Demam Karena Penyakit Kawasaki ??? Apakah Berbahaya??

Penyakit kawasaki merupakan penyakit pada anak yang jarang terjadi dan cenderung langka. Namun beberapa minggu terakhir saya menemukan dua kasus pasien anak yang mengalami penyakit kawasaki. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi saya dan melatarbelakangi dibuatnya tulisan ini. Mengapa informasi tentang penyakit kawasaki menjadi penting? Ya, karena penyakit ini semakin cepat disadari makin baik bagi si anak yang mengalaminya. Terlambat penentuan diagnosis membuat dampak buruk berupa gangguan jantung bahkan kematian bagi si anak. Apalagi anak – anak tidak bisa menyampaikan dengan lugas apa yang sedang dirasakannya.

Apa itu Penyakit Kawasaki ???

Penyakit kawasaki adalah penyakit peradangan (inflamasi) pada pembuluh darah yang umumnya menyerang anak – anak. Penyebaran penyakit kawasaki ke pembuluh darah koroner menjadi yang paling dikhawatirkan, sehingga dokter umumnya perlu mengobservasi anak tersebut dalam beberapa minggu hingga bulan pasca pengobatan. Penyakit ini bisa sangat memberat dalam beberapa hari dan makin lama penentuan diagnosisnya makin berakibat fatal bagi si anak. Hal ini seringkali membuat orang tua menjadi sangat khawatir. Namun kebanyakan anak yang mengalami penyakit kawasaki bisa kembali beraktivitas normal seperti sedia kala.

Apakah Penyebab Penyakit Kawasaki? Apakah bisa menular

Penyebab penyakit ini sendiri masih belum diketahui dengan jelas. Ada yang mengatakan karena infeksi, atau keturunan namun bukti belum jelas. Penyakit ini diambil dari nama penemunya yang berkebangsaan Jepang. Penyakit ini belum bisa dibuktikan dapat menular.

Gejala Penyakit Kawasaki Seperti Apa?

Beberapa gejala penyakit kawasaki yang sering muncul antara lain:

  1. Demam tinggi mendadak, suhu tubuh anak bahkan bisa mencapai 400 Demam biasanya berlangsung lebih dari 5 hari.
  2. Mata merah
  3. Keluar bercak merah atau bintik merah pada tubuh anak. Bercak merah ini sering disangka akibat penyakit campak. Namun pada penyakit kawasaki demam tidak langsung menurun setelah bercak – bercak merah tersebut muncul.
  4. Bibir dan lidah tampak merah, pecah – pecah dan kadang tampak bengkak.
  5. Batuk pilek
  6. Bisa muncul pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher. Kadang leher tampak bengkak dan sering disangka penyakit gondongan.
  7. Telapak tangan dan kaki merah, kadang bisa tampak bengkak.
  8. Kulit jari tangan dan kaki bisa mengelupas. Biasanya mulai minggu ketiga atau saat mulai fase penyembuhan.
  9. Penyakit ini bisa menimbulkan keluhan pada jantung akibat komplikasinya ke pembuluh darah dan katub jantung.

Bagaimana mendiagnosis Penyakit Kawasaki?

Dokter mendiagnosis penyakit Kawasaki melalui gambaran klinis yang muncul pada pasien seperti yang dijelaskan di atas. Selain itu dari pemeriksaan penunjang pasien diketahui bahwa kadar hemoglobin pasien menurun (anemia), peningkatan sel darah putih (leukositosis), peningkatan laju endap darah (LED), dan yang paling mencolok adalah kadar trombosit meningkat signifikan bahkan bisa sampai 2.000.000/mm3 . Elektrokardiogram dan ekhokardiografi juga perlu dilakukan untuk memantau apakah sudah ada komplikasi ke pembuluh darah jantung dan katup jantung.

Bagaimana Pengobatan Penyakit Kawasaki?

Pengobatan penyakit kawasaki saat diketahui di fase awal cenderung lebih mudah diobati. Biasanya dokter akan memberikan obat aspirin pada fase awal untuk mengurangi demam dan juga untuk mencegah agar penyakit kawasaki menyebabkan gangguan pada jantung. Pengobatan lainnya adalah pemberian gamaglobulin. Pengobatan ini sangat efektif namun memang harganya cukup mahal.

dr. Dina

dr. Dina Tri Amalia

Interactive Medical Advisor, mediskus.com

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer