Haid Tidak Teratur : Sering Datang Bulan

Selamat pagi dok, saya wanita 26 tahun. Satu bulan yang lalu, sekitar tanggal 20an saya mengalami menstruasi tapi hanya berlangsung selama 3 hari dan itupun tidak lancar.. 1 minggu kemudian keluar darah menstruasi lagi dan hanya berlangsung 1-2 hari. 1 minggu kemudian juga seperti itu lagi.. yang ingin saya tanyakan apakah itu membahayakan? Bagaimana agar menstruasi tidak teratur seperti itu tidak terjadi lagi di menstruasi berikutnya.. terimakasih dokter.

Selamat Pagi, terimakasih telah menggunakan layanan konsultasi dokter online gratis di mediskus.com

Menstruasi dengan pola yang demikian, yakni datang bulan 2 kali dalam sebulan atau lebih, dalam istilah kedokteran disebut sebagai polimenore (poli=banyak, menore=haid) yakni haid dengan frekuensi yang banyak atau sering.

Hal ini dapat terjadi karena ketidakseimbangan hormon reproduksi, hal ini mengakibatkan proses ovulasi (pelepasan sel telur) menjadi lebih cepat yang ditandai dengan memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus menstruasi, sehingga mentruasi menjadi lebih sering dibanding normal dengan siklus yang singkat.

Beberapa faktor penyebab ketidakseimbangan hormon yaitu:

  • Gangguan indung telur
  • 5 tahun pertama mulainya menstruasi
  • Menjelang menopause
  • Masalah psikis: Stress dan depresi
  • Orang dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Penurunan berat badan berlebihan dan relatif singkat
  • Kegemukan (obesitas)
  • Exercise atau Olahraga berlebihan
  • Penggunaan Obat-obatan tertentu, seperti antikoagulan, aspirin, NSAID, dll

Dengan menemukan beberapa faktor risiko di atas sesuai dengan kondisi yang Anda alami, kemudian mengatasinya, maka akan dapat menyelesaikan masalah polimenore yang Anda alami serta dapat mencegahnya sehingga menstruasi berikutnya akan berjalan lancar dan teratur.

Menganai bahaya atau tidak, ada beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi kesuburan, dan ada beberapa penyebab yang tidak berbahaya, jadi sangat penting untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter agar dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut, dalam hal ini percayakan pada dokter spesialis Obsgin (obstetri dan ginekologi) atau dokter kandungan.

Semoga membantu, terimakasih.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer