Bahaya Efek Samping Rokok Elektrik

Ternyata bukan hanya obat nyamuk saja yang memiliki versi elektriknya, tetapi rokokpun mengikutinya. Ya, rokok elektrik atau rokok eletronik (e-cigarettes) menjadi fenomena baru. Sebagai barang baru tentu banyak orang yang penasaran, seperti apa dia bekerja dan apakah rokok elektrik ini memiliki efek samping berbahaya seperti kakaknya?

Banyak perokok (versi bakar) beralir ke rokok elekterik, karena banyak yang mengklaim bahwa rokok elektrik ini aman. Anggapan ini berdasarkan fakta bahwa rokok elektrik tidak menggunakan tembakau dan yang dikeluarkan bukanlah asap hasil pembakaran,  melainkan uap dari cairan yang ada di dalamnya. Namun apakah benar tidak ada bahaya rokok elektrik yang ditimbulkan?

Mari kita ketahui lebih jauh, apa kandungan rokok elektrik dan bagaimana ia bekerja.

Sebuah rokok elektrik, setidaknya terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

  • Mouthpiece – Tempat untuk meletakkan kartrid yang dapat diganti. Mouthpiiece inilah yang disedot saat menggunakan rokok elektrik
  • Atomizer – elemen pemanas yang menguapkan ciran pada katrid.
  • Baterai – biasanya berupa baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang dan dapat diganti. Selain itu ada juga beberapa sirkuit elektronik dalam perangkat, seperti sensor aliran udara, switch cutoff untuk mencegah overheating, dan lampu LED (light emitting diode) untuk menunjukkan perangkat telah diaktifkan.

bahaya rokok elektrik

Cara menggunakannya sama saja dengan rokok bakar, namun bedanya Anda tidak perlu menggunakan korek api untuk menyalakannya, melainkan tinggal jepit dengan bibir kemudian sedok sebagaimana menggunakan rokok biasa.

Pada saat menyedot itulah komponen pemanas menjadi aktif kemudian menguapkan cairan di dalamnya, uap akan keluar dan tampak seperti asap.

Lalau, apa bahaya rokok elektrik itu? Di mana letak bahayanya?

Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa rokok elektrik ini tidak menggunakan tembakau dan tidak menggunakan mekanisme pembakaran, melainkan penguapan cairan, sehingga diklaim lebih aman dibanding rokok tradisional. Akan tetapi para ahli kesehatann tidak yakin bahwa anggapan itu benar.

Sebuah kenyataan yang perlu Anda ketahui, bahwa cairan pada katrid terdiri dari nikotin, perasa (seperti permen karet, mentol/mint, karamel, buah-buahan, kopi, atau cokelat ), propylene glycol (pelarut), dan zat aditif lainnya. Jumlah atau kadar nikotin didalamnya akan bervariasi, beberapa produk mengandung kadar nikotin yang sama dengan rokok tembakau biasa, sementara yang lain mengandung kadar yang lebih sedikit atau lebih banyak. Ada juga kartrid yang berisi cairan tanpa nikotin, ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman merokok tanpa efek nikotin yang berbahaya.

Nikotin cair diekstrak dari tembakau, tapi tidak seperti pada daun tembakau, nikotin cair dapat mematikan. Nikotin cair dapat menyebabkan kerusakan ketika dihirup, tetapi juga bisa berbahaya bila tertelan atau terserap melalui kulit. Bahkan dengan dosis kecil saja sudah berbahaya.

Selain nikotin, beberapa perangkat rokok elektrik juga dapat melepaskan logam selama penggunaan – termasuk timah dalam beberapa kasus – serta kotoran lainnya diketahui beracun dan / atau bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).

Pada tahun 2009, Food and Drug Administration (FDA) Amerika serikat, menemukan beberapa kartrid nikotin cair berisi sekitar 1 persen dietilen glikol (DEG), bahan kimia beracun yang juga ada pada pengawet.

Seperti halnya rokok biasa, rokok elektrik juga tidak hanya berbahaya bagi penggunanya tetapi juga pada orang disekitarnya (perokok pasif). Meskipun ada klaim bahwa ini merupakan alternatif yang lebih aman, namun rokok elektrik tidak bisa sepenuhnya memecahkan masalah paparan bekas nikotin.

Paparan nikotin sebagai bahaya rokok elektrik adalah nyata, meskipun studi menunjukkan bahwa paparannya jauh lebih sedikit daripada asap rokok biasa. Oleh karena mereka tetap berisiko terhadap kanker, terutama kanker paru-paru.

Selain itu, peneliti menemukan bahwa pengguna rokok elektrik mengalami penurunan fungsi paru-paru, perubahan sel, resistensi saluran napas dan tanda-tanda peradangan akibat efek samping rokok elektrik.

Hingga kini status keamanan rokok elektrik terutama yang dampak jangka panjangnya masih diperbincangkan karena klaim aman dari produsen belum sepenuhnya terbukti. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan bahwa rokok elektrik yang beredar di pasaran adalah produk ilegal dan belum terbukti keamanannya. Menurut BPOM, rokok elektrik mengandung nikotin cair dan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan gliserin. Jika semua bahan itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine yang dapat menyebabkan kanker.

Mengingat bahaya rokok elektrik yang sudah diketahui, walaupun banyak yang mengklaim bahwa ini lebih aman dibanding rokok biasa, namun lebih aman lagi jika tidak menggunakannya.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer