Sederet Obat Radang Sendi Terbaik dari Dokter

Ketika radang sendi menyerang, maka gejala dominan yang banyak dikeluhkan adalah rasa sakit dan keterbatasan gerak. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini yaitu dengan menggunakan obat radang sendi, meskipun juga diperlukan perawatan lain sesuai dengan kondisi yang diderita.

Begitu banyaknya orang yang mengalami radang sendi ataupun masalah nyeri sendi lainnya, maka banyak sekali ‘obat radang sendi’ tersebar di apotek dan toko-toko bahkan banyak diantaranya yang tergolong ilegal. Dikatakan ilegal karena obat radang sendi yang dimaksud melabelkan diri sebagai obat herbal namun isinya adalah obat kimiawi yang biasa digunakan dokter, tapi dengan takaran dosis di luar standar serta tanpa adanya nomor registrasi dari BPOM. Ketika diminum memang berkhasiat namun bisa menimbulkan efek samping yang merugikan, bahkan tidak disadari oleh penggunanya.

obat radang sendi

Tentu hal ini memerlukan perhatian khusus oleh pemerintah, namun sebagai masyarakat yang cerdas sepatutnya kita bisa mengantisipasinya dengan menggunakan obat radang sendi yang memang merupakan obat standar sesuai rekomendasi dokter. Dan inilah pokok bahasan kita kali ini.

Sekilas tentang Radang Sendi

Dalam istilah medis radang sendi disebut dengan Arthritis, beberapa masyarakat kita menyebutnya sebagai rematik. Kondisi ini bisa mempengaruhi satu atau beberapa sendi sekaligus, ditandai dengan rasa sakit atau nyeri sendi, pembengkakan, kekakuan dan keterbatasan gerak, dan terkadang sendi terlihat kemerahan. Gejala-gejala ini biasanya berkembang dari waktu ke waktu secara bertahap, tetapi juga dapat muncul secara tiba-tiba.

Radang sendi paling sering dialami oleh orang dewasa di atas usia 65 tahun, tetapi juga dapat diderita oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda. Ada lebih dari 100 jenis arthritis, yang masing-masing memiliki penyebab dan metode pengobatan mungkin berbeda. Tiga jenis yang paling umum adalah osteoarthritis (OA), rheumatoid arthritis (RA), dan gout arthritis atau radang sendi asam urat.

Pengobatan Radang Sendi Secara Menyeluruh

Pengobatn harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, karena jenis, tingkat keparahan dan dampak dari radang sendi bervariasi dari orang ke orang. Anda dan profesional kesehatan perlu mendiskusikan mengenai resiko dan manfaat dari setiap perawatan yang hendak diterapkan. Secara umum berikut ini pedoman pengobatan radang sendi terkini.

# Penggunaan Obat Radang Sendi

Terapi dengan obat bertujuan untuk mengatasi masalah keluhan keluhan dengan cepat serta mengurangi risiko kerusakan sendi dan tulang lebih lanjut. Dengan demikian, terapi obat radang sendi dapat dibagi menjadi dua kelompok utama:

  • Obat untuk mengobati gejala arthritis (misalnya nyeri dan kekakuan)
  • Obat untuk menekan proses peradangan dan mencegah kerusakan sendi jangan panjang.

Obat radang sendi yang akan kami cantumkan nanti merupakan nama generik atau kandungan obat murninya. Setiap produsen farmasi akan menamainya dengan merek yang berbeda sesuai kebijakan masing-masing, meskipun kandungan generiknya sama – misalnya, Voltadex adalah nama merek untuk diklofenak.

Perlu dipahami bahwa tidak ada pengobatan yang efektif yang tidak menyebabkan efek samping. Untungnya yang sering meuncul merupakan efek samping ringan yang tidak berbahaya, dan efek samping yang serius jarang terjadi.

Jika Anda mempunyai keprihatinan apapun tentang obat radang sendi atau efek samping, maka diskusikanlah dengan dokter untuk menentukan obat pilihan yang tepat.

Seperti telah disinggung sebelumnya terapi obat radang sendi dapat dibagi menjadi dua kelompok utama:

1. Obat-obatan untuk mengobati gejala arthritis (misalnya nyeri dan kekakuan): 

  • Obat penghilang rasa sakit  (analgesik) seperti  parasetamol mengurangi rasa sakit. Golongan obat ini dapat digunakan untuk semua jenis arthritis. Sebaiknya gunakanlah obat ini sebelum Anda melakukan aktifitas fisik, daripada menunggu sampai rasa sakit muncul. Obat ini juga lebih efektif jika digunakan secara teratur selama menderita nyeri sendi. Beberapa obat penghilang rasa sakit (obat nyeri sendi) banyak tersedia di apotek tanpa resep dokter, namun jika Anda sudah menggunakannya namun tak juga bisa meredakan rasa sakit, maka berkonsultasilah dengan dokter mengenai pengobatan yang lebih ampuh.  Contoh analgetik lainnya: tramadol dan narkotika yang mengandung oxycodone atau hydrocodone.
  • Non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID)  mengurangi kekakuan dan pembengkakan, serta menghilangkan rasa sakit. Obat radang sendi bekerja dengan cara mengurangi peradangan, tetapi juga bermanfaat untuk jenis arthritis di mana peradangan bukanlah masalah utamanya (misalnya osteoarthritis). Obat ini digunakan dalam kurun waktu yang singkat ketika gejala muncul, dan dapat dikombinasi dengan analgesik jika Anda membutuhkan penghilang rasa sakit ekstra. Prinsipnya adalah gunakan dosis terendah yang bisa mengontrol rasa sakit dan peradangan, serta gunakan selama sesingkat mungkin. Hal itu menjadi hal penting, karena NSAID dapat menyebabkan masalah pencernaan (gangguan lambung, gangguan usus atau merusak lapisan lambung) sehingga dalam banyak kasus NSAID akan diresepkan bersama dengan obat yang disebut inhibitor pompa proton (PPI), yang akan membantu melindungi lambung. Obat radang sendi golongan NSAID juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Meskipun peningkatan risiko kecil, dokter akan berhati-hati meresepkan NSAID jika ada faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko secara keseluruhan – misalnya, merokok, masalah sirkulasi, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi atau diabetes. Beberapa jenis NSAID juga tersedia dalam bentuk krim atau gel yang dapat dioles langsung pada sendi yang terkena. Contoh NSAID: Ibuprofen, Naproxen, Aspirin, Meloxicam, Prioxicam, dll.
  • Steroid kuat, anti-inflamasi. Cara kerjanya yaitu mengurangi peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh yang merusak sendi. Obat radang sendi steroid dapat disuntikkan ke dalam sendi yang sakit atau ke dalam otot, dan juga dapat digunakan dalam bentuk tablet oral. Steroid paling sering digunakan untuk mengobati arthritis inflamasi dan penyakit jaringan ikat, tapi kadang-kadang digunakan untuk pengobatan jangka pendek osteoarthritis. Pada osteoarthritis atau pengapuran sendi, steroid digunakan dengan cara suntikan langsung ke dalam sendi, sedangkan pada arthritis inflamasi obat ini biasanya diberikan dengan cara suntikan ke dalam otot. Di samping manfaatnya yang besar, steroid juga memiliki efek samping, terutama jika digunakan untuk waktu yang lama. Salah satu kemungkinan efek samping pengobatan steroid adalah osteoporosis. Oleh sebab itu, steroid biasanya digunakan hanya untuk jangka pendek. Jika Anda memerlukan pengobatan steroid dalam jangka panjang Anda mungkin akan diberi tablet lainnya untuk melindungi terhadap osteoporosis dan efek samping lainnya. Jika Anda ingin berhenti menggunakan steroid, maka harus membicarakannya dengan dokter karena diperlukan pengurangan dosis secara bertahap. Contoh obat radang sendi steroid oral: Dexametason, Prednison, Metilprednisolon. Steroid injeksi: betamethasone, methylprednisolonetriamcinolone.

Jika tidak bisa menggunakan obat, maka cobalah cara alami: 9 Cara Alami Mengobati Nyeri Radang Sendi Tanpa Obat

2. Perawatan yang menekan penyakit inflamasi dan mencegah kerusakan sendi:

  • Disease-modifying anti-rheumatic drugs (DMARDs). Sering digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis, DMARDs memperlambat atau menghentikan sistem kekebalan tubuh supaya tidak menyerang sendi. Obat ini memiliki efek yang lambat sekira beberapa minggu dari mulai penggunaan sehingga obat anti-inflamasi (NSAID) sering digunakan bersama-sama. Selama penggunaan, diperlukan pemantauan rutin dengan pemeriksaan darah,  tekanan darah, urine dan mata. Obat ini dapat dihentikan untuk jangka pendek tanpa membahayakan. Contoh obat radang sendi DMARDs termasuk methotrexate dan hydroxychloroquine.
  • Terapi biologi adalah obat kelas baru. Terapi ini digunakan dalam pengobatan arthritis inflamasi ketika jenis obat lain belum efektif. Biasanya digunakan bersama dengan DMARDs, obat ini disebut juga dengan pengubah respons biologis (Biologic response modifiers) yang menargetkan berbagai molekul protein yang terlibat dalam respon imun. Contohnya termasuk etanercept dan infliximab.

Obat radang sendi di atas memang sering menguntungkan, tetapi harus digunakan dengan hati-hati, sesuai dengan petunjuk dokter. Jika Anda khawatir, atau berpikir bahwa obat-obat ini dapat menyebabkan efek samping, konsultasikan dengan dokter Anda.

# Terapi fisik untuk Radang Sendi

Seringkali dokter akan merekomendasikan suatu program terapi fisik atau fisioterapi untuk membantu mengatasi beberapa gejala arthritis. Ini mungkin termasuk beberapa atau salah satu yang dianjurkan:

  • Hidroterapi  – latihan di kolam air hangat. Air akan menopang berat badan sehingga berat badan hanya ada sedikit tekanan pada otot dan sendi (meringankan beban sendi).
  • Fisioterapi – membantu meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot, melalui latihan khusus yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Hal ini dapat dikombinasikan dengan perawatan penghilang rasa sakit seperti kompres es atau panas atau mungkin pijatan.
  • Terapi okupasi  – saran praktis tentang cara benar melakukan gerak tubuh saat bekerja atau melakukan tugas sehari-hari, memilih alat bantu khusus dan peralatan, melindungi sendi dari kerusakan lebih lanjut dan mengelola kelelahan.

# Terapi Bedah Arthritis

Pembedahan  mungkin diperlukan dan dianjurkan jika kerusakan sendi cukup parah sehingga menyebabkan kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dan ketika pengobatan lainnya tidak mengurangi rasa sakit. Operasi penggantian sendi adalah salah satu tindakan yang  mungkin dilakukan. Berbagai sendi, termasuk pinggul, lutut, bahu dan siku, dapat diganti dengan sendi buatan. Ada juga sejumlah prosedur atau operasi rekonstruksi lainnya yang dapat membantu mengatasi kerusakan akibat radang sendi.

operasi sendi artroskopi

Beberapa operasi dapat dilakukan dengan peralatan kecil tanpa membuka sendi sepenuhnya. Ini disebut artroskopi. Dokter bedah akan membuat sayatan kecil (kurang dari 1 cm) untuk memungkinkan masuknya alat operasi yang berupa tabung elastis dengan kamera di ujungnya. Dengan demikian dokter dapat melihat kondisi dalam sendi di layar monitor. Artroskopi dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis sekaligus melakukan terapi.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer