Mual – Mual dan Muntah Saat Bangun Tidur

Selamat pagi dok. Saya wanita usia 25 tahun. Saya mengalami mual dan muntah pada pagi hari, saat bangun tidur. Kenapa hal itu bisa terjadi? dan bagaimana cara mengatasinya. Terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi dokter online gratis di mediskus.com.

Mual pada pagi hari atau pada saat bangun tidur bisa terjadi karena sebab –sebab berikut ini antara lain: stress, morning sickness pada masa hamil, konsumsi obat-obatan tertentu, infeksi pencernaan dan lain sebagainya. Namun penyebab utamanya adalah refluks (aliran balik keatas) dari asam lambung. Keluhan mual ini biasanya dapat disertai dengan muntah.
muntah
Hal-hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari agar keluhan tidak berulang ataupun untuk mengurangi mual dan muntah yang sedang dirasakan:

  • Tidak memakan makanan dalam jangka waktu ± 2 jam sebelum tidur.
  • Makan dalam jumlah kecil namun sering daripada sekaligus dalam jumlah besar
  • Makan dengan perlahan jangan terburu-buru
  • Menghindari makanan yang sulit untuk dicerna
  • Istirahat setelah makan dan menjaga agar posisi kepala elevasi (lebih tinggi 6-12 inci) dari kaki untuk mengurangi mual
  • Jika kamu mual saat bangun tidur, usahakan makan makanan kecil (crackers) sebelum bangun dari tempat tidur atau makan makanan berprotein tinggi (seperti daging, keju, putih telur) sebelum tidur.
  • Minum air disela-sela makan dan minum paling sedikit 6-8 gelas perhari untuk mengurangi dehidrasi. Kemudian coba untuk makanlagi ketika kamu tidak terlalu mual
  • Minum air dalam jumlah sedikit-sedikit namun sering. Usahakan minum minuman yang manis seperti sirup, jus buah (kecuali jeruk dan anggur karena terlalu asam)

 
Kamu juga bisa meminum obat maag seperti antasid dan juga minum vitamin B6 sebagai terapi awal dan jika badan meriang dan agak demam bisa juga minum Paracetamol. Bila keluhan masih berlanjut sebaiknya memeriksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan mendapat terapi yang tepat di bawah pengawasan dokter.

Sekian jawaban dari saya. Semoga dapat membantu.

dr. Dina

dr. Dina Tri Amalia

Interactive Medical Advisor, mediskus.com

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer