Mengenal Obat Analgesik

Dalam kehidupan sehari-hari zaman sekarang, rasa-rasanya semua orang pasti akrab dengan obat untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan, termasuk obat analgesik (ada juga yang menyebut sebagai analgetik). Meskipun banyak telah menggunakan namun pasti tidak sedikit yang belum menyadari bahwa obat yang digunakan adalah obat analgetik.

Ya, obat analgesik begitu akrab digunakan bagi mereka yang mengalami rasa sakit atau nyeri dan semua orang pasti memahami apa yang dimaksud dengan nyeri, namun sesungguhnya nyeri itu sendiri merupakan suatu hal yang sulit untuk didefiniskan. Nyeri sebenarnya merupakan suatu mekanisme perlindungan yang menyadarkan otak bahwa telah terjadi suatu kerusakan pada tubuh manusia.

Meskipun demikian, nyeri merupakan suatu perasaan subjektif yang tidak nyaman sehingga seseorang cenderung untuk mengkonsumsi obat penghilang nyeri yang biasa disebut dengan obat analgesik untuk mengurangi dan menghilangkan nyeri tersebut. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai pengertian analgetik, golongan obat analgetik, beserta macam – macam obat analgesik.

Analgesik merupakan istilah medis yang digunakan untuk golongan obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan nyeri tanpa menghilangkan kesadaran, jadi analgetik adalah obat penghilang nyeri. Secara umum analgesik dapat digolongkan menjadi 2 golongan yaitu analgesik non-opioid  dan analgesik opioid.

Obat Analgesik non-opioid atau non-narkotik

Merupakan jenis obat analgesik yang paling umum digunakan. Obat analgesik golongan ini sering dikenal dengan istilah Analgetik Perifer, karena mekanisme kerja dari obat golongan ini yang bekerja pada reseptor nyeri yang berada di daerah yang sekitar nyeri, tidak memberikan pengaruh pada sistem susunan saraf pusat sehingga obat golongan ini cenderung tidak menurunkan tingkat kesadaran, dan juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada penggunanya. Macam-macam obat analgesik non-opioid yaitu :

  1. Paracetamol/acetaminophen : merupakan devirat para amino fenol. Paracetamol banyak digunakan untuk mengatasi nyeri yang sifatnya ringan hingga sedang seperti pada saat luka ringan, sakit kepala, dan nyeri otot, selain sebagai analgesik paracetamol juga dapat digunakan untuk menurunakan demam atau antipiretik, namun paracetamol kurang memiliki efek anti radang atau inflamasi sehingga tidak efektif digunakan untuk mengatasi nyeri yang disebabkan oleh peradangan seperti pada nyeri rematik. Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik pada saat ini telah menggantikan penggunaan salisilat atau aspirin.

    analgesik

    parasetamol adalah salah satu contoh obat analgetik

  2. Obat anti-inflamasi non steroid (NSAID) merupakan obat yang dapat digunakan untuk mengurangi peradangan. Sehingga dapat mengurangi nyeri yang disebabkan oleh peradangan seperti pada rematik tulang maupun rematik sendi. NSAID juga dapat digunakan untuk mengatasi nyeri yang sifatnya ringan hingga sedang, efek analgesiknya muncul dengan cepat. Pada saat sekarang terdapat lebih dari 20 macam tipe NSAID yang berbeda. NSAID sebaiknya tidak digunakan berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping berupa nyeri lambung hingga pendarahan pada lambung. Contoh obat analgesik NSAID ini antara lain Ibuprofen, Aspirin, Asam mefenamat, Dikofenak, Ketorolak, Meloxicam, Indometasin, dan lain-lain. Namun hanya Ibuprofen, Asam mefenamat dan Aspirin yang paling banyak digunakan.

Obat Analgesik opioid atau narkotik

Sesuai dengan namanya analgesik opioid merupakan golongan obat analgesik yang memiliki sifat-sifat seperti opium atau narkotik. Opioid disebut juga analgesik sentral karena kerjanya yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Golongan obat ini umumnya digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri yang sifatnya sedang hingga berat seperti pada kedaan fractur atau patah tulang dan kanker. Beberapa efek samping yang umum dari opioid adalah mual muntah, konstipasi, mengantuk, pusing, penurunan konsentrasi, kebingungan, dan penurunan pada kemampuan bernafas. Macam – macam obat analgesik opioid yang sering digunakan yaitu Codein, Tramadol, Morfin, Metadon, Fentanil.

Opioid dapat menimbulkan efek samping yang lebih banyak dibandingkan analgesik non opioid bahkan dapat menyebabkan ketergantungan dan kecanduan sehingga obat – obat golongan ini tidak dijual bebas, hanya tersedia melalui peresepan dan dalam pengawasan yang ketat oleh dokter.

Penggunaan obat-obatan golongan analgesik di atas dapat dikombinasikan sesama atau antar golongan, hal ini disesuaikan dengan tingkat nyeri yang dialami oleh pasien. Baca juga: Skala Nyeri

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer