Obat Metronidazol adalah salah satu antibiotika yang paling banyak diresepkan oleh dokter di Indonesia. Metronidazol merupakan antibiotik yang cukup bagus untuk mematikan bakteri anaerob, yaitu bakteri yang hidup dalam suasana tanpa oksigen seperti di dalam luka tertutup contohnya luka pada kaki penderita kencing manis (diabetes) atau di dalam organ contohnya pada infeksi pada perut bagian dalam.

Daftar Isi:

metronidazol

Mengenal Metronidazol

Obat Metronidazol merupakan obat anti bakteri dan anti protozoa sintetik. Metronidaloldibuat dari turunan nitroimidazoi yang memiliki tiga sifat yaitu bakterisid (mematikan bakteri), amebisid (mematikan amoeba) dan trikomonosid (mematikan trikomonas).

obar Metronidazol di dalam sel atau di dalam mikroorganisme akan mengalami proses reduksi menjadi produk polar. Produk polar hasil reduksi inilah yang mempunyai aktivitas antibakteri dengan cara kerja penghambatan pada pembentukan asam nukleat sel kuman.

Indikasi Metronidazol

Sebagai obat anti bakteri dan anti protozoa fungsi obat metroidazol adalah untuk :

  • mengatasi penyakit Infeksi menular seksual
  • mengatasi penyakit Infeksi yang disebabkan bakteri anaerob
  • mengatasi penyakit Infeksi bakterial vaginosis pada vagina
  • mengatasi penyakit Infeksi parasit amoeba seperti pada diare
  • mengatasi penyakit Infeksi parasit trichomonas

Kontraindikasi

metronidazol tidak dianjurkan untuk dipakai oleh pasien yang diketahui :

  • memiliki riwayat alergi Metronidazol atau komponen metronidazol
  • sedang memiliki usia kehamilan trimester pertama yaitu 0 – 3 bulan

Dosis Metronidazol

Obat Metronidazol di apotik tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dan botol infus. Dosis metronidazol kapsul tersedia dalam komposisi 375 mg, Metronidazol tablet tersedia dalam komposisi 250 mg dan 500 mg, sedangkan untuk metronidazol botol infus tersedia dalam komposisi 500 mg/100ml. Adapun dosis obat metronidazol yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

  • Pada penderita yang mengalami penyakit Infeksi yang disebabkan bakteri anaerob dosis metronidazol yang dianjurkan adalah 500 mg yang diminum sebanyak 3 sampai 4 kali sehari selama 7 sampai 10 hari
  • Pada penderita yang mengalami penyakit infeksi parasit trikomonas, pasangan suami istri harus melakukan pengobatan pada saat yang bersamaan dengan dosis metronidazol yang dianjurkan adalah 500 mg yang dimium sebanyak 2 sampai 3 kali sehari selama 5 sampai 10 hari
  • Pada penderita yang mengatasi penyakit Infeksi parasit amoeba seperti pada diare, dosis metronidazol yang dianjurkan adalah 750 mg yang diminum sebanyak 3 kali sehari selama 10 hari
  • Pada anak – anak, dosis metronidazole yang dianjurkan adalah 15 mg/Kg berat badan per hari yang terbagi menjadi tiga kali pemberian, sedangkan untuk pengobatan diare pada anak – anak dosis metronidazol yang dianjurkan adalah 35 sampai 50 mg/Kg berat badan per hari yang tebagi menjadi tiga kali pemberian
  • Pada bayi yang usianya kurang dari 7 hari dosis metronidazol yang dianjurkan adalah 7,5 mg/Kg berat badan per hari.

Efek Samping Metronidazol

Obat metronidazol pernah dilaporkan mempunyai efek samping di antaranya :

  • Alergi seperti biduran dan kulit kemerahan
  • Perasaan mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Merasakan pusing pada kepala
  • Mengalami infeksi infeksi jamur oportunis
  • Mengalami diare akibat antibiotik
  • Urin yang bewarna lebih gelap
  • Efek samping yang berat dapat menimbulkan kejang

Informasi Keamanan

  • Obat Metronidazol dapat menghambat metabolisme obat warfarin dan antikoagulan lainnya sehingga dosis obat antikoagulan kumarin yang lain harus dikurangi.
  • Obat Metrinidazol tidak boleh digunakan bersama alkohol karena dapat menimbulkan beberapa gejalaserupa disulfiram yaitu sakit kepala, mual, muntah dan sakit perut.
  • Bila dikombinasikan dengan obat yang menghambat aktivitas enzim mikrosom hati seperti obat simetidin akan mengalami perpanjangana waktu paruh.
  • Hati – hati penggunaan pada penderita gangguan ginjal dan penyakit hati.
  • Obat Metronidazole tidak dianjurkan untuk diberikan pada penderita dengan gangguan saraf pusat.
  • Obat Metronidazol tidak dianjurkan untuk diberikan pada penderita dalam masa kehamilan trimester II, III dan menyusui.