Obat Cacing Kremi untuk Anak dan Dewasa

Ada berbagai macam obat cacing yang dapat membasmi cacing kremi, namun banyak yang belum tahu obat cacing kremi mana yang terbukti efektif baik untuk anak-anak ataupun dewasa, dan tentunya yang mudah didapatkan di apotek ataupun toko obat.

Saya yakin banyak yang sudah tahu salah satu atau beberapa contoh obat cacing, karena memang banyaknya informasi mengenai hal ini tertutama iklan di layar televisi di Indonesia. Sebut saja salah satu merek, Combantrin, Konvermex, dan lain-lain.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai obat cacing kremi dan sebelum Anda menggunakannya, harus dipastikan terlebih dahulu apakah benar seseorang terkena infeksi cacing kremi. Karena bagaimanapun penggunaan obat harus sesuai indikasi mengingat adanya efek samping yang menganggu kesehatan.

Apa itu cacing kremi, dan bagaimana ciri-ciri terkena Cacing Kremi?

Cacing kremi (Enterobius vermicularis) adalah cacing yang berbentuk seperti gelang kecil yang hidup di saluran pencernaan bagian bawah. Seseorang yang terkena infeksi cacing kremi disebut juga oxyuriasis. Infeksi cacing kremi paling sering terjadi pada anak-anak usia sekolah, bahkan bisa mempengaruhi hingga dua pertiga dari anak-anak berusia 5-10 tahun. Meskipun dapat juga terjadi pada orang dewasa.

Gejala cacing kremi yang paling umum adalah gatal di sekitar anus (pruritus ani). Gatal cenderung lebih parah di malam hari dan dapat menyebabkan kesulitan tidur. Gatal disebabkan oleh reaksi inflamasi terhadap cacing dewasa dan telur pada kulit anus.

cacing kremi

Untuk memastikan apakah gatal pada anus disebabkan oleh cacingan kremi, maka dilakukan pemeriksaan secara langsung pada anus. Cacing dewasa kadang-kadang dapat dilihat dengan mata telanjang, berbentuk putih tipis, menggeliat seperti benang berukuran 1-2 cm. Lihatlah anus pada malam hari atau pada permukaan feses. Tes ‘selotip’ bisa dilakukan dengan menempelkan sepotong pita selotip di lipatan anus, tujuannya untuk menangkap telur cacing kremi, kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Obat Cacing Kremi untuk Anak-anak maupun Dewasa

Ada banyak pilihan obat yang digunakan untuk mengobati cacing kremi, seperti halnya dalam mengobati cacing lainnya, obat cacing kremi terdiri dari:

Pirantel pamoat

Cara kerjanya yaitu menghambat kolinesterase, mengakibatkan kelumpuhan spastik pada cacing. Obat cacing kremi ini cukup diminum satu kali (single dose) dengan dosis sebagai berikut:

Dosis yang tepat dihitung berdasarkan berat badan, yaitu yaitu 10 mg / kgBB. Walau demikian, dosis tidak boleh melebihi 1 gr. Perlu diketahui pirantel pamoat biasanya tersedia dalam bentuk tablet 125 mg dan 250 mg, serta sirup 250mg/5ml.

Dengan demikian apabila anak memiliki berat badan 12 kg, maka berikan setengah sendok takar, atau tablet yang berisi 125 mg pirantel pamoat. Misalnya untuk orang dewasa dengan berat badan 50 kg, maka obat cacing kremi yang dibutuhkan adalah 4 tablet pirantel pamoat 125 mg, atau 2 tablet pirantel pamoat sediaan 250mg.

obat cacing kremi pirantel

Pirantel Pamoat adalah nama generik, yang langsung dapat dibeli dengan nama itu, atau dengan nama dagang (merek) yang berbagai macam seperti Combantrin, Konvermex, Pantrin, Omegpantrin, dll. Semuanya dapat dibeli tanpa resep dokter, namun harus selalu memperhatikan keterangan pada label.

Mebendazole

Menyebabkan kematian cacing secara selektif dan ireversibel menghalangi penyerapan glukosa dan nutrisi lainnya dalam usus di mana cacing tinggal. Ini juga merupakan obat cacing kremi yang dapat digunakan untuk orang dewasa maupun anak-anak dengan dosis yang sama yaitu 100 mg sekali minum, dapat diulang 2-3 minggu berikutnya (jika perlu).

obat cacing kremi mebendazol

Obat cacing kremi ini juga dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter dengan nama generik mebendazol dan berbagai merek dagang seperti Mebex, Vermox, Hokzole, Azol, dan lain-lain.

Albendazole

Bekerja dengan cara menghambat polimerisasi tubulin, sehingga degenerasi mikrotubulus sitoplasma. Menurunkan produksi ATP di cacing, menyebabkan deplesi energi, imobilisasi, dan akhirnya kematian.

Ini juga merupakan obat cacing kremi yang ampuh namun hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Penggunaannya juga sekali pakai yaitu dengan dosis 400 mg.

Obat cacing kremi di atas masih efektif membunuh cacing kremi hingga saat ini, namun yang paling utama adalah mebendazole atau albendazole. Seperti telah dijelaskan, penggunaannya cukup dengan sekali minum dan dapat diulang 2 minggu kemudian setelah dosis awal guna mencegah terulangnya infeksi cacing.

Namun demikian, selalu konsultasikan dengan dokter apakah seseorang memang terkena cacing kremi dan apakah dia membutuhkan obat cacing kremi. Sekian, semoga bermanfaat.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer