kita menyentuh bagian tubuh kucing tersebut, maka tangan kita otomatis terkontaminasi dengan parasit tersebut.

Bagaimana Upaya untuk Mencegah Penularan Toksoplasmosis dari Kucing?

  • Ibu hamil harus menghindari atau jangan membuang feses atau tinja kucing seorang diri. Sebaiknya minta orang lain yang melakukan. Jika memang harus mengerjakan sendiri, maka gunakan sarung tangan yang agak tebal lalu buang. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat, usahakan gunakan air mengalir.
  • Ganti tempat pembuangan tinja kucing setiap hari, atau bersihkan tinja kucing jika berada di halaman rumah dsb. Sebab parasit toksoplasmosis masih belum menginfeksi 1 – 5 hari setelah keluar dari tinja.
  • Jika memelihara kucing, sebaiknya letakkan di kandangnya / dalam ruangan. Jangan biarkan berkeliaran kemana- mana.
  • Sebaiknya tidak memelihara atau menambah kucing peliharaan baru terutama anak kucing saat anda sedang hamil
  • Tempat kotoran/ tinja kucing letakkan di luar ruangan dan ditutup.
  • Gunakan sarung tangan saat berkebun atau selama kontak dengan tanah karena dikhawatirkan terdapat tinja kucing yang terkontaminasi toksoplasmosis. Segera cuci bersih tangan setelahnya dengan sabun dan air mengalir hangat setelah berkebun atau kontak dengan tanah.
  • Jangan makan makanan yang belum dimasak dengan matang
  • Jangan makan buah dan sayuran yang belum dicuci bersih

Sekian jawaban dari saya. Semoga dapat membantu.

dr. Dina

dr. Dina Tri Amalia

Interactive Medical Advisor, mediskus.com

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer