Cotrimoxazole : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Cotrimoxazole adalah obat antibiotik yang memiliki spektrum luas yang efektif terhadap kuman gram positif dan gram negatif. Obat ini biasa diresepkan oleh dokter untuk mengatasi penyakit infeksi baik infeksi saluran napas atas, infeksi saluran kemih dan infeksi saluran cerna seperti diare. Di sini akan dijelaskan mengenai cotrimoxazole itu obat apa secara lebih rinci.

Mengenal Cotrimoxazole

Cotrimoxazole adalah antibiotik dengan kombinasi dua macam komponen obat yaitu sulfamethoxazole 400 mg trimethoprim 80 mg. Maka banyak kemasan obat yang mencantumkan sebagai cotrimoxazole 480 mg. Kombinasi kedua komponen obat tersebut menciptakan efek bakterisidal dan bakteriostatik.

Efek bakterisidal berarti membunuh bakteri, hal ini diperantarai oleh Trimethoprim yang bekerja pada dua tahap pembentukan asam nukleat dan protein yang penting bagi bakteri. Sedangkan efek bakteriostatik berarti menghentikan perkembang biakan bakteri, hal ini diperentarai sulfamethoxazole.

Dengan mekanisme kerja tersebut maka cotrimoxazole memiliki aktivitas antibakterial yang luas terhadap bermacam – macam kuman seperti Streptococcus sp, Staphylococcus so, Pneumococcus sp, Klebsiella, Neisseria, Bordetella. Shigella sp dan Vibrio cholerae serta terhadap beberapa bakteri yang diketahui resisten terhadap antibiotik jenis lain seperti Haemophillus influenzae, Escherichia. coli. Proteus mirabilis, Proteus vulgaris dan bebeberapa strain Staphylococcus.

cotrimoxazole

Indikasi

Obat cotrimoxazole dapat digunakan untuk mengobati penyakit – penyakit berikut :

  • Infeksi pada saluran kemih dan saluran kelamin yang disebabkan oleh Esherichia coli. Klebsiella sp, Enterobacter sp, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, dan Morganella morganii.
  • Infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh Shigella flexneri, Shigella sonnei termasuk diare akibat infeksi E. coli. Sehingga obat ini termasuk sebagai obat disentri.
  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bronkitis kronik yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae.
  • Infeksi saluran telinga bagian tengah yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, dan Haemophilus influenzae. Misalnya pada Otitis media
  • Infeksi saluran napas bawah atau pneumonia yang disebabkan Pneumocystis carinii.

Kontraindikasi

Obat cotrimoxazole tidak boleh digunakan oleh:

  • Penderita yang mempunyai gangguan fungsi hati dan gangguan fungsi ginjal berat. Hal ini dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium.
  • Bagi wanita yang sedang dalam keadaan hamil atau sedang menyusui tidak boleh menggunakan obat ini, karena dikhawatirkan menimbulkan efek bahaya pada janin dan bayi.
  • Bgai ibu yang sedang menyusui bayi prematur atau bayi yang masih berusia kurang dari 2 bulan. Dilarang keras menggunakan obat ini, maka sebaiknya gunakan antibiotik alternatif (konsultasikan dengan dokter).
  • Penderita yang mengalami anemia megaloblastik karena kekurangan folat.
  • Penderita yang memiliki hipersensitif atau alergi terhadap cotrimoxazole atau alergi terhadap komponen obat baik trimetoprim maupun sulfametoxazole.

Dosis

Obat cotrimoxazole di apotik dijual dalam beberapa macam sediaan dengan komposisi sebagai berikut:

  • Cotrimoxazole tablet dengan tiap tabletnya mengandung kombinasi Sulfamethoxazole 400 mg dan trimethoprim 80 mg
  • Cotrimoxazole kaplet forte dengan tiap kaplet forte mengandung kombinasi Sulfamethoxazole 800 mg dan trimethoprim 160 mg
  • Cotrimoxazole Syrup dengan tiap 1 sendok takar 5 ml mengandung kombinasi Sulfamethoxazole 200 mg dan trimethoprim 40 mg

Adapun dosis obat cotrimoxazole yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

  • Untuk penderita dewasa dan anak dengan usia di atas 12 tahun dosis yang dianjurkan adalah cotrimoxazole 960 mg yang diberikan 2 kali sehari.
  • Untuk penderita anak dengan usia antara 6 hingga 12 tahun dosis yang dianjurkan adalah cotrimoxazole 480 mg yang diberikan 2 kali sehari
  • Untuk penderita anak dengan usia antara 6 bulan hingga 6 tahun dosis yang dianjurkan adalah cotrimoxazole sirup 1 sendok takar 5 ml yang diberikan 2 kali sehari
  • Untuk penderita bayi dengan usia antara 6 minggu hingga 6 bulan yang dianjurkan adalah cotrimoxazole sirup 1/2 sendok takar 5 ml yang diberikan 2 kali sehari

Efek Samping Cotrimoxazole

Obat cotrimoxazole jarang menimbulkan efek samping, kalaupun terjadi biasanya ringan seperti ruam kulit, sakit kepala, mual, muntah hingga diare. Walaupun jarang terjadi, tapi masaih ada yang melaporkan adanya kejadian efek samping yang berat seperti leukopenia, agranulositosis, trombositopenia, anemia aplastik, diskrasia darah hingga reaksi hipersensitif yang sifatnya fatal seperti sindrom Steven Johnson

Informasi Keamanan

Selama penggunaan obat cotrimoxazole perlu memperhatikan dengan seksama hal-hal di bawah ini:

  • Pada penderita gangguan fungsi ginjal harus megurangi dosis untuk mencegah akumulasi obat dalam tubuh.
  • Penggunaannya harus diikuti dengan banyak minum sedikitnya 2,5 liter per hari untuk mencegah kristaluria atau terbentuknya batu saluran kemih.
  • Sebaiknya diikuti dengan pemeriksaan darah secara berkala karena ada kemungkinan terjadinya diskrasia darah. diskrasia darah adalah Gangguan / kelainan pada sel plasma yang berkembang berlebihan sehingga DNA sel plasma ini menghasilkan antibodi yang abnormal dan merugikan tubuh.
  • Hentikan penggunaan apabila ditemukan terdapat ruam pada kulit atau tanda efek samping yang berat.

Penggunaan cotrimoxazole dengan beberapa obat di bawah ini juga harus diperhatikan:

  • obat antikoagulan atau pengencer darah dapat meningkatkan efek obat antikoagulan sehingga dapat menimbulkan bahaya pendarahan.
  • obat fenitoin dapat memperpanjang waktu paruh obat fenitoin.
  • obat diuretik terutama golongan tiazid dapat meningkatkan kemungkinan untuk terjadi trombositopenia atau rendahnya kadar trombosit.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer