6 Obat Penggemuk Badan Ini Sering Tak Disadari

Obat gemuk atau penggemuk badan mungkin saja sedang Anda perlukan saat ini agar tidak terlihat kurus sehingga bisa memperbaiki penampilan, namun sebagian yang lain mungkin akan takut dengan obat-obat yang bisa menambah berat badan karena saat ini sudah terlanjur kelebihan berat badan. Artikel ini akan membahas beberapa obat penggemuk badan yang sering tidak disadari oleh penggunanya.

Saat ini, kita hidup di zaman yang begitu mudah mendapatkan obat, kondisi ini mau tidak mau membuat kita sering tidak tahan merasakan ketidaknyamanan pada tubuh meskipun itu ringan. Ya, baru sakit sedikit selalu ingin menghilangkannya dengan obat. Padahal kita benar-benar tidak mengetahui efek samping apa yang terkandung dalam obat yang kita gunakan. Ada diantara obat-obatan yang sering digunakan itu ternyata berefek sebagai obat gemuk atau obat penggemuk badan di samping efek utama untuk mengatasi gejala penyakit. Sebut saja obat alergi, gatal, hipertensi, dan lain-lain.obat gemuk

Daftar Obat yang Bisa Berefek Sebagai Obat Gemuk

Terkadang dokter tidak memperhatikan apakah obat yang diresepkan mempengaruhi berat badan, meskipun perubahan berat badan bisa sangat mengganggu bagi beberapa pasien. Maka dari itu, sebagai pasien yang baik, sebaiknya Anda ungkapkan kekhawatiran Anda, karena ada pilihan obat lain yang tidak menimbulkan efek samping penggemuk badan. Begitupula sebaliknya, bagi yang ingin sekaligus menggemukkan badan, maka obat yang berefek sebagai obat gemuk mungkin sangat pas dengan keinginan Anda tersebut.

Hingga saat ini, tidak ada obat khusus yang legal dengan tujuan tunggal sebagai obat penggemuk badan. Sebagian besar merupakan efek samping obat.

Berikut adalah daftar obat yang biasa digunakan namun berefek menambah berat badan penggunanya:

1) Diphenhydramine

 

Diphenhydramine adalah antihistamin, yang digunakan untuk mengatasi alergi dan membantu mempercepat tidur. Histamin adalah bahan kimia penting yang mendasari timbulnya gejala-gejala alergi seperti gatal, kemerahan, dan bengkak. Namun ternyata histamin dalam tubuh juga memiliki efek mengatur asupan makanan, menyebabkan penekanan nafsu makan ketika berikatan dengan reseptor khusus di otak. Hal ini juga dapat meningkatkan pemecahan lemak. Ketika reseptor histamin diblokir dengan obat antihistamin, maka efeknya pada penekanan nafsu makan menurun sehingga menyebabkan peningkatan asupan makan dan berat badan. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang menggunakan antihistamin memiliki bobot badan yang lebih tinggi, lingkar pinggang lebar, dan konsentrasi insulin yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakan obat ini.

Obat alternatif yang tidak bikin gemuk: Tanyakan kepada dokter tentang obat alergi yang umumnya tidak mempengaruhi berat badan. Jika Anda mengalami kesulitan tidur (bagi yang sering menggunakan golongan obat ini agar mudah tidur seperti CTM), maka pertimbangkan solusi alami dan kebiasaan tidur yang lebih baik (yaitu tidak minum kopi sore hari, tidak ada TV di kamar tidur, dll).

2) Antidepresan

Antidepresan yang paling banyak diresepkan berasal dari kelas yang disebut SSRI, atau selective serotonin reuptake inhibitor. Serotonin diduga berperan mempengaruhi suasana hati (perasaan), dan menurunkan ketegangan otak pada banyak pasien depresi. SSRI memungkinkan serotonin untuk tetap aktif lagi, memberikan kontribusi untuk meningkatkan suasana hati pada banyak orang. Serotonin juga terkenal menjadi penekan nafsu makan, sehingga secara teori penggunaan obat-obatan ini akan membantu menurunkan berat badan. Akan tetapi, ternyata yang tering terjadi adalah sebaliknya. Efek paradoks ini tidak sepenuhnya dipahami, meskipun mungkin ada hubungannya dengan interaksi yang kompleks antara serotonin dan pengatur mekanisme nafsu makan yang lain. SSRI tertentu, seperti Prozac, terkait dengan penurunan berat badan jangka pendek, meskipun ini hanya bersifat sementara dan data penggunaan jangka panjang menunjukkan dua kondisi, berat badan tetap atau naik.

3) Beta Blockers

 

Obat ini digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi serta kondisi jantung tertentu. Meskipun tidak jelas persis bagaimana obat ini berkontribusi untuk menaikkan berat badan, kemungkinan setidaknya berkaitan dengan perlambatan metabolisme. Bagaimana beta blocker bisa memiliki efek sebagai obat penggemuk badan? Salah satu cara obat ini bekerja adalah dengan memperlambat denyut jantung. Selain itu, beta blocker juga dapat menyebabkan badan lemas, yang kemudian akan menyebabkan penurunan aktivitas dan tubuh hanya mengeluarkan sedikit kalori sehingga lebih banyak kalori yang disimpan sebagai cadangan energi berupa jaringan lemak.

4) Steroid

Sebagai kortikosteroid sintetik, prednisone memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Hal ini digunakan untuk mengobati asma dan kondisi alergi kulit, serta penyakit autoimun tertentu dan radang sendi. Prednison menyebabkan retensi air dan meningkatkan nafsu makan. Meskipun prednison adalah hormon katabolik, yang berarti bahwa dapat menyebabkan pemecahan lemak dan protein, namun efek ini dikalahi oleh sifat-sifatnya sebagai perangsang nafsu makan.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak dijumpai obat herbal atau apapun dengan label “Obat Gemuk” ternyata mengandung steroid, seperti dexametason, prednison, dan sebagainya. Jadi harap berhati-hati, karena penggunaan obat ini dalam jangka panjang akan menimbulkan efek samping yang berbahaya. Namun ketika sudah digunakan dengan sering, maka tidak boleh dihentikan begitu saja, harus dihentikan secara bertahap sesuai anjuran dokter.

Alternatif: Dokter bisa meresepkan prednison ketika tidak ada pilihan obat lain yang lebih kuat. Jika Anda harus mengambil prednison atau steroid apapun, sangat penting untuk menyadari kemampuannya untuk meningkatkan nafsu makan dan mengontrol asupan kalori dengan sangat hati-hati.

5) Obat Kejang & Mood stabilizer

Obat ini termasuk divalproex sodium, risperidone dan olanzapine. Penambahan berat badan akibat obat-obat ini seringkali cepat dan signifikan. Para ilmuwan percaya efek tersebut terjadi karena efektifitas obat pada reseptor histamin di otak. Jika Anda tidak menginginkan efek penggemuk badan dari obat ini, maka konsultasikanlah dengan dokter agar menggantinya dengan alternatif lain.

6) Insulin & Obat Diabetes Lain

Penurunan berat badan adalah tujuan utama dari mengobati diabetes tipe 2, namun tampaknya beberapa obat yang paling umum digunakan untuk menurunkan gula darah dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan. Ketika seorang pasien didiagnosis dengan diabetes, sering kali terburu-buru panik untuk segera menurunkan gula darah menggunakan cara apapun yang diperlukan. Dengan memberikan insulin atau obat yang merangsang produksi insulin, gula darah memang bisa turun karena gula akan masuk ke dalam jaringan dan disimpan sebagai lemak.

Hasilnya adalah gula darah turun tetapi berat badan bertambah akibat penumpukan lemak, apalagi obat diabetes harus rajin dikonsumsi untuk menjaga gula darah agar selalu berada dalam rentang normal. Lingkaran setan ini terus berlanjut dan membuat banyak pasien tidak bisa berhenti begitu saja. Selain itu, gula darah efek menurunkan gula darah bisa begitu agresif dan sering dapat menyebabkan hipoglikemia, atau gula darah terlalu rendah, ketika kondisi ini terjadi maka untuk mengatasinya pasien harus makan gula (Seringkali penderita diabetes perlu makan permen atau minum jus untuk mendapatkan gula darah kembali naik). Ini pula yang akan menambah berat badan.

 

Namun perlu diperhatikan bahwa meskipun ada efek menambah berat badan, namun mengontrol kadar gula darah agar selalu berada dalam rentang normal adalah sesuatu yang lebih utama sehingga tidak boleh menghentikan pengobatan. Dokter akan berdiskusi dengan Anda mengenai penanganan diabetes terbaik yang sesuai dengan kondisi Anda.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer