Morning sickness adalah gejala umum dari kehamilan yang ditandai dengan mual dan muntah sesekali. Meskipun namanya morning sickness namun tidak serta merta keluhan hanya terjadi di pagi hari, melainkan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada setiap saat sepanjang hari. Memang keluhan mual dan muntah lebih berat di pagi hari.

Menurut National Institutes of Health (NIH), sebagian besar wanita hamil mengalami mual, tapi sepertiga juga mengalami muntah. Morning sickness biasanya terjadi dalam empat bulan pertama kehamilan dan ini sering menjadi tanda pertama bahwa seorang wanita hamil. Baca lebih lanjut mengenai tanda-tanda awal kehamilan.

morning sickness adalah

ilustrasi morning sickness

Penyebab Morning Sickness

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab morning sickness selama kehamilan, dan keparahan bervariasi antara wanita. Penyebab yang paling utama adalah peningkatan kadar hormon selama beberapa minggu pertama kehamilan. Penyebab morning sickness lainnya termasuk kekurangan kadar gula darah selama kehamilan.

Faktor-faktor lain dapat memperburuk morning sickness adalah:

  • Hamil anak kembar atau kembar tiga
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Stres emosional
  • Sering bepergian

Keparahan dan gejala-gejala yang mengiringi morning sickness dapat bervariasi antar kehamilan. Artinya mungkin saja seseorang memiliki morning sickness yang parah selama satu kehamilan, namun di kehamilan berikutnya mungkin sangat ringan.

Risiko Morning Sickness

Mual dan muntah dapat dengan mudah menyebabkan hilangnya nafsu makan. Banyak wanita hamil khawatir bahwa ini akan membahayakan bayi mereka. Morning sickness ringan umumnya tidak berbahaya. Namun, wanita yang mengalami mual-mual dan muntah (morning sickness) lebih dari 3 bulan pertama kehamilan, maka harus berbicara dengan dokter untuk berkonsultasi. Juga perhatikan berat badan, jika tidak ada pertambahan berat badan selama kehamilan maka berbicaralah dengan dokter.

Langkah Pengobatan

Beberapa obat dapat membantu meringankan gejala morning sickness meliputi:

  • Suplemen vitamin B-6 (piridoksin)
  • Vitamin prenatal
  • Produk jahe (wedang jahe, teh jahe, dsb)
  • Biskuit
  • Pengobatan akupunktur
  • Hipnoterapi

Meskipun beberapa obat atau terapi di atas terbukti dapat meringankan mual muntah selama kehamilan, namun penting bahwa Anda tidak boleh mengambil obat atau suplemen tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Juga, carilah bimbingan medis sebelum mencoba pengobatan alternatif seperti akupunktur.

Tips: Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

Cara Mencegah Morning Sickness

Sayangnya, hanya ada sedikit pengobatan yang bisa digunakan untuk mengatasi morning sickness mengingat penggunaan obat yang terbatas pada ibu hamil karena faktor keamanan. Dokter mungkin menyarankan suplemen vitamin B-6, antihistamin, atau obat anti-mual. ??Namun, selalu berbicara dengan dokter sebelum Anda mengambil jenis vitamin, herbal, atau obat-obatan. Pada saat hamil Anda harus berhati-hati karena zat-zat tertentu, bahkan terdaftar, dapat membahayakan bayi.

Langkah-langkah berikut dapat membantu mencegah atau meminimalkan mual pada ibu hamil:

  • Minum banyak air.
  • Minum air sebelum atau sesudah makan.
  • Tidur siang.
  • Ventilasi rumah dan ruang kerja yang baik untuk menghilangkan aroma memuakkan.
  • Hindari makanan pedas.
  • Makan makanan kecil.
  • Hindari makanan berlemak.
  • Mengambil vitamin di malam hari.
  • Hindari asap rokok.

Bahaya yang Harus Diperhatikan

Morning sickness biasanya tidak cukup parah untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Namun, beberapa wanita hamil mengalami mual dan muntah hebat sehingga bisa kehilangan berat badan. Disebut hiperemesis gravidarum, jika muntah berlebihan dan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit serta penurunan berat badan. Jika tidak diobati, kondisi ini akhirnya dapat membahayakan bayi.

Hubungi dokter segera jika Anda mengalami:

  • ketidakmampuan untuk menyimpan makanan turun
  • penurunan berat badan dari 2 pound atau lebih
  • demam
  • mual yang berlanjut pada trimester kedua
  • muntah disertai darah
  • sering sakit kepala
  • sakit perut
  • bercak atau flek (perdarahan)

Serangan berat dari morning sickness umumnya memerlukan rawat inap. Hiperemesis gravidarum sering membutuhkan perawatan di rumah sakit karena membutuhkan cairan dari intravena (IV) atau infus. Selain itu, dokter juga bisa meresepkan suplemen atau obat tertentu untuk mengurangi mual dan untuk membantu mempertahankan makanan dan cairan. Ini termasuk:

  • Antihistamin: untuk membantu mengurangi rasa mual dan mabuk
  • Vitamin B-6 (dalam bentuk pil atau intravena): untuk membantu meringankan mual
  • phenothiazine: biasa digunakan pada gangguan mental, tetapi dapat membantu dalam menenangkan mual dan muntah pada ibu hamil
  • metoclopramide: untuk membantu perut agar menggerakkan makanan ke dalam usus dengan lebih cepat. obat ini juga dapat membantu mengatasi mual dan muntah.
  • antasida: menyerap asam lambung dan mencegah refluks asam

Baca juga: Cara Aman Mengatasi Mual Muntah Saat Hamil

Jangan mengambil obat ini sendiri tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter. Obat-obat tertentu, suplemen, atau herbal dapat membahayakan perkembangan janin.

Pemeriksaan tambahan untuk Morning Sickness

Berdasarkan gejala, dokter mungkin memerintahkan tes tambahan untuk memastikan bahwa Anda dan bayi Anda aman.

Tes urine

Tes urine dapat menentukan apakah Anda mengalami dehidrasi atau preeklampsia (tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urin). Preeklamsia, kadang-kadang disebabkan oleh diet yang tidak cukup, dapat membahayakan Ibu dan janin jika tidak diobati.

Tes Kimia Darah

Tes kimia darah (terutama darah lengkap menghitung-CBC-dan panel metabolik yang komprehensif) dapat menentukan apakah Anda mengalami dehidrasi, kekurangan gizi (kekurangan vitamin tertentu), atau anemia.

USG

USG menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi dalam rahim. Dokter kemudian menggunakan gambar-gambar dan suara untuk memeriksa bahwa bayi berkembang pada tingkat yang sehat.