Kram Perut Saat Hamil, Kenapa?

Selamat siang dok, saya sedang hamil, dan semenjak hamil saya sering kram di bagian perut, terasa perih dan sakit di bagian bawah perut, bahkan sampai kebagian pinggul. Kadang saya sampai tidak bisa berjalan karena rasa sakit yang saya rasakan. Saya sudah beberapa kali konsultasi dengan bidan, tapi katanya tidak ada  penyakit apa apa. Saya bingung karena rasa sakit ini sampai sekarang masih ada, apalagi saat saya akan berbaring rasa punggung, perut dan pinggul saya sakit sekali. Kira kira gejala dari penyakit apa ya dok? Mohon jawabannya, dan solusinya. Terima kasih.

Selamat siang. Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi dokter online gratis di mediskus.com.

Kram perut merupakan kondisi yang sangat umum dan lumrah dialami oleh seorang wanita hamil. Keluhan kram perut ini bisa terjadi karena kondisi normal. Namun juga dapat disebabkan karena hal-hal yang berbahaya. Apalagi jika keluhan kram perut ini disertai keluhan lainnya seperti timbulnya flek-flek (spotting) hingga terjadinya perdarahan yang cukup banyak, keluar cairan dari vagina (misal keputihan berlebih), nyeri saat kencing, mual dan muntah, demam hingga menggigil, atau keluhan kram terasa sangat mengganggu dan nyeri hingga tidak sanggup lagi untuk beraktivitas, atau keluhan kram perut yang tidak hilang dengan istirahat. Jika muncul tanda-tanda kram seperti ini sebaiknya anda langsung memeriksakan diri secara langsung ke dokter, khususnya dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG) untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

kehamilan

Kram terjadi karena uterus membesar sehingga otot dan ligamen-ligamen yang menyokong uterus menjadi sangat teregang. Hal ini biasanya makin terasa saat batuk, bersin, atau melakukan perubahan posisi. Kram bisa terjadi mulai dari trimester satu hingga trimester tiga kehamilan. Berikut akan kita coba bahas sekilas beberapa penyebab kram perut, yaitu antara lain:

Kram Perut yang Normal Terjadi saat Hamil

Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya kram perut yang termasuk normal dialami saat hamil yaitu saat melakukan hubungan seksual, aktivitas yang terlalu banyak berdiri, konstipasi (susah BAB), ataupun saat perut mulai membesar saat kehamilan dan menjadi gembung.

Hal -hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kram perut yang termasuk normal antara lain dengan cara:

  • Usahakan untuk perbanyak istirahat/ duduk atau berbaring
  • Melakukan olahraga/latihan relaksasi
  • Berendam atau mandi air hangat
  • Kompres perut dengan botol air hangat yang dibungkus dengan handuk
  • Perbanyak konsumsi air (sedikit-sedikit namun sering)

Kram Perut karena Penyakit / Kondisi Serius

Ada beberapa penyebab yang sering menimbulkan kram perut karena penyakit/ kondisi serius yang harus segera mendapat penanganan dokter, yaitu antara lain:

  • Kehamilan ektopik (Kehamilan di luar kandungan) : Biasanya terjadi pada trimester awal kehamilan dengan perut yang terasa sakit/kram hebat. Kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan dari dokter.
  • Abortus (keguguran) : Biasanya keluhan kram perut (kram terasa ringan hingga sakit sekali). Dapat disertai dengan munculnya perdarahan atau hingga kelaur jaringan dari kemaluan
  • Preeklampsia : Darah tinggi saat kehamilan disertai keluarnya protein lewat urine yang sering ditandai dengan bengkak pada kaki.
  • Persalinan prematur : usia kehamilan <37 minggu.
  • Infeksi saluran kemih : biasanya kram perut disertai demam, sakit saat Buang air kecil, dll
  • Abruptio plasenta : lepasnya plasenta secara mendadak dari rahim sementara bayi belum lahir.
  • Dan lain sebagainya

Saran saya sebaiknya memang anda segera periksakan diri ke dokter. Jangan mengira-ngira penyakit dan mencoba mendiagnosis sendiri keluhan yang anda rasakan. Apalagi jika keluhan kram yang anda rasakan disertai keluhan- keluhan yang telah saya sampaikan sebelumnya.

 

dr. Dina

dr. Dina Tri Amalia

Interactive Medical Advisor, mediskus.com

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer