Obat Bisul Paling Ampuh di Apotik

Banyak yang ingin cepat-cepat sembuh dari penyakit bisul yang menyakitkan dan mungkin memalukan. Salah satu upaya untuk mengobatinya yaitu dengan obat bisul yang paling ampuh supaya sembuh dengan cepat dan tidak kambuh lagi. Bagaimana caranya, apa obat bisul paling ampuh?

Ada banyak sekali rekomendasi obat bisul, baik yang alami atau tradisional maupun obat-obatan modern yang bisa didapatkan di apotek. Namun sebelum Anda membeli dan menggunakannya, sebaiknya cermati terlebih dahulu apakah obat tersebut memang tepat dan ampuh untuk mengusir bisul (?). Bahkan banyak yang sudah lama berusaha mengobati bisul namun tak kunjung sembuh atau sembuh tapi sering kambuh.

obat bisul

Sebelum Menggunakan Obat Bisul…

Memahami penyakit yang sedang Anda alami, merupakan kunci utama keberhasilan pengobatan penyakit. Hal ini juga berlaku untuk penyakit bisul di kulit, wajah, mata, dan bagian tubuh lainnya.

Bisul adalah infeksi bakteri pada kulit yang menyerang bagian folikel atau kantung akar rambut. Dengan adanya proses infeksi ini, maka daerah kulit tersebut menjadi  meradang, kemerahan, nyeri, menimbul berbentuk seperti gunung, dan lama kelamaan terbentuk nanah di dalamnya. Nanah ibarat lava pada gunung berapi, jika sudah banyak terkumpul akan keluar melalui ujung tertinggi bisul tersebut.

Berdasarkan bagian kulit yang terlibat, ada dua jenis utama bisul:

  • Furunkel adalah bisul tunggal akibat infeksi bakteri pada folikel rambut di kulit mana saja, kecuali telapak tangan dan telapak kaki (tidak ada rambut atau bulunya). Paling sering berkembang pada daerah kulit di mana ada kombinasi dari rambut, keringat dan gesekan, seperti leher, wajah atau paha. Seiring waktu, nanah terbentuk di dalam bisul, menyebabkan furunkel tumbuh lebih besar dan menjadi lebih menyakitkan. Dalam kebanyakan kasus, bisul furunkel ini pada akhirnya akan pecah dan nanah akan keluar (satu titik). Hal ini dapat memakan waktu dua hari sampai tiga minggu.
  • Carbuncle (baca: Karbunkel) adalah kumpulan dari beberapa bisul yang menyatu, artinya ada banyak folikel rambut berdekatan yang terinfeksi. Paling sering terjadi di bagian punggung, paha, atau bagian belakang leher.  Ukuran carbuncle yang sudah matang bisa lebih dari 10 cm (4 inci), dan nanah akan keluar dari sejumlah titik. Anda juga mungkin memiliki gejala lain, seperti demam, meriang, lemah dan lelah.

Apa bahaya bisul?

Meskipun sebagian besar  sembuh tanpa menyebabkan masalah lebih lanjut, beberapa orang yang memiliki bisul berlanjut menjadi infeksi sekunder. Artinya infeksi menjadi luas sampai lapisan kulit yang dalam (selulitis) dan yang paling berbahaya ketika infeksi penyebar ke aliran darah (sepsis).

Mengobati Bisul dengan Tuntas

Sebagian besar penyakit bisul bisa membaik tanpa perlu perawatan medis khusus dan dapat sembuh dengan perawatan dan pengobatan yang dapat dilaukan di rumah. Tujuan pengobatan bisul adalah meringankan rasa sakit, membuat bisul cepat matang, dan mengusir bakteri penyebab infeksi.

# Perawatan Sendiri

Salah satu cara terbaik untuk mempercepat proses penyembuhan bisul adalah menerapkan kompres hangat selama 10 menit tiga atau empat kali sehari. Caranya bisa menggunakan kain handuk yang dibasahi dengan air panas, atau menggunakan kantung plastik berisi air hangat.

Suhu panas akan meningkatkan jumlah darah yang beredar di sekitar bisul, yang berarti akan lebih banyak sel-sel darah putih yang bertugas melawan bakteri penyebab infeksi.

Ketika bisul sudah matang dan mengeluarkan nanah, tutup dengan kasa steril dan rajin menggantinya untuk mencegah penyebaran infeksi. Setelah selesai, cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir. Ini akan membantu mencegah menyebarkan bakteri ke bagian tubuh lainnya atau orang lain.

# Antibiotik untuk bisul

Antibiotik biasanya dianjurkan pada kondisi-kondisi seperti di bawah ini:

  • untuk semua kasus carbuncles
  • mengalami demam atau suhu tubuh tinggi
  • jika bisul mengembangkan infeksi sekunder, seperti  selulitis (infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam)
  • jika memiliki bisul di wajah, karena bisul di wajah memiliki potensi risiko komplikasi yang lebih tinggi
  • mengalami sakit yang parah atau ketidaknyamanan

Antibiotik tersedia dalam bentuk pil dan salep seperti dijelaskan pada poin selanjutnya.

# Obat Bisul Salep

  • Benzocaine salep. Salep ini membantu meredakan rasa sakit. Salep anestesi lokal ini menghalangi transmisi sinyal rasa sakit. Sejumlah kecil salep cukup untuk mengurangi rasa sakit, dosis besar malah berpotensi menimbulkan efek samping yang merugikan. Benzocaine harus digunakan hanya ketika dokter menyarankan.
  • Mupirocin salep. Mupirocin adalah antibiotik topikal yang digunakan untuk mengobati bisul. Antibiotik ini sangat efektif terhadap MRSA (meticillin resistant Staphylococcus aureus), bakteri tersering penyebab bisul) dan bakteri gram positif lainnya. Mupirocin salep biasanya diterapkan tiga kali sehari. Oleskan tipis saja, obat salep bisul ini biasanya digunakan hingga dua minggu. Penggunaan jangka panjang atau sembarangan malah dapat menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Efek samping yang bisa muncul berupa sakit, rasa terbakar, gatal, menyengat dan ruam kulit.
  • Gentamisin Salep. Gentamisin adalah antibiotik spektrum luas yang digunakan untuk mengobati bisul. Salep yang mengandung antibiotik ini dapat menyembuhkan kulit yang terinfeksi. Oleskan salep gentamisin tipis-tipis pada bisul, tiga empat kali sehari. Namun, tidak boleh digunakan selama lebih dari dua minggu. Penggunaan jangka panjang akan meningkatkan risiko resistensi bakteri terhadap antibiotik. Gentamisin umumnya ditoleransi baik, jarang menimbulkan efek samping.
  • Salep Ichtyol (Salep Hitam). Salah satu obat bisul salep yang cukup populer, mengandung ichtammolum 10% berfungsi sebagai anti-inflamasi, antibakteri dan antifungi sehingga cukup efektif dalam mengobati bisul yang ringan. Oleskan tipis pada bisul 2 – 3 kali sehari. Jangan berlebihan memakainya karena bisa menimbulkan iritasi pada kulit.

# Obat Bisul Pil Antibiotik

Terapi antibiotik oral (pil) hanya disarankan untuk mengobati infeksi berat. Antibiotik oral terutama diresepkan untuk penyembuhan bisul yang berkembang di daerah sensitif dari tubuh seperti wajah dan alat kelamin. Antibiotik oral juga diperlukan ketika infeksi mencapai lapisan kulit yang lebih dalam dan infeksi sekunder seperti selulitis.

Penisilin

Beberapa contoh antibiotik golongan penisilin seperti flukloksasilin secara luas diresepkan oleh dokter untuk mengobati bisul. Antibiotik ini diambil secara lisan (diminum), biasanya empat kali sehari, sebaiknya satu jam sebelum atau dua jam setelah makan. Antibiotik harus digunakan sampai habis sesuai saran dokter, jika tidak maka akan berpotensi terjadi infeksi berulang dan resistensi bakteri terhadap obat antibiotik.

Antibiotik golongan penisilin dapat menyebabkan efek samping seperti diare, gangguan fungsi hati, nyeri sendi, ruam kulit, demam dan nyeri otot . Obat ini harus dihindari oleh orang-orang dengan riwayat alergi penisilin.

Macrolide

Antibiotik makrolida seperti eritromisin dan klaritromisin diresepkan untuk mengobati bisul pada pasien yang memiliki alergi terhadap penisilin. Obat-obat ini biasanya diambil oral tiga sampai empat kali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter. Lamanya pengobatan tergantung pada tingkat keparahan infeksi.  Efek sampingyang mungkin muncul berupa sakit perut, kram perut, diare, muntah dan ruam kulit.

Sangat penting untuk menyelesaikan penggunaan antibiotik bahkan jika bisul sudah menghilang, jika tidak, maka infeksi bisul bisa kembali kambuh.

# Obat Antinyeri

Rasa nyeri dan ketidaknyamanan sering mengiringi adanya bisul pada kulit, oleh sebab itu diperlukan obat bisul yang bisa meringankan rasa sakit dan demam seperti parasetamol, ibuprofen, asam mefenamat dan lain-lain. Harap membaca petunjuk penggunaan atau mematuhi petunjuk dokter selama menggunakan obat-obatan seperti ini.

Ini merupakan obat penghilang gejala saja, tidak perlu digunakan sampai habis seperti antibiotik. Boleh berhenti kapan saja ketika gejala sudah menghilang.

Baca juga: Cara Mengobati Bisul dengan Benar

# Operasi Bisul

Berkunjunglah ke dokter apabila Anda memiliki bisul besar yang terasa lembut dan lembek saat disentuh (nama medis untuk kondisi ini adalah bisul berfluktuasi). Hal ini menandakan bahwa ada banyak nanah di dalam bisul, namun tidak dapat keluar dengan baik.

Pada kondisi yang demikian, obat bisul salep ataupun pil tidak akan efektif menyembuhkannya. Oleh sebab itu nanah harus dikleuarkan dengan cara membuat sayatan pada permukaan bisul. Tentu saja ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional, dokter.

Dokter akan mengeluarkan dan membersihkan nanah pada bisul dengan menggunakan teknik yang disebut insisi dan drainase. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan mengarahkan Anda ke klinik atau rumah sakit setempat untuk dilakukannya operasi kecil ini.

Insisi dan drainase dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pada ujung atau puncak bisul dengan jarum steril atau pisau bedah. Selanjutnya, nanah bisa dikeluarkan, sayatan ini akan tetap dipertahankan alias tidak langsung ditutup, untuk memastikan bahwa nanah bisa mengalir terus sampai habis. Setelah 1 atau 2 hari, ketika nanah sudah tidak mengalir lagi, maka luka sayatan akan dievaluasi perlu atau tidaknya dilakukan penutupan kembali.

Tidak perlu takut kesakitan, sebelum melakukan prosedur ini dokter akan memberikan zat anastesi atau bius lokal untuk meminimalisir rasa sakit selama operasi bisul ini.

Bagaimana dengan bisul yang terus menerus kambuh?

Bisul furunkel atau karbunkel yang sering kambuh membutuhkan perawatan lebih lanjut. Kebanyakan orang dengan kasus bisul berulang, terjadi akibat masih adanya bakteri Staphylococcus aureus di dalam tubuhnya. Dalam hal ini, pengobatan mungkin diperlukan untuk membunuh bakteri ini.

Baca juga: Kenapa Bisul Sering Muncul Lagi Berulang-ulang?

Pengobatan tergantung pada lokasi bakteri Staph tersebut pada tubuh. Bakteri pada kulit dapat diobati dengan sabun antiseptik. Bakteri di hidung akan perlu dirawat dengan krim antiseptik yang diresepkan hingga 10 hari.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer