Batuk Pilek pada Bayi, Bagaimana Mengatasinya?

Selamat pagi dok. Saya mempunyai bayi berusia satu bulan. Belakangan ini bayi saya terjangkit batuk dan pilek. Kemungkinan karena tertular oleh saudara kami yang terkena batuk pilek. Bagaimana cara mengatasi batuk pilek pada bayi saya dok? Terima Kasih.

Selamat pagi. Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi dokter online gratis di mediskus.com.

Bayi memang rentan sekali mengalami batuk pilek (common cold) karena daya tahan tubuhnya masih belum sempurna untuk mengatasi banyaknya infeksi kuman di sekitarnya. Bayi yang batuk pilek biasanya sering tertular oleh orang-orang di sekitarnya yang sedang sakit atau bisa juga karena kurang dijaganya kebersihan di sekitar bayi, misal: orang disekitarnya jarang mencuci tangan ketika hendak menyentuh bayi, dsb.

baby

Jika batuk pilek tidak disertai demam dan berlangsung <3 hari, maka dapat dilakukan penanganan awal tanpa obat-obatan oleh orang tua dirumah, dengan cara :

  • Perbanyak konsumsi ASI pada bayi
  • Hindari bayi dari orang disekitar yang sedang terserang batuk pilek. Hendaknya orang di sekitar bayi menggunakan masker ketika flu.
  • Jaga kelembaban udara di ruangan (kamar). Bisa dengan cara menyediakan satu wadah/ baskom air hangat yang ditetesi beberapa tetes ( kurang lebih 3-5 tetes) minyak kayu putih, tutup baskom dengan lap basah, kemudian letakkan baskom tersebut di kamar. Ganti air jika sudah dingin. Hal ini bisa menjadi alternatif cara yang bisa dilakukan.

Namun jika keluhan batuk pilek disertai dengan demam atau hanya batuk pilek saja namun telah lebih dari 3 hari baiknya memang segera diperiksakan ke dokter. Apalagi untuk bayi dibawah 3 bulan, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter pada awal sakit. Sebab pada bayi <3bulan, common cold bisa cepat berkembang menjadi penyakit lain yang lebih serius.

Sekian jawaban dari saya semoga dapat membantu.

dr. Dina

dr. Dina Tri Amalia

Interactive Medical Advisor, mediskus.com

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer