Mycoral adalah obat bermerek yang mengandung ketoconazole sebagai zat aktifnya. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur yang menyebabkan infeksi pada tubuh termasuk kulit, mulut, tenggorokan, esofagus, paru, dan saluran kemih. Pada artikel kali ini akan membahas obat Mycoral beserta informasi terkait lainnya secara lebih rinci.

Mengenal Obat Mycoral

Di apotek, obat Mycoral tersedia dalam bentuk tablet, cream, dan scalp solution.

  • Mycoral tablet mengandung Ketoconazole 200 mg
  • Mycoral cream mengandung Ketoconazole 20mg /gram
  • Mycoral scalp solution mengandung Ketoconazole 20mg/ml.

mycoral

Ketoconazole seperti halnya Klotrimazol, Fluconazol, Itraconazol, dan Miconazol merupakan anti jamur yang termasuk golongan imidazol.  Ketokonazol merupakan obat yang bersifat fungistatik terhadap jamur (menghambat pertumbuhan) namun pada jamur yang memiliki kerentanan terhadap obat ini, ketokonazol dapat bersifat fungsidal (mematikan jamur).

Ketoconazole bekerja dengan cara menghambat bioseintesis egosterol yang terdapat pada membran sel. Dengan cara kerjany ini ketoonazol menyebabkan terjadinya kerusakan pada dinding sel jamur. Setelah dinding sel mengalami kerusakan, membran sel jamur akan mengalami peningkatan permeabilitias, mengakibatkan sel jamur kehilangan nutrisi selulernya.

Penyerapan Mycoral berkurang pada suasana asam dalam lambung yang berkurang, seperti penggunaan antasida, penggunaan H2-reseptor antagonis, atau inhibitor pompa proton. Setelah diserap Mycoral akan diubah menjadi beberapa metabolit tidak aktif melalui jalur metabolik oksidasi dan degradasi imidazol oleh enzim mikrosomal hati. Metabolit akan dibuang dari plasma dengan cara bifasik dengan waktu paruh 2 jam selama 10 jam pertama dan 8 jam setelahnya.

Indikasi

Micoral obat apa? banyak bertanya mengenai hal ini. Obat mycoral digunakan untuk membasmi infeksi jamur pada kulit, rambut, dan mukosa atau selaput lendir yang disebabkan oleh:

Ketika infeksi tersebut tidak dapat diobati secara topikal dengan sediaan cream disebabkan lokasinya yang sulit dijangkau (tidak di permukaan kulit) atau sudah dilakukan terapi lokal tetapi gagal.

Sedangkan untuk mycoral cream digunakan untuk infeksi jamur pada permukaan tubuh yang belum meluas, seperti kutu air, kurap, panu yang hanya sedikit, dan sebagainya.

( ! ) Obat Mycoral tidak digunakan untuk mengobati jamur meningitis karena ketoconazole tidak dapat menembus sawar darah otak dengan baik.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini. Mycoral tidak boleh digunakan oleh orang yang telah diketahui :

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Ketoconazole
  • Mempunyai riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap komponen obat
  • Mempunyai riwayat hipersesitivitas atau alergi terhadap obat tutunan imidazole lain
  • Mempunyai penyakit hati akut maupun kronik
  • Sedang menjalani pengobatan dengan terfenadine, cisapride, astemizole, dan triazolam

Dosis Mycoral dan Cara Pemakaian

Dosis Mycoral Tablet

  • Dosis dewasa pengobatan infeksi jamur pada kulit, saluran cerna dan sistemik yang dianjurkan adalah 200 mg satu kali sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg sehari
  • Dosis dewasa pengobatan infeksi kandida vagina yang dianjurkan adalah 400 mg satu kali sehari pada saat makan
  • Dosis anak-anak dengan berat badan kurang dari 15 Kg adalah 20 mg tiga kali sehari pada saat makan
  • Dosis anak-anak dengan berat badan antara 15 – 30 Kg adalah 100 mg satu kali sehari pada saat makan
  • Dosis anak-anak dengan berat badan lebih dari 30 Kg adalah sama dengan dewasa
  • Mycoral umumnya digunakan minimal selama 1 minggu hingga gejala penyakit menghilang
Lamanya Pengobatan:
  • Infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh dermatophyte: 4 minggu.
  • Mengobati panu: 10 hari
  • Mucocutaneous candidiasis: 2-3 minggu
  • Infeksi jamur pada rambut: 1 bulan.

Dosis Mycoral cream (topikal)

  • Dioleskan tipis pada kulit yang sakit 1 – 2 kali sehari.
  • Penggunaan harus terus dilanjutkan selama beberapa hari meskipun gejala sudah menghilang.

Lama pengobatan:

Efek Samping Mycoral

Seperti halnya obat-obatan lain. Obat Mycoral juga berpotensi menimbulkan efek samping. Adapun efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain :

  • reaksi alergi (khusus bagi yang sensitif), seperti gatal-gatal, kemerahan, atau pembengkakan.
  • sakit kepala, dan pusing
  • mual, mutah, sakit perut
  • peningkatan enzim hati, dapat dilihat melalui pemeriksaan fungsi hati
  • trombositopenia atau rendahnya kadar trombosit
  • gangguan haid
  • ginekomastia atau tumbuhnya payudara pada pria
  • oligospermia atau sedikitnya jumlah sperma
  • hepatitis (reaksi idiosinkrasi).

Informasi Keamanan

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal khusus berikut ini:

  • Obat ini tidak boleh digunakan melebihi dosis yang telah ditentukan, dikhawatirkan potensi efek samping akan meningkat.
  • Obat ini tidak dianjurkan bagi anak-anak yang berusia kurang dari 6 tahun, wanita yang sedang hamil dan  wanita yang sedang menyusui.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan beberapa gejala penyakit hati seperti mata kuning, kulit kuning, urin kuning teh pekat, dan tinja pucat.
  • Penggunaan obat lebih dari 2 minggu memerlukan pemantauan fungsi hati secara berkala, jika temukan gangguan dosis dapat dipertimbangkan atau penggunaan obat lain sebagai alternatif.
  • Penggunaan obat pada penderita gangguan adrenal memerlukan pemantauan fungsi adrenal.
  • Hati-hati penggunaan Mycoral bersamaan alkohol terutama selama terapi jangka panjang, karena akan meningkatkan risiko kerusakan hati.