Hipertensi atau darah tinggi adalah tingginya tekanan darah di atas normal. Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi berat seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Salah satu upaya untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan mengonsumsi obat darah tinggi.

Seseorang yang memiliki hipertensi harus minum obat darah tinggi (antihipertensi) dalam jangka waktu yang panjang. Tujuannya adalah agar tekanan darah terkontrol, hipertensi tidak bertambah parah, dan terhindar dari komplikasi seperti di atas. Itulah kenapa, walaupun Anda tidak mengalami gejala-gejala darah tinggi ssperti pusing, lemah, dan lain-lain, Anda tetap harus minum obat hipertensi.

Klasifikasi Obat Darah Tinggi

Ada banyak macam obat antihipertensi yang memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Diklasifikasikan ke dalam kategori berikut (paling sering digunakan):

Diuretik

Obat ini akan menurunkan darah tinggi dengan cara membuang cairan dari tubuh, caranya meningkatkan pembuangan melalui buang air kecil. Jadi jangan heran kalau jadi sering kencing dan dianjurkan minum di pagi hari (biar tidur gak keganggu). Contoh obatnya antara lain hidroklorotiazid, indapamide, dan Furosemid.

Calcium Channel Blockers

Obat ini akan menurunkan darah tinggi dengan cara mengurangi kontraktilitas (kemampuan mengencang dan meregang) otot-otot jantung. Contohnya nifedipine, amlodipin, felodipin dan diltiazem.

Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor

Menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara mengontrol kadar air dan ion natrium. Seperti kita ketahui bahwa kadar garam natrium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. Contoh obat ACE inhibitor yang sering digunakan antara lain: captopril, lisinopril dan perindopril.

Angiotensin II Receptor Blocker (ARB)

Mekanisme kerjanya mirip dengan ACE inhibitor. Contoh umum adalah losartan, valsartan, dll.

Beta Blocker

Obat darah tinggi yang satu ini bekerja dengan cara menurunkan frekuensi denyut jantung. Contoh beta-blocker yang sering diguankan antara lain: Atenolol dan Propanolol.

obat darah tinggi
Penggunaan obat darah tinggi di atas bisa secara tunggal ataupun kombinasi (lihat gambar di atas), dokter akan memilihkan pengobatan mana yang cocok untuk kondisi Anda. Semua obat antihipertensi tersebut hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, selalu ikuti petunjuk penggunaan dan minumlah secara teratur sesuai anjuran dokter.

Efek Samping Obat Darah Tinggi

Efek samping dari obat antihipertensi akan bervariasi untuk setiap orang. Secara umum berikut efek samping yang bisa muncul walaupun tidak selalu:

  • Sakit kepala, kelemahan atau kelelahan.
  • Pusing ketika berdiri cepat dari posisi duduk atau berbaring.
  • Mati rasa atau nyeri di jari tangan atau kaki.
  • Tangan dan kaki dingin.
  • Mata, mulut dan tenggorokan terasa kering.
  • Sulit tidur atau mimpi buruk
  • ACE inhibitor dapat menyebabkan batuk bagi mereka yang sensitif.
  • Pasien yang menderita asma harus berkonsultasi dengan dokter
    sebelum menggunakan Golongan obat beta-blocker.

Jangan khawatir jika Anda mengalami efek samping di atas setelah minum obat darah tinggi. Pada kebanyakan kasus, reaksi seperti ini secara bertahap akan mereda setelah obat telah diminum beberapa waktu, di mana tubuh telah melakukan adaptasi.

Namun demikian, segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila reaksi yang merugikan tetap bertahan atau bahkan menjadi lebih buruk.

Petunjuk Penggunaan

Hal-hal berikut ini harus diperhatikan ketika Anda minum obat darah tinggi:

  • Pelajari nama dan dosis obat yang Anda minum
  • Minumlah obat darah tinggi secara teratur seperti yang dianjurkan oleh dokter, hal ini bertujuan agar dapat mengontrol tekanan darah dengan efektif. Terus minum obat itu, bahkan ketika darah tinggi sudah mulai turun.
  • Jangan berhenti minum obat tanpa perintah dari dokter.
  • Minumlah obat darah tinggi pada waktu yang tetap sama setiap hari, sebisa mungkin. Jika Anda lupa, minumlah sesegera mungkin ketika ingat, kecuali pada saat ingat waktu sudah mendekati dengan waktu minum obat berikutnya. Dalam hal ini, minum saja pada saat berikutnya. Jangan minum obat dengan dosis ganda.
  • Jangan minum alkohol ketika mengonsumsi obat hipertensi, hal ini  untuk menghindari pusing atau pingsan.
  • Jika Anda ingin minum obat yang lain seperti sirup obat batuk, obat-obatan untuk pilek, dan lain-lain, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokterterlebih dahulu.
  • Stok obat harus cukup untuk penggunaan beberapa hari. Jangan menunggu sampai habis baru minta resep yang baru.

Menurunkan Darah Tinggi dengan Perubahan Gaya Hidup

Orang dengan hipertensi harus mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat seperti berikut ini:

  • Berhenti merokok
  • Mengurangi asupan garam. Misalnya pada setiap makanan yang terasa asin, makanan olahan seperti sosis, acar dan keripik kentang.
  • Kurangi minum minuman berkafein seperti teh, kopi dan coke.
  • Lakukan olahraga ringan-sedang secara teratur.
  • Jaga berat badan tetap ideal.
  • Belajar relaksasi diri terhadap kecemasan, stress, dan jangan marah. Karena semua itu bisa membuat darah tinggi makin menjadi.
  • Mengelola faktor resiko, baca: Faktor Risiko Darah Tinggi

Petunjuk Penyimpanan Obat Darah Tinggi

  • Obat-obatan harus disimpan di tempat yang dingin dan kering.
  • Simpan pada tempatyang aman dengan benar untuk menghindari kecelakaan karena
    dikonsumsi oleh anak-anak.

Informasi ini hanya sebagai referensi. Mengenai obat darah tinggi mana yang harus digunakan, dosis, dan petunjuk lainnya konsultasikan dengan dokter Anda.