Buah untuk Diet : Cara Sehat Menurunkan Berat Badan

Buah untuk diet – Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan, mulai dari pengaturan diet yang ketat hingga mengkonsumsi obat – obatan maupun suplemen. Namun sebenarnya ada banyak cara sehat yang dapat digunakan untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi buah – buahan.

Mengkonsumi buah untuk diet memiliki sejumlah kelebihan yang dapat membantu keberhasilan penurunan berat badan, diantaranya ada tiga poin penting yaitu buah memiliki kandungan kalori yang rendah, buah memiliki kandungan lemak yang rendah, dan buah memiliki kandungan serat yang tinggi. Kandungan serat dalam buah sangat membantu siapa pun yang berniat menurunkan berat badan karena bisa memberikan rasa kenyang lebih lama.

buah untuk diet

contoh buah untuk diet agar berat badan turun

Daftar Buah-Buahan untuk Diet Sehat

Beberapa buah untuk diet yang dapat menurunkan berat badan antara lain:

  1. Apel : merupakan camilan yang tepat bagi siapa pun yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Satu buah apel mengandung sekitar 5 gram serat dan 85 persen air. Kandungan serat dan air yang tinggi ini dapat menjaga gula darah tetap stabil sehingga mencegah seseorang merasa cepat lapar.
  2. Pear : sebagai buah untuk diet pear memiliki banyak kesamaan dengan apel. Satu buah pear mengandung sekitar 4,5 gram serat. Peran serat dalam buah pear ialah membuat perut terisi lebih lama sehingga membantu kita merasa kenyang lebih lama dan tidak cepat lapar.
  3. Grapefruit : buah ini sejenis jeruk, namun memiliki ukuran yang lebih besar. Buah ini sangat membantu dalam menurunkan berat badan dengan menimbulkan efek rasa kenyang.
  4. Blueberry : buah ini mengandung antioksidan kuat yang bernama anthocyanin yang mampu mengurangi risiko sebagian jenis kanker, penyakit jantung, dan kebutaan. Buah ini kaya akan serat dan rendah kalori, untuk satu cangkir penyajian mengandung 4 gram serat dan 80 kalori yang dapat membantu seseorang merasakan kenyang lebih lama.
  5. Avokad : Buah ini banyak mengandung lemak baik berupa asam oleat yang merupakan lemak tidak jenuh tunggal. Lemak jenis ini diprediksi baik bagi kesehatan jantung serta mampu menormalkan pembekuan darah. Selain itu avokad juga kaya akan serat, vitamin, dan kalium. Satu setengah buah avokad mengandung sekitar 4,6 gram serat
  6. Pisang : merupakan buah yang bebas lemak, kolesterol, dan natrium, namun tetap kaya akan vitamin dan mineral terutama kalium. Pisang bisa direkomendasikan sebagai makanan sehat yang dapat memberikan rasa kenyang sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh.
  7. Nanas : Buah ini bebas dari kolesterol dan lemak sehingga cocok untuk diet sehat. Nanas juga mengandung 85% air sehingga tidak memberikan banyak kalori bagi tubuh. Nanas juga mengandung serat, vitamin, mineral serta antioksidan yang berguna bagi tubuh.
  8. Pepaya : Buah yang manis dan lembut ini memiliki kandunganserat yang banyak yang dapat membantu melancarkan proses pencernaan tubuh. Buah ini juga mengandung kadar gula yang sedikit sehingga tidak memberikan banyak kalori pada tubuh.
  9. Melon : buah untuk diet yang satu ini dapat mempercepat penurunan berat badan, karena buah ini memiliki kandungan serat dan air yang tinggi sehingga mebuat pencernaan semakin lancar ketika mengonsumsi buah ini. Dengan lancarnya pencernaan, maka proses diet dan penurunan berat badan akan lebih cepat berhasil.
  10. Semangka : seperti halnya melon, semangka juga mengandung air dan serat yang sangat tinggi, serta vitamin A dan vitamin C yang cukup besar. Mengonsumsi buah ini juga akan menunda lapar karena kandungan serat dan air di dalamnya cukup membuat kenyang.

Menurunkan berat badan yang sehat sebaiknya tidak dilakukan dengan diet yang ketat sehingga berat badan turun dengan cepat dan drastis, sebaliknya harus diturunkan dengan perlahan. Untuk hasil terbaik penurunan berat badan, konsumsilah buah untuk diet seperti di atas serta diiringi dengan memperbanyak aktivitas olahraga.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer