Penyebab Sembelit dan BAB Keras

Dok, saya sudah sebulan ini BAB tidak lancar, bisa 3-5 hari sekali bahkan seminggu tidak BAB, herannya tidak merasa kebelet. Sampai ahirnya terasa ingin BAB tapi Buang Air Besar keras sekali, saya sudah mengejan tapi tidak keluar juga, sakitnya juga amat terasa sakit dok. Pernah keluar darah juga. Yang saya ingin tanyakan sebenarnya apa penyebab sembelit atau BAB keras yang saya alami?

Buang air besar keras dan tidak lancar seringkali mengganggu kita. BAB keras dan tidak lancar atau sembelit dalam istilah kedokteran disebut konstipasi. Konstipasi atau sembelit terjadi karena pergerakan tinja di dalam saluran pencernaan kita berjalan lambat. Tinja atau feses yang telalu lama berada dalam saluran pencernaan menyebabkan tinja menjadi kering dan keras.

Kenapa BAB keras dan sembelit bisa terjadi?

Ada beberapa alasan kenapa BAB keras dan sembelit bisa terjadi. Saat makanan ditelan dan masuk ke dalam perut, makanan akan mengalami beberapa tahap proses pencernaan makanan. Salah satunya saat berada di dalam kolon (usus besar), cairan yang terkandung dalam makanan yang telah dicerna akan diserap dan berubah bentuk menjadi ampas yang akan dibuang (feses normal). Sehingga makin lama berada di dalam kolon, maka tinja akan menjadi semakin keras dan kering. Ada beberapa keadaan yang menjadi faktor resiko kenapa BAB keras dan sembelit atau konstipasi bisa terjadi antara lain:

  • Kebiasaan menunda atau menahan BAB terlalu lama. Sehingga feses makin lama di dalam kolon dan membuat feses atau tinja makin keras dan kering serta makin menumpuk dan besar. Hal ini makin membuat BAB makin keras dan susah BAB.
  • Kurangnya asupan cairan sehingga membuat tinja atau BAB keras dan susah
  • Makanan yang kurang mengandung serat.
  • Usia tua. Hal ini akibat peristaltik dan kontraksi usus yang menurun karena faktor usia sehingga memperlambat pergerakan feses
  • Wanita.
  • Aktivitas fisik sedikit.
  • Obat – obatan seperti obat sedasi (obat tidur), narkotika atau obat lain yang menurunkan tekanan darah
  • Penyalahgunaan obat laksatif (pencahar). Kebiasaan minum obat pencahar yang berlebihan malah akan mengganggu peristaltik usus.

Selain itu ada beberapa gangguan atau penyakit yang menyebabkan keluhan sulit BAB atau sembelit, antara lain:

  1. Irritable bowel sindrom (IBS)
  2. Obstruksi atau sumbatan usus seperti tumor, dll
  3. Gagal ginjal kronis
  4. Hipotiroid
  5. Penyakit neurologis atau gangguan persyarafan seperti Parkinson, multiple sklerosis, dan jejas medula spinalis
  6. Kanker kolon atau kanker rektum.
  7. Dan lain sebagainya

Gejala sembelit atau Konstipasi

Ada beberapa gejala sembelit atau konstipasi yang sering dirasakan antara lain:

  • BAB sulit dan kadang disertai nyeri saat BAB
  • BAB tidak teratur, kurang dari 3 kali dalam seminggu
  • Perut terasa kembung dan tidak nyaman
  • Terasa tidak lampias setelah BAB
  • Kadang disertai keluar darah saat BAB akibat terlalu kuat saat mengedan

Solusi Mengatasi Sembelit atau Konstipasi

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit. Kebanyakan adalah dengan memperbaiki pola hidup dan asupan makanan yang dimakan dengan tujuan untuk mengurangi keluhan dan mencegah berulangnya kembali keluhan BAB keras dan sembelit. Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi BAB keras dan sembelit:

  • Modifikasi diet. Memperbaiki asupan makanan yang dikonsumsi menjadi langkah penting mengatasi sembelit dan BAB keras. Perbanyak asupan serat seperti: kacang -kacangan, gandum, buah segar, sayuran, dll. Kurangi asupan makanan rendah serat seperti es krim, keju, daging, makanan kaleng, dll.
  • Tingkatkan asupan cairan seperti air putih, jus.
  • Perbanyak aktivitas fisik dan berolahraga secara teratur
  • Konsumsi obat pencahar dapat dilakukan untuk membantu memperlancar BAB, namun jangan berlebihan. Jika BAB sangat keras maka dapat diberi obat pelembut feses seperti gliserin atau minyak mineral untuk membantu melembutkan feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan dan tidak perlu mengedan serta tidak menimbulkan rasa nyeri saat pengeluarannya.

dr. Dina

dr. Dina Tri Amalia

Interactive Medical Advisor, mediskus.com

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer